Karena Loenpia Lebih Enak Dimakan Bersama!

Masjid Layur, Tempat Ibadah di Kampung Melayu

15


Masjid Layur, salah satu masjid tua di Semarang yang masih kokoh berdiri terletak di jalan Layur Kampung Melayu. Lokasinya cukup mudah dijangkau, dari arah pasar Johar ikuti jalur putar yang menuju arah kantor pos atau arah stasiun Tawang, dari rel kereta api di depan Jalan Layur, menara Masjid Layur sudah kelihatan kokoh menjulang tinggi. Dinamakan Kampung Melayu karena pada tahun 1743 sebagian besar orang yang mendiami kawasan tersebut adalah orang-orang ras Melayu.Pada masa tersebut di kampung ini terdapat tempat untuk mendarat kapal dan perahu yang membawa barang dagangan, sehingga tidak mengherankan kalau ada bagian yang dinamakan pula Melayu Dara. Lokasinya yang sangat strategis mengundang orang untuk berdiam di situ pula. Dicatat bahwa orang-orang dari Arab kemudian menempati kampung tersebut.

 

Dilihat dari luar, masjid Layur menyimpan banyak sejarah masa lalu daerah sekitar masjid dan Semarang pada umumnya. Dari segi bangunan, masjid Layur termasuk salah satu masjid yang unik, masjid ini dikelilingi tembok tinggi dengan menara khas Timur Tengah berada di depan, di samping pintu masuk. Bangunan utama masjid sendiri bergaya khas Jawa dengan atap masjid susun tiga, ornamen-ornamen dinding terlihat unik dan indah. Lantai bangunan dibuat seperti rumah gadang dan hanya dapat dicapai dengan tangga yang terdapat pada sisi muka. Pondasi dari batu yang memikul struktur kerangka kayu. Masjid ini dilihat dari gaya arsitekturnya merupakan percampuran dari tiga budaya yaitu Jawa, Melayu dan Arab dengan sentuhan keindahan oleh para pembuatnya.

Walaupun sudah dimakan usia namun masjid ini masih kokoh dan masih digunakan oleh masyarakat sekitar untuk beribadah. Sampai sekarang masjid ini masih terus dirawat oleh yayasan masjid setempat sebagai upaya pelestarian sejarah dan sebagai masjid tua kebanggaan Kota Semarang. Secara menyeluruh masjid Layur masih asli seperti pertama kali dibuat, hanya ada sedikit perbaikan seperti penggantian genteng dan penambahan ruang untuk pengelola pada sisi kanan kompleks masjid.

Object:

Masjid Layur (Layur Mosque)

Where at:

Layur Street, from Johar Market, take a U-turn that leads towards the Semarang Post Office, or Tawang Railway Station. On the way there, follow the minaret, visible on your left.

Highlights:

The mosque architecture is influenced by at least three cultures; Arabic, Javanese and Malay. It is located in Kampung Melayu (Malay village); which was once populated mainly by Malay who settled in Semarang. Later on the Arabs came and only after then the mosque was built. Although the mosque is old, the building itself remains original and unchanged; except for a few minor fixes on the roof; and a small house built for the mosque secretariat.

15 Comments
  1. Derry Fauzi says

    hmh, garmbar masjidnya ko gelap yah. sayang tuh, harusnya ambil gambar yang menunjukan kemegahan masjid tersebut.

  2. oh says

    gmabar masjid kok gelap jangan 2 buat ap nie ternag lah kmu masjid

  3. akhlis says

    I once saw this great mosque few years ago when I had to teach some students English.it’s somewhat a tough and rough neighborhood, in spite of its religious atmosphere.I heard a muder happened in Barutikung, a part of Layur.but two things I remember most are tide(‘rob’)and of course, poverty.lots of people there aren’t employed or educated,or even they get employed,they aren’t well-paid.I guess,the local authority must pay more attention to this area.on top of that,it’s a dazzling part of semarang…

  4. teguh budianto/totok says

    mesjid layur dan sekitarnya tentu udah terganggu dengan air laut yang pasang naik, termasuk setasiun Tawang.
    dulu aku tinggal di Imambonjol/Kp Karangbranti No25 smg sekarang Hotel Rahayu.

