Bibit Jurnalis dari Blogger

Perjalanan Nasib Blogger di Semarang

Acara yang di support oleh KDW (Kelompok diskusi wartawan) dan Telkom dan Loenpia.net (Komunitas Blogger Semarang) yang terlaksana beberapa waktu lalu ini membahas tentang indahnya sebuah kreatifitas menulis yang tentu saja untuk melahirkan bibit-bibit jurnalisme profesional dari kota loenpia ini. Kegiatan ini diisi oleh perwakilan dari KDW yaitu ketuanya M. Saronji dan media Suara Merdeka, Ibu Sonya Helen Sinombor salah satu wartawan senior harian Kompas dan Loepia [dot] net yaitu Komunitas Blogger Semarang. Kegiatan ini di buka dengan sedikit gambaran tentang dunia jurnalistik oleh M. Saroji dimana seorang wartawan itu tidak boleh sembarangan, ada kode etik jurnalistiknya jadi tidak cuman liputan hingga dijadikan sebuah berita. Penulisan artikel yang baik dengan rumus 5W1H baca: lima we satu ha, yaitu What? (Apa), Who? (Siapa), Where? (Dimana), When? (Kapan ), Why? (Kenapa) dan How? (Bagaimana), rumus penulisan ini harus ada dalam tiap unsur penulisan yang baik, hal ini dijelaskan oleh Ibu Sonya Helen Sinombor. Dan penghujung acara diisi oleh Loenpia [dot] net yang mengenalkan media blog dan teknik pembuatan blog sekaligus etika para blogger seperti halnya dilarang meng-copypaste dalam hasil karyanya, pembuatan blog ini menggunakan mesin blogspot yang sudah akrab dalam dunia blog di internet.

Blog Your Mind, sebuah acara yang diharapkan melahirkan bibit profesionalisme dalam bidang penulisan ini digelar di gedung kopegtel lantai 3, ruko Pemuda Mas, jalan pemuda 150 blok A14 berlangsung sekitar lima jam dan ini sangat bermanfaat dan menyenangkan terutama acara intinya yaitu pelatihan pembuatan blog yang dibimbing seluruhnya oleh loenpia [dot] net dan diikuti oleh dari beberapa kalangan antara lain para wartawan, pondok pesantren, kalangan universitas dan umum.

Kegiatan ini diharapkan para masyarakat dunia nyata kenal dan akrab dengan salah satu kegiatan yang ada di dunia maya yaitu blog, sebab kegiatan di dunia maya seperti chatting dan browsing sudah melekat dan diketahui oleh masyarakat kita namun, blog, journal atau disebut juga diary online ini salah satu kegiatan positif yang di beberapa kota sudah banyak pemakainya namun di kota Semarang hal ini masih kurang diminati.

Diharapkan dari pelatihan ini dapat melahirkan blogger-blogger aktif dan sukses hingga mengikuti perkembangan dunia jurnalisme dan blog yang makin pesat. Maju Terus Blogger Semarang, Jangan Berhenti Berkreatifitas!!

opening
Sesi Pertama : Pelatihan Jurnalisme oleh KDW Jateng.

opening
Sesi Kedua : Sesi kedua oleh Loenpia.net, pelatihan pembuatan blog.

opening
Jalannya Pelatihan : Loenpia.net in Action!

NB: Fenomena ini telah terekan dalam sebuah kamera digital silahkan clik disini

Tulisan Terkait :
Dendi : blaahhggyermind!
Budi : Blog Your Mind!
Adam : Road to Loenpia
Fany : Acara Blog Your Mind
Yogie : Blog Your Mind!!

29 thoughts on “Bibit Jurnalis dari Blogger

  1. Rosidi says:

    Selamat & sukses atas terselenggaranya pelatihan Blog oleh Loenpia kerjasama KDW Jateng dan Telkom.
    Eh, numpang info, bentar lagi buku pertama penerbit saya mau kelar. judul bukunya “The Regala 204B”. Sayang waktu saya masuk Loenpia.net materi dah siap. jadi maaf kalo gak ada ucapan buat kawan2 saya di komunitas Loenpia. Tapi untuk selanjutnya, insyaallah saya ikutkan dalam buku2 yang akan saya terbitkan.
    So, jangan lupa pada beli bukunya, ya. Karna sebagian dari hasil penjualan itu, nanti buat amal dan sebagian buat menerbitkan buku lain.
    Thanks. Pemesana bisa via email saya: rosidi_kalem2000@yahoo.com/HP: 081 325 098 806

  2. fian says:

    inget-inget!!! jangan kebawa diri lho ya….
    ini semua cobaan buat kita semua untuk membenahi segala sesuatunya di loenpia agar jadi lebih baik, akrab dan narsis :d

  3. ono says:

    Selamat dan sukses teruntuk loenpia dot net juga para pawang2x nya dan semua pendukungnya. ini baru namanya loenpia.

    //kalau tidak sekarang, kapan lagi//

  4. boku_baka says:

    Buat mas Lutfi, silahkan register di blog ini, terus ikuti juga milis kita.. dan kalo bisa dateng besok Jumat 4 Agustus 2006 pukul 19.00 di Masjid Baiturrahman.

