Author Archives: mociman

No Sex Until Married!

Loenpia pada hari Sabtu, 7 Juni 2008 kemarin diundang Indiesroom untuk menghadiri acara press conference untuk album perdana Refren yang berjudul No Sex Until Married di Kedai Baca T’Buko yang berada di daerah Sampangan. Refren adalah band beraliran pop rock asal Semarang yang beranggotakan lima orang. Mereka adalah Dino (vokal), Agung (drum, perkusi), Indung (gitar), […]

Online Bookmark

Internet adalah sumber informasi yang sangat luas. Kita bisa mendapatkan berbagai macam informasi dari internet. Mulai dari resep masakan, tutorial bahasa-bahasa pemrograman, sampai karya ilmiah. Begitu besarnya dan banyaknya informasi di Internet, sulit bagi kita untuk mengingat alamat dari informasi-informasi penting yang pernah kita dapatkan di Internet. Misalkan saja alamat website untuk sebuah artikel seperti […]

Ulang Tahun Loenpia Yang Pertama

Apa arti satu tahun bagi sebuah komunitas blogger? Entah bagi komunitas lain, tapi bagi Loenpia yang jelas adalah foto-foto dan makan-makan. Itulah yang terekam dalam acara ulang tahun pertama Loenpia kemarin, yang dilangsungkan di kafe Happy Tembalang. Acara yang sekaligus dimaksudkan sebagai acara buka bersama ini dihadiri puluhan tukang loenpia. Lebih tepatnya sih sekitar 19 […]

Audisi Super Deal 2 Milyar – laporan singkat yang agak panjang

Apa yang akan anda lakukan dengan uang dua milyar? Hmm, apapun itu yang pasti mendapatkan uang dua milyar adalah suatu pengalaman yang akan mengubah arah hidup seseorang. Tentu saja berubah, dari seseorang yang tidak memiliki uang dua milyar menjadi sesorang yang memiliki uang dua milyar. Lihat, berubah kan? Tentu saja lain ceritanya kalau sebelum itu […]

katanya disuruh kenalan..

Halo, apa kabar dunia? Nama saya Ahmad Dendi Dwipayana. Tapi entah kenapa orang-orang lebih memilih memanggil saya Dendi. Seingat saya, saya sudah dipanggil Dendi sejak pertama kali saya mampu mengingat. Tapi tentu saja, selama perjalanan hidup saya begitu banyak panggilan untuk saya.. Ada kamu, elu, kowe, ente, situ, hey, oi, woooy, ehm, ehem-ehem dan masih […]