  5. puadi says

    Pemahaman akan seni budaya dan sejarah kita, akan menciptakan rasa kesadaran untuk mencintai, menghargai sisa-sisa kebudayaan kita masa lalu yang kaya akan pencampuran budaya… let’s to be your’s nation

  6. susilo m says

    Semoga kita semua diberi rahkmat kasih dan sayang Nya kepada sesama.

    Mari kita makmurkan Mesjid Layur ini, khususnya bagi warga sekitar Kampung Melayu.

    “SM” masih mengingat-ingat pada masa kecil kalau mau ke Tanjung Mas apakah selalu melewati daerah ini, yang banyak toko kelontong jualan perlengkapan pancing ?

    Semoga mesjid ini juga selalu dipelihara dan dilestarikan untuk Semarang dimasa mendatang.

    Salam,

    SM

  7. tito sumarwoto says

    Gambar yang bagus sekali…
    So many mosques in Semarang but this one so ancient and historical, great !!! Long live Masjid Layur

  8. Mugi Hartoyo says

    Masjid ini memang sangat historikal bagi kota semarang,memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh masjid-masjid lain di Indonesia. Tempatnya sangat nyaman untuk beribadah. Namun sayang, daerah sekitar masjid (jalan Layur) merupakan salah satu daerah yang terkena ROB di kota Semarang, sehingga terlihat sangat kumuh. Sudah sering kali jalan layur ditinggikan untuk menghindari ROB, namun selalu terendam lagi, sehingga memungkinkan masjid akan terkena ROB di masa mendatang, untungnya lanta untuk ibadah (shalat) cukup tinggi, karena untuk mencapai lantai shalat kita harus melewati beberapa anak tangga. Supaya masjid ini bisa dipertahankan, mohon pemerintah kota Semarang memberikan perhatian khusus pada daerah ini, tentunya perlu dukungan warga sekitar. Supaya semakin menarik, bangunan-bangunan khas thionhwa di kiri kanan jalan layur bisa direnovasi kembali. Maaf cuma bisa memberikan saran. Wassalam.

  9. vera says

    apkah d arab seperti

  10. iwan says

    masjidnya gelap krna muhammad abis tidur n nangis

  11. masblack says

    hmmm layur….

    Kampung Layur sebenarnya dl adalah kampung Arab dan Melayu… dulu disitulah pelabuhan lama kota Semarang ada….

    kalo tidak salah sungai itu tembus ke sungai mberok…
    konon dl kapal-kapal saudagar bisa masuk sampai k pasar johar…
    cerita dari mbah kakung dan bapak saya….

    sebagian besar daerah pesisir utara kota semarang menurut saya sudah mengalami transformasi etnik, budaya, dan image lingkungan. Bahkan cenderung berubah ke arah areal kumuh (slum area)

    Ironisnya…
    Pemkot terkesan setengah hati menyikapi masalah ini…..
    Semarang Kotaku…. Kotaku yang menangis….

  12. fariz fardianto says

    i hope kampung melayu can diffended forever………cz i loving semarang bgt!!!

  13. windi says

    Cukup bagus pelestarian dan perawatan atas masjid bersejarah tersebut. Meskipun daerah sekitar adalah daerah yang sering tergenang air pasang, namun mari kita doakan agar rehabilitasi dan perawatan masjid bisa lebih baik lagi. Dan semoga rencana pemkot/pemprov yang menganggarkan dana rehab sebesar Rp.250.000.000,- bisa dimaksimalkan untuk pembangunan masjid tersebut, amin. Dan tidak dikorupsi siapapun!! Ingat ini Rumah Allah SWT, balasannya langsung di akhirat! Baik kata dan tindakan kita, sorga balasannya. Buruk kata dan kelakuan kita, neraka tempatnya. Dan manusia pasti mati suatu saat nanti. Dunia cuma sementara.
    Satu lagi, tolong ditambahin foto didalam masjid donk,biar orang bisa lebih tahu kondisinya, thanks.

  14. Loppo says

    Bagian dr cerita semarang yg jg bersejarah….

Leave A Reply

Your email address will not be published.