    Welcome!

  5. Ricky says:

    Pelatihan ini masuk koran Suara Merdeka dan Jawa Pos ya… Baguuusss….hebat…hebat…
    Aku juga posting mengenai pelatihan ini lho di Blog-Ku,
    he..he..he..
    Selamat deh buat Loenpia.
    Chao, 🙂

  6. boku_baka says:

    Katanya besok mau masuk Radar Semarang lagi hal 1?
    Wuedan tenan ik, pantesan ada orang tertentu yang.. err.. pengen!

    hahaha.. :-“

  7. udin says:

    sepakat, dari blogger bisa memunculkan bibit jurnalis. tapi rata-rata blogger masih belum mnjadikan menulis sebagai aktivitas pokok. so bagaimana kemampuan menulis bisa terasah….

    sori komentar orang awam yang lagi belajar menjadi jurnalis

  8. sesy says:

    aku nyesel nih kemarin gak jadi ikutan baca undangan kopdarnya telat sih he he. lain kali ngadain lagi ya………. kayaknya peminatnya banyak dan seru
    HIDUP LOENPIA!!!!!!!!!!!!!

  9. fian says:

    mbak sesy, maaf aku telat konfirm coz beberapa hari ini koneksi internetku ngadat je…
    besok tgl 4 di tangga baiturrahman pukul 19.00 alias jam 7 malam dateng aja mbak…. anaknya diajak ya hehehe:d

  10. Avante says:

    Btw, (rencana) acara yang selanjutnya gak diposting nih? siapa tau ada yang gak ikut kopdar kemaren Jum’at tapi bisa bantu? 😕

  11. rani says:

    wah, seru jg t acaranya:-?knp mo bkin acara serupa d jogja ni,soalnya aku anak jogja kan pengen juga ikutan walaupun aku bukan kuliah nd jurnalis tp pengen bgt lho jd jurnalis:dsudah obsesi;)

  12. Rosidi says:

    Mencermati Pencemaran Sungai Semarang

    Pola hidup bersih dan sehat hanya tercipta jika di dukung dengan lingkungan yang bersih dan sehat pula. Lingkungan itu meliputi perumahan, jalan, kebun, dan sungai atau aliran air.
    Berkaitan dengan kebersihan lingkungan, Semarang bisa dibilang buruk. Kenapa? Padahal program “resik-resik kutho” yang digalakkan pemerintah kota, telah mengantarkan ibukota Provinsi ini memperoleh penghargaan Adipura Kencana.
    Ya. Program resik-resik kutho memang telah mengantarkan semarang meraih penghargaan. Namun program itu belum mampu menyentuh semua lapisan masyarakat dan menyadarkannya akan pentingnya hidup bersih dan sehat. Resik-resik kutho hanya ada di wilayah yang di blow up oleh media. Bagaimana dengan yang lain?
    Rob yang seringkali terjadi setiap kali turun hujan, bukanlah suatu kebetulan dan gejala alam yang harus diterima begitu saja. Karena itu terjadi akibat pendangkalan sungai-sungai dan tersumbatnya saluran air yang ada.
    Pendangkalan sungai yang ada, bisa dilihat misalnya di sungai Banjir Kanal Timur dan sungai Barito. Di kedua sungai ini bahkan tidak hanya terjadi pendangkalan. Penyempitan dan bau tak sedap (busuk) akibat sampah yang dibuang sembarangan, juga menjadi pemandangan yang sangat meresahkan.
    Tidak hanya di kedua sungai ini. Kebanyakan sungai di semarang, kini sudah tercemar oleh limbah dan dijadikan pembuangan sampah oleh orang-orang yang tidak mau tahu akan pentingnya lingkungan yang bersih.
    Kondisi tersebut, jika terus dibiarkan, akan berakibat buruk bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Selain bisa menjadi penyebab rob, juga bisa menyebabkan percepatan penyebaran penyakit.
    Penyebaran penyakit itu terjadi karena sungai-sungai yang kotor, berpotensi besar dijadikan sarang nyamuk. Selain itu, bau busuk yang dikeluarkan, juga bisa berakibat buruk bagi pernafasan.
    Karena itu, pemerintah kota semarang harus segera mengambil tindakan. Sosialisasi terhadap pentingnya hidup bersih harus digalakkan. Pembersihan sungai-sungai dan pelarangan pembuangan sampah di sungai, harus segera dilaksanakan. Syukur nanti ada SK Walikota yang khusus membahas masalah kebersihan lingkungan berikut sanksi yang bakal diterima jika melanggarnya.
    Dengan begitu, maka pencemaran lingkungan terutama pencemaran sungai, sedikit demi sedikit akan terkikis dan hilang. Akhirnya hidup bersih dan sehat tidak akan lagi sekadar wacana di ruang-ruang diskusi dan seminar tanpa kenyataan. Tapi juga dapat diwujudnyatakan. (Rosidi)

Berikan komentarmu...