
               Kotak sakti Takakura? Apaan tuh!! Kotak sakti Takakura adalah sebuah kotak berukuran 40 cm x 25 cm x 70 cm yang ditemukan oleh Pak Takakura seorang peneliti dari Jepang yang melakukan penelitiannya di Surabaya bersama PUSDAKOTA, Universitas Surabaya dan Kitakyushu Techno-cooperation Association, Jepang. Kenapa â€saktiâ€? Kotak ini begitu sakti karena dapat menyerap sampah organik suatu keluarga (4-6 anggota keluarga) sampai dengan 1 bulan untuk menjadi penuh dan merubahnya menjadi pupuk kompos dan selain itu kotak ini dapat dipakai berulang-ulang sampai hitungan tahunan untuk menyerap sampah organik rumah kita. Secara estetika kotak ini tidak beda dengan kotak penyimpan lainnya kalau diletakkan didalam rumah karena sampah yang dimasukkan tidak berbau dan memang kotak yang digunakan kotak yang biasa didapatkan masyarakat sebagai penyimpan barang di rumah. Bedanya kotak ini dengan kotak yang lain karena didalamnya dimasukkan seonggok kompos ’bakteri padat’ yang siap untuk ’memakan’ semua sampah yang masuk ke kotak Takakura.
      Â
    Kenapa sih kok kita harus susah-susah mengelola sampah kita sendiri? Sampah sudah menjadi masalah di kota-kota besar di Indonesia, bisa dilihat sendiri apa yang terjadi dengan Kota Bandung dan Kota Jakarta yang masih mencari tempat pembuangan sampahnya. Jaman sekarang kelihatannya masyarakat sudah tidak mau disekeliling tempat tinggalnya dijadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena masalah kesehatan, kebersihan atau yang lainnya.  Rata-rata sampah organik menguasai 60%-70% buangan sampah di Indonesia. Sampah plastik saja yang berkisar 8,6%-14,7% menyumbangkan 40.000 ton sampah ke TPA di Indonesia (sumber: litbang DPU) , jadi bisa dibayangkan kalau 60% nya itu berapa. TPA di kota Semarang sebenarnya sudah habis masa pakainya tetapi masih bisa diperpanjang usianya dengan pengelolaan yang baik, tetapi mau sampai kapan bisa diperpanjang? Dan lokasi mana yang masyarakatnya mau disekitar tempat tinggalnya dibangun TPA yang baru.
           Daripada menunggu sampah kita teronggok disekitar lingkungan tempat tinggal kita mungkin kotak Takakura bisa menj
adi salah satu solusi yang bisa kita praktekan sendiri dari rumah kita sendiri. Setidaknya bisa membantu memperingan kerja bapak-bapak yang mengangkut sampah rumah kita, menghasilkan kompos yang dapat kita pakai sendiri untuk tanaman rumah kita dan dalam skala lebih besar dapat memperingan kerja TPA. Di Surabaya kotak ini sudah disebarkan ke ribuan rumah sedangkan untuk Semarang baru dikembangkan untuk model area yang dimulai dari Kelurahan Jomblang, Tandang . Kalau ada yang berminat untuk mendapatkan kotak Takakura bisa menghubungi Yayasan BINTARI di (024) 70 777 220. Salam Lestari!!

November 13th, 2006 at 1:54 pm
ngomong-ngomong takakura.. jadi inget filmnya Zhang Yimou yang dibintangi Ken Takakura.. judulnya “Riding Alone Thousands Of Mile”.. Film yang bagus menurut saya.. Seperti film Zhang Yimou kebanyakan.. “A heartwarming tale of love and forgiveness” kata rottentomatoes
errrr..
gak nyambung ya?
btw tulisan yang bagus..
sangat informatif
November 13th, 2006 at 1:55 pm
oh ya .. sampai lupa
PERTAMAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!
November 13th, 2006 at 1:56 pm
sekalian hattrick aja ya..

