Karena Loenpia Lebih Enak Dimakan Bersama!

Badan Promosi Wisata Semarang, Perlukah?

3

Mau bertamasya di Semarang? Mau lihat apa? Kebun binatang? Paling-paling ke mal. Itulah persepsi umum yang sudah melekat erat di benak banyak masyarakat kota Semarang. Mereka sering merasa bahwa Semarang tidak punya apa-apa yang bisa dinikmati sebagai kota wisata. Coba tengok setiap akhir pekan atau liburan, pasti yang ramai adalah Mall di pusat kota sedangkan tempat wisata yang tersebar diseluruh penjuru kota jumlah pengunjungnya tidak seberapa dibanding hari biasa.

Untuk membuat Semarang sebagai kota tujuan wisata nasional dan internasional, perlu dibentuk badan promosi di luar Dinas Pariwisata yang diolah secara profesional, serta lebih fleksibel dalam bergerak. Badan promosi pariwisata ini harus memfokuskan diri pada dua hal utama. Yaitu, pemetaan produk wisata kota Semarang dan kegiatan promosinya. Badan promosi bisa menggandeng swasta untuk mengiklankan produknya sekaligus mengiklankan pariwisata Semarang. Banyak sekali potensi perusahaan swasta seperti produk jamu, rokok, furniture, makanan yang digandeng dengan memberikan sentuhan iklan yang menyisipkan potensi kota Semarang. Sebagai timbal baliknya, pemkot dapat memberikan space iklan atau potongan pajak bagi yang ikut mempromosikan wisata Semarang.

Pemetaan Produk Wisata

Semarang menyimpan banyak potensi wisata, baik alam maupun budaya. Namun sayang, potensi tersebut belum diinventarisasi dengan baik untuk dikembangkan lebih lanjut. Badan ini harus mampu memetakan potensi wisata di Semarang misalnya dengan berdasarkan karakter wilayah.

Semarang Barat, dapat diset dengan ”Selamat Datang Semarang”, Sebagai pintu gerbang utama kota Semarang, khususnya jalur darat dan udara, seharusnya atmosfir kota Semarang sudah terasa ketika seseorang memasuki kawasan ini. Atmosfir harus diciptakan supaya pengunjung yang datang ke Semarang merasa bahwa mereka sudah ada di Semarang. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat ornamen kota khas Semarang yang eye catching di bundaran Kalibanteng dan sepanjang Jalan Siliwangi. Patung Selamat datang perlu dibuat di Bundaran Kalibanteng dengan penataan lampu yang lebih artistik untuk menyampaikan pesan kepada para pengunjung bahwa mereka telah berada di kota Semarang.

Semarang Timur dapat diset sebagai ”Pesona Religi dan Seni”, Hai ini terkait dengan Masjid Agung Jawa Tengah yang cukup monumental dengan fasilitas pendukung berupa lahan parkir yang cukup luas yang akan bermanfaat untuk menyelenggarakan event yang bersifat religius.

Semarang Utara, dapat diset dengan ” Pesona Pantai Semarang”, Seperti halnya kota-kota wisata lain, pantai merupakan unsur penarik utama pengunjung untuk datang. Semarang mempunyai Pantai Marina. Memang, warna pasir pantai ini tidaklah putih, namun bukan berarti pantai ini tidak bisa menarik orang untuk datang ke sana. Selain pesona pantai juga tersedia fasilitas lain seperti Arena Balap di Tawang Mas, Kawasan PRPP, dan Puri Maerokoco yang harus rutin menyelenggarakan event untuk menarik minat pengunjung.

Semarang Selatan dapat diset dengan  “Pesona Bukit untuk Menikmati Hidup”, Kawasan Semarang atas ini sudah terkenal dengan segala kemewahan yang ditawarkan dan penataan lingkungan yang menawan. Segala fasilitas hidup mewah, seperti hotel, apartemen, Perumahan Elite dikawasan Candi dan Bukit Sari misalnya, Rumah makan mewah, dan fasilitas lain telah membuat kawasan ini enak untuk tempat tinggal. Selain itu, keberadaan lapangan golf menjadi daya tarik tersendiri. Dari kawasan atas ini selain menawarkan kesejukan alamnya juga dapat menikmati keindahan semarang dari atas ditemani secangkir kopi atau teh hangat dikala senja.

Semarang Tengah dapat diset dengan “Kawasan Budaya dan Jantung Kota”, Pusat Bisnis Semarang terdapat di sini. Di kawasan ini terdapat banyak gedung perkantoran dan fasilitas untuk melakukan pertemuan bisnis maupun menyelenggarakan pameran dagang berskala internasional. Potensi kota lama sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, banyak terdapat peninggalan sejarah dan budaya, baik berupa bangunan maupun kawasan budaya. Misalnya, gedung Marba, Gereja Blenduk, Pasar Johar, Kantor Pos Besar, Jembatan Mberok dan bangunan tua lainnya. Selain itu, kawasan budaya seperti Pecinan “China Town” dengan Warung Semawis, Klenteng Tay Kak Sie juga terletak di wilayah ini.

Promosi Wisata

Setelah dilakukan pemetaan potensi, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan promosi berdasarkan potensi setiap wilayah. Selain mempromosikan kawasan wisata, juga harus membuat calendar of events kota Semarang. Hal ini bisa dilakukan dengan terlebih dulu menginventarisasi segala kegiatan yang biasanya diadakan di Semarang. Seperti Semarang Big Sale, Festival Seni Semarang, Festival Beduk yang terkait dengan Dugderan, Festival dan Perayaan Tahun Baru China (Imlek) yang terkait dengan Warung Semawis, Pameran Pembangunan dan Wisata yang terkait dengan PRPP, Festival Sam Po Kong  dan lainnya.

 

Penulis : sukawi ——– penghuni kota tropis

3 Comments
  1. novpras says

    pertamax…

    postingane keren…

  2. slamsr says

    wowww keren nih idenya…
    semoga pejabat yang mempunyai kekuasaan bisa mendengar
    *usul pak kawi sebagai walikota semarang selanjutnya*

  3. Mimin says

    Wis Pak Kawi ae sing menang xixixi…

Leave A Reply

Your email address will not be published.