Karena Loenpia Lebih Enak Dimakan Bersama!

Kondisi Geografis Kota Semarang

33

Setiap kota di Indonesia pastilah mempunyai keunikannya sendiri-sendiri. Kota Semarang terkenal dengan landscape-nya yang turun naik sehingga di beberapa titik Kota Semarang kita dapat melihat pemandangan Kota Semarang yang sangat bagus untuk dinikmati pada malam hari. Secara geografis masyarakat semarang sering membagi Kota Semarang menjadi dua bagian, yang pertama yaitu Kota Bawah dan yang kedua Kota Atas. Kota Semarang mempunyai 16 kecamatan dan 4 kecamatan di antaranya terletak di Kota Atas

Kota Bawah
Kota bawah Semarang terletak di dataran rendah Kota Semarang. Di kawasan ini seringkali dijumpai masalah banjir yang disebabkan oleh luapan air laut (baca rob) terutama di daerah Kota Lama dan sekitarnya. Rob di Kota Semarang muncul hampir setiap hari tanpa harus menunggu musim hujan datang.

Di kota bawah hampir seluruh aktivitas ekonomi Kota Semarang berlangsung, seperti kawasan Simpang Lima yang terkenal dengan aktivitas belanja dan kulinernya, atau kawasan Pandanaran dan Pemuda dengan gedung-gedung perkantorannya. Untuk daerah industri ditempatkan di pinggir batas Kota Semarang seperti daerah Tugu yang dengan Kota Kendal ataupun daerah Kaligawe yang berbatasan dengan Demak.

Kota Atas
Kota Atas terletak di sebelah selatan yang merupakan dataran lebih tinggi. Di beberapa titik di Kota Atas kita bisa melihat pemandangan Kota Semarang seperti kawasan Gombel yang sudah sangat terkenal itu. karena kelebihannya itu di Gombel pada malam hari sangat aktif dengan kegiatan kulinernya, karena beberapa restoran dan kafe kecil memanfaatkan pemandangan Kota Semarang di malam hari untuk disajikan pada tamu-tamunya.

Selain sajian kuliner, Universitas Diponegoro juga mempunyai beberapa fakultas yang ditempatkan di Kota Atas, tepatnya di kawasan Tembalang. Stadion Jatidiri yang menjadi kebanggaan masyarakat pencinta sepakbola juga dibangun di sana.

Cara Mencapai
Sistem transportasi di Kota Semarang masih mengandalkan angkota dan bis sebagai angkutan umumnya (bisa di klik di sini bagian angkutan umum). Untuk kota bawah biasanya kawasan Simpang Lima menjadi obyek tujuan utama. Simpang Lima sangat mudah untuk dicapai dengan angkutan apapun karena angkutan umum dari berbagai kawasan di Kota Semarang pasti menyediakan salah satu jalurnya ke kawasan ini

Untuk mencapai Kota Atas silahkan menggunakan angkutan umum yang menuju ke arah Banyumanik.

Geographical Condition of Semarang

In Semarang there are two names for the areas, representing the contour of the city which has both low lying area and hilly area. One area is called Kota Atas, which literally means Upper City, and the other is Kota Bawah, means Lower City. Of all the 16 sub districts in Semarang, 4 are located in the Upper City area.

Object:
Lower City
Where at & how to get there:
The Lower City of Semarang is , naturally, located on the low plane of Semarang. Public transportation, in terms of buses and small cars, are readily available. Simpang Lima, as the center of many activities, is very easy to reach since from every corner of Semarang, there is always one line that goes to Simpang Lima.
Highlights:
Unfortunately, this part of the city if a??blesseda?? with regular flooding caused by high tide, which is affectionately called by the locals as a??roba??. a??Roba?? can happen at unpredictable frequency, regardless of the fact of the incidence of pouring rain or not. The lower city is also the center of economic activities, centered in the nation-famous Simpang Lima, Pandanaran and Pemuda areas. Industrial area is clustered in Mangkang area, at the border with Kendal District.

Object:
Upper City
Where at & how to get there:
The Upper City lies on the Southern part of Semarang, which sits higher than the rest of the city. You can get to the Upper City by taking any line of public transportation that goes to Banyumanik.
Highlights:
This part of the city offers breathtaking view of the lower part of Semarang. At nighttime, Gombel area is famous for its culinary activities since people would combine the various array of cuisine offered with the awesome night view of lower city Semarang.
Besides the view and culinary delights, Upper City also hosts several faculties of the Diponegoro University. This area also proudly hosts Jatidiri Stadium, a jewel to all soccer loving population of Semarang.

