Karena Loenpia Lebih Enak Dimakan Bersama!

BERBAGI; Proses Kreatif dalam Menulis

5

Setelah menulis tentang alasan kenapa saya ngeblog, saya jadi kepikiran lagi untuk menulis sekaligus membagi tips selama saya menjadi blogger. Bukan bermaksud menyombongkan diri, hanya sekedar  ingin berbagi pengalaman. Toh, ngeblog sangat banyak manfaatnya meski sekarang ini mungkin sudah banyak blogger yang membiarkan blognya dipenuhi sarang laba-laba.

Selama periode tahun 2011 ini saya memang lagi keranjingan ngeblog, blog diupdate hampir setiap hari. Bahkan pada periode bulan Februari 2011 saya menantang diri sendiri untuk posting selama satu bulan penuh tanpa bolong. Syukur saya berhasil menaklukkan tantangan itu.

Kenapa saya bisa serajin itu ? Apa saya tidak pernah kehabisan ide ? Berikut adalah catatan saya :

Rahasianya ada di passion. passion yang kuat untuk menulis adalah modal dari segalanya. Ketika punya passion yang kuat, keadaan apapun pasti akan ada saja waktu yang bisa dimanfaatkan untuk membuat postingan.

Kemudian muncul pertanyaan, bagaimana memunculkan passion itu ? Jawabannya pasti beragam. Saya memang sudah hobi menulis dan blog adalah saluran tepat untuk hobi saya itu. Selain itu saya selalu menganggap kalau ngeblog adalah proses agar otak saya tidak berkarat. Dengan menulis saya merasa bisa memberikan rangsangan pada sel-sel otak agar selalu bekerja dan selalu segar.

Berikutnya adalah soal ide tulisan. Ini adalah hal krusial bagi sebagian besar blogger. Banyak blogger yang berhenti menulis ketika merasa mentok pada tatanan ide. Bingung harus menulis apa dan bingung harus mulai dari mana.

Seperti yang pernah dibilang oleh Dewi Lestari, ide itu seperti aliran sungai yang mengalir di alam bawah sadar kita. Sungai itu tidak pernah kering, kita saja yang jarang menengoknya. Kadang kita hanya perlu waktu untuk sesekali turun ke dasar sana, menengok sungai yang terus mengalir itu dan kemudian mengambil beberapa yang kita inginkan. Sesederhana itu.

Metode untuk turun ke bawah dan menengok aliran sungai ide itu beragam, tergantung kita sendiri tentunya. Kadang kita juga butuh senjata khusus untuk melancarkan metode pengambilan air di sungai ide itu. Saya sendiri menggunakan beberapa tools, alat untuk menjaring ide. Sebuah buku kecil saya gunakan untuk mencatat apa saja yang sedang berkelebat di kepala.sebaris kalimat yang berisi ide yang sedang berkelebat nantinya akan saya kembangkan menjadi sebuah postingan. Jika si buku kecil tak sedang di tangan, giliran handphone yang berfungsi.

Banyak membaca, banyak bergaul dan banyak ngobrol ( secara langsung atau secara virtual ) dengan orang lain juga bisa jadi stimulasi yang pas untuk menjaring ide.

Setelah ide tulisan ada, berikutnya adalah proses menulis. Saya percaya pada satu kalimat bahwa untuk menjadi seorang blogger atau penulis, mulailah menulis dari apa saja yang kamu suka. Tidak usah pedulikan tulisannya akan terkesan cemen, tidak penting atau membosankan. Intinya adalah, anda suka, anda tulis.

Tapi, ini hanya jadi landasan saja. Setelah terbiasa menulis maka tiba saatnya kita rise the bar, naikkan tantangan. Masak mau menulis yang cemen, tidak penting dan membosankan terus ? Minimal ada perbaikan dari cara bertutur lah. Soal tema yang diangkat, tak ada sebuah keharusan bukan ? Karena ini blog pribadi kita, ya silakan saja menulis dengan tema apa. Tema terlarang sekalipun, toh anda sendiri yang akan menanggung akibatnya.

Pesan moralnya, mulailah dengan apa saja yang anda suka, dengan gaya apa saja yang menurut anda nyaman tapi jangan berhenti di situ. Perbaiki kualitas anda meski perlahan-lahan.

Masalah berikutnya adalah waktu. Untuk menulis dan membuat postingan setiap blogger biasanya butuh waktu yang berbeda. Saya sendiri butuh waktu yang beragam. Untuk sebuah tulisan yang panjang, dalam dan serius saya butuh sekitar satu hingga dua jam sampai tulisan saya jadi. Tapi untuk sebuah postingan yang sederhana saya cukup membutuhkan waktu 15-30 menit.

Tak perlu pasang standar berapa lama kita harus menulis. Rilekslah, mulailah dengan cara anda sendiri, jika sudah terbiasa segalanya akan jadi mudah.

Oh ya, ada satu tips lagi. Saat saya betul-betul merasa sedang tidak punya waktu yang lowong, sementara saya sedang berada dalam tuntutan-diri sendiri-untuk membuat postingan maka salah satu caranya adalah membuat esai foto atau setidaknya membuat postingan yang isinya sebagian besar adalah foto. Cukup memberi beberapa keterangan tambahan, dan jadilah sebuah postingan.

Terus, apa harus posting setiap hari ? Ya tentu tidak. Postinglah sesuka anda, tapi memang alangkah bagusnya kalau blog jangan sampai berdebu atau penuh sarang laba-laba. Yakinlah, ngeblog itu banyak manfaatnya koq.

Jadi, kapan ngeblog lagi ?

5 Comments
  1. danie says

    kadang (buat saya) meski sudah punya ide dan dicatat, ketika berhadapan dengan komputer jadi hilang dan menguap.

  2. Mimin says

    Baru baca.Mo nambahin dikit : soal ide
    Cari yang paling dekat sehingga mudah diingat.Bisa dari film yg baru saja kita tonton, buku yg baru saja dibaca, pengalaman temen sekitar, atau pengalaman sendiri.
    Let’s write what you think!

  3. Alfi Kozawa says

    Tambahan ilmu lagi nih.. ku newbie di wp jadi masih sangat banyak banyak banget belajar dari yg udah berpengalaman. Thanx atas postingan yg bermutu ini..

  4. Arjuna says

    Passiaon gak muncul dari target2 kuantitiatif, tapi kesenangan…
    Thanks infonya…

  5. Achmad Shiva'ul Haa Asjach says

    Jadi, kapan ngeblog lagi om? 😀

Leave A Reply

Your email address will not be published.