November 13th, 2006 at 2:27 pm
November 13th, 2006 at 6:15 pm
Wah.. lha yang kayak gini yang sebenernya juga kita perlukan. Terus terang saya pengen punya kotak ajaib itu, tapi khan kepulangan saya masih cukup lama. Kira-kira masih kebagian nggak ya? Onegaishimasu.
from shikoku with love and peace,
masfiq
http://www.asiannetbisnis.blogspot.com
November 15th, 2006 at 12:01 am
Mas tenanan sampah organik gak berbau?
kok nduweku mambune rak ketulungan yo?
November 15th, 2006 at 2:41 am
Idenya memang keren, udah mengatasi sampah, menghasilkan sesuatu yang berguna yang berguna pula. One more reason to adore Japan, beside Miyabi of course
November 15th, 2006 at 9:10 am
to masfiq: tenang aja mas dalam beberapa tahun ke depan kotak-kotak sakti ini msh kita sebarkan
to avante: ya kalo udah masuk kotak ini pasti gak bau
makanya ’sakti’ khan?!??!
to budi: hah Miyabi masuk kotaknya takakura *halah*
February 8th, 2007 at 5:40 pm
[...] untuk orang-orang kota kok, tidak kotor, tidak susah, dan keranjangnya bisa ditaruh didalam rumah (lihat posting sebelumnya). Kalau untuk sampah kering atau plastik, kita harus berinisiatif mengumpulkannya dan [...]
February 9th, 2007 at 10:02 am
wah begitu baca heran plus penasaran. WOW !… informasi ini perlu kita sebarluaskan. kalo jd objek percontohan dibagi gratis dong ke masyarakat,
May 8th, 2007 at 10:47 pm
Mas, gimana caranya bikin keranjang takakura sendiri ?
terimakasih
May 9th, 2007 at 9:04 am
bisa sih tp mesti lewat beberapa pelatihan
.. skrg sudah dibuka untuk umum, tungguin aja bentar lagi bakal aku umum-in
May 31st, 2007 at 11:37 pm
” saya menyarankan. untuk pemerintah merespon kotak sakti takakura, agar dapat menanggulangi sampah.”
June 8th, 2007 at 1:28 pm
mau dong mas .. atuu aja ..
June 8th, 2007 at 1:36 pm
halah malah komen disini ..sana absen pembelian di milis
June 21st, 2007 at 2:13 pm
“Bagaimana cara pemesanan keranjang ini.”
karena sy mau coba didaerah sy,untuk dapat mengurangi timbunan sampah disekitar dsb.
June 21st, 2007 at 6:32 pm
# novian : e-mailnya apa? ataw blog? krn gak ninggalin jejak berupa link dll jadi aku gak bisa lacak… BTW juga novian tinggal dimana?
July 2nd, 2007 at 8:41 am
bagus juga idenya, mbo ya klo bs lebih dipromosikan lewat media televisi, sekalian cari sponsor. kan buat nya perlu dana.
July 25th, 2007 at 3:37 pm
mau juga dong…buat Bandung nih
pelatihannya juga boleh
lebih lanjutnya gimana?
makasih
July 31st, 2007 at 1:55 pm
[...] Eh, aduh. Em… Untuk cerita lengkapnya, termasuk latar belakang biologinya, bisa liat di sini, sini, atau sini. [...]
August 16th, 2007 at 2:48 pm
Kenapa klo g nyari informasi ttg kotak ajaib ini selalu harus lewat website seh….
Mana Stasiun Televisi qta??