33 Comments
  1. Paul says

    Sangat bagus dan lengkap info tentang kota semarang, tapi yang belum saya dapat tentang peta kota semarang yang berisi jalur laluluntas, tempat wisata,hotel dan sebagainya.
    Jika mempunyai peta yang saya maksud tolong saya minta di kirimi. sebelumnya saya ucapkan terima kasih. Sebab saya ingin sekali mengunjungi kota semarang dan ingin tahu lebih jelas.
    MaturNuwun

  2. […] di kota bawah Semarang itu sudah biasa, apalagi banjir karena air pasang alias rob. Tapi saat Jakarta bagian utara yang […]

  3. kuahsotosegar says

    wa orang semarang, meski bukan asli b’darah semarang, wa luv semarang, no city like semarang. kondisi geografis semarang itulah yg bwt semarang jd unique…

  4. Oscar says

    hualo wong semarang…salam kenal…… mampir mbanyumanik yo

  5. iwany88 says

    semarang ? [hm…banyak cerita tentang kota ini]

    c’est la vie – keep on movin….yihaaaaa

    cah-cah semarangggggggg i misss yuuuuuuuuuuu

  6. Arief Munandar says

    semarang coi……..
    Lahir di kota bawah
    kuliah di kota atas..

    podo panase.
    podo sumuke..
    podo ngetem dayatsune..

  7. nindityo says

    kalo bicara landscape kota semarang jadi ingat sewaktu cari rumah. karena ingin hawa yang segar dan masih banyak pohon maka pilihan jatuh ke sekitar pudakpayung. dengan alasan disana ada kodam yang dijamin pasti suasana hijaunya gak akan dihilangkan. dan kemudian mulai hunting iklan rumah seputaran pudakpayung.
    iklan yang paling “menarik” adalah “di jual rumah di villa pudak payung, SEA VIEW”, bayangin di pudak payung dan bila liat pemandangan laut. langsung meluncur ke lokasi dan ternyata… benar. cuma kapal yang ada di laut aja sekecil semut, gimana mau liat ombak lautnya.
    akhirnya sih emang dapet rumah di pudak payung asri dengan view gunung ungaran di belakang rumah dan kabut yang berkunjung tiap pagi. hmm segarnya.

  8. ghaniarasyid™ says

    sipp 😀
    waktu pertamma kali datang ke Semarang, aku sempet ngerasa mangkel. gara2 terminal Terboyo.
    tapi pas masuk kota…
    wuih!!
    takjub!
    ternyata Semarang indah banget!
    nggak nyangka aja ik!

    bahasa, orang2nya, tempat2nya…
    sungguh tak terlupakan. 😀

    pengen ke sana lagi…
    kemarin April cuma tiga hari aja, nggak bisa menikmati 😥

  9. brosurbrosur says

    Kondisi kontur Semarang yang berbukit-bukit dan bahkan ada kota atas dan kota bawah, ada baiknya mungkin dibuat mass transport + wisata : kereta gantung !!!

    atau yang suka tantangan, bisa dibikin Flying Fox dari Undip Tembalang (take off di Rektorat) dan landing bisa di Undip Pleburan. Atau langsung ke Marina.

  10. iwanydotcom says

    mas / mbak
    nganu usuk kie, ada gak gallery poto-poto kehidupan anak-anak remaja di semarang , khususnya di seputaran simpanglima dan sebagainya.

    pokoke gambar-gambar semarang seng akeh uwonge lah, koyo pasar manuk, pasar johar, soale aku butuh banget kie poto-poto koyo ngono, meh tak tempel nang websiteku ngunu loh hehehe

    maturnuwun………

    ps: sekedar informasi, kalo kesempatan kerja di luar pulau khususnya di daerah kepulauan riau akeh tenan,mungkin saya bisa membantu mengenai infonya…coba dulu , kalo ga dicoba kan ga tau,yo tho …hehe 🙂 😀

    websiteku yoh : http://www.iwany.com

  11. agus says

    Smg terknal panas pi q happy live in smg.
    Tpi kuk pusat kutane d bwah,enakn d ats bebas rob.H3x

  12. Ronald says

    Permisi,…. Saya memang bukan orang Semarang. Tapi kota Semarang itu cakep sekali ya.. Baru 1x ke Semarang sebulan lalu langsung jatuh cinta. Semoga Semarang makin tambah kereen lagi. Pasti aku balik lagi ke Semarang.