October 30th, 2007 at 6:15 pm
Bagus artiklenya, saya masukan disini yah
http://olahsampah.multiply.com/journal/item/11/Keranjang_Ajaib_Takakura_
biar bakterinya menyebar ke seluruh negri.
salam,
tigor
December 3rd, 2007 at 9:48 am
aku tertarik dengan si keranjang ajaib itu buat masyarakat di kalimantan. tapi bagaimana ya … kalau mau order, dan berapa harganya ?
salam
suryanto
January 2nd, 2008 at 10:56 am
Bang kok gak ada cara membuatnya, saya pengen sekali membuat sendiri karena mungkin di balikpapan belum ada yang jual…daripada capek2 buang sampah ke TPS kan mendingan bikin sendiri sukur2 bisa dikembangkan. Trims
January 10th, 2008 at 5:07 pm
[...] (tempat Om Didut) dan Pusdakota Universitas Surabaya. Dengan kotak “sakti” yang dinamakan “Takakura,” mereka mengedukasi masyarakat kota Surabaya untuk mengelola sendiri [...]
January 12th, 2008 at 8:50 am
aku mau kotaknya, gratis apa bayar, berapa duwit?
bakteri padatnya beli juga tuh,dimana & berapa?
thanks
January 12th, 2008 at 5:30 pm
kita di semarang, sambiroto tepatnya,bakterinya jual gak mas berapa,kok blm dijawab!
yayasan bintari,bidang apa aja kerjanya,alamat diamana,thanks jawabanya
January 12th, 2008 at 7:07 pm
itu kotak harganya sudah lengkap sama isinya … khan harga pengganti sudah saya jawab
Alamat BINTARI di Cinde Barat no 11
January 23rd, 2008 at 1:21 am
[...] tetangga karena kegiatannya yang dianggap buang-buang waktu dan tenaga karena dulu belum ada metode takakura sehingga sampah organik lebih mudah dikelola seperti [...]
January 25th, 2008 at 8:32 pm
Berapa harganya ??
bisa diantar ??
February 1st, 2008 at 7:22 pm
ada ngga ya..cara pengomposan yang ga pake pengadukan…
February 7th, 2008 at 11:50 am
oke. keranjang sakti……
February 28th, 2008 at 5:42 pm
apakah bisa kotaknya buat sendiri???
klo buat sendiri bakteri padatnya dapatnya dimana??
February 28th, 2008 at 5:49 pm
#joe: kalo mo buat sendiri bisa dibuka http://blogsampah.blogsome.com/
February 28th, 2008 at 5:51 pm
March 1st, 2008 at 4:24 pm
harganya berapa klo beli trs klo bikin sendiri kpn datang ke magetan? ana dah ninggalin email jd bls dooong tertarik nih kayaknya soale ana hobi berkebun kan lumayan buat pupuk sendiri
April 7th, 2008 at 7:51 pm
hasilnya bagus
artikel ini bermanfaat banget untuk banyak orang
April 9th, 2008 at 6:25 pm
hebat buangets tu keranjang coz bisa kurangi dampak sampah yang jelek jadi dapat dimanfaatin pupuk
>-
April 17th, 2008 at 5:13 pm
saya tertarik dengan takakura nih mas..apa gak bisa dibuat sendiri..? caranya gimana mas..?
April 17th, 2008 at 5:17 pm
# p indra: sy japri ya pak
April 24th, 2008 at 10:23 am
KAMI DI BATU - MALANG SEDANG MEMULAI MENGENALKAN TAKAKURA .TAPI BANYAK PERTANYAN TENTANG BAGAIMANA PEMBUATAN STARTERNYA .TOLONG KALAU ADA YANG BISA MEMBERI PENJELASAN TENTANG PEMBUATAN STARTER KOMPOSNYA SECARA DETAIL . THANK’S
May 5th, 2008 at 5:15 pm
Mas didut katanya mo japri balasannya..? koq belum ada..
May 10th, 2008 at 1:20 am
[...] (tempat Om Didut) dan Pusdakota Universitas Surabaya. Dengan kotak “sakti” yang dinamakan “Takakura,” mereka mengedukasi masyarakat kota Surabaya untuk mengelola sendiri [...]
July 30th, 2008 at 1:11 am
[...] Clearwaste Loenpia Keranjang Takakura Blogsampah Tabloid [...]