  13. rianipal says

    Desa bendono tuh masuk semarang bagian mana ya???

  14. Juang77 says

    Semarangku dulu tanpa Rob dan tanpa banjir . Waktu itu Tanah Mas belum diurug jadi kita masih bisa main2 kelaut sampai Pier. Sekarang gara2 Tanah Mas diurug, air laut cari tempat rendah akibatnya terjadilah Rob. Dulu bukit2 di Semarang tidak boleh dibangun rumah, pohon2 besar masih banyak. Sekarang lurah2 yang butuh duwit jual tanah dibukit sehingga penuhlah bukit2 dengan rumah2. Akibatnya Semarang selalu banjir. Semarangku dulu , dimanakah engkau?

  15. Zanjabila says

    Yen neng semarang panas dolan wae neng solo to…

  16. rara says

    Hi,Ada yang bisa ngasih informasi yg plg komplit soal kota semarang gak + petanya.aku interest banget pengen ke sana.
    tapi gak tau ma skali soal daerah jawa.
    thks ya

  17. Asih Wisnu says

    Semarang bagi gw full memory, gimana gak wong kuliah disono 5 th…kangen bakso pak tris dan pempek di seteran (masih ada gak ya). Juga inget jaman ngantri di wartel kosuma undip dapet no 49 kebagian jam 10 malem…maklum jaman segitu 94-96 hp belum populer.
    i love semarang…
    sekarang gw tinggal di sby, kok ya nyari waktu buat nostlgile ke smg itu susyee banget ktemu timing tepat.trakhir ke smg kali 7 thn yl. seringnya nya sih ke yogya.

  18. HP says

    tugas di Semarang 7 tahun merupakan kenangan indah, suka duka, cinta benci,bercampur dengan panasnya hawa kota semarang yang justru membuat aku betah, kapan lagi balik smg ya,kangen pecel yu sri,bersesak ria di johar,gombel view,nasi kucing,simpanglima,oooh, tunggu aku kembali

  19. susilo m says

    He, he ternyata banyak yang kesemsem Semarang, bener nih, atau sempet nlangsa di Semarang?

    “SM” masih ingat saat itu ada siaran RRI Semarang ditahun 70-an seorang ahli tatakota menyebutkan bahwa Semarang itu kalau dikelola dengan baik bisa melebihi Hongkong, karena ada kota bawah (Tanjung Mas, ST-Tawang yang sering kena rob), tengah (Tugu muda , Simpang Lima dan sejajarnya yang sering kebanjiran) dan atas (Gombel, Srondol, Tjandi baru yang sering kanginan).

    Nah untuk itu kita perlu melakukan langkah-langkah terobosan, baik secara suprastruktur maupun infrastruktur. Untuk itu serahkan kepada generasi muda “Toegoe Moeda”. Mosok ora iso. Yang dulu biarlah tempo doeloe, generasi muda harus bersatu, konsisten dan profesional dalam segala bidang, dan jangan lupa minta nasehat yang tua.

    Kita perlu melihat sejarah Jepang yang luluh lantak di bom atom sekarang menjadi besar kekuatan ekonominya karena generasi muda yang konsisten dan bersatu mengatasi halangan, rintangan dan tantangan yang dihadapi. Lihat juga RRC setelah Olimpiade 2008 yang menghabiskan dana besar dan prestisius langsung melambungkan 3 austronoutnya keluar angkasa yang merupakan negara ke 3 didunia setelah Rusia dan AS. Saat ini juga RRC sedang menggarap beberapa mega projek.

    Tahap sekarang Indonesia dengan mega proyeknya memberantas korupsi merupakan tahapan yang harus dilalui sebelum menginjak tahap berikutnya.

    Mudah2-an dari kota ini lahir generasi pembaru dunia, bukan sekedar pemakai Nokia, Honda, Microsoft.

    Salam,

    SM

  20. andee says

    waduh,
    dadi pengin cepet2 bali ning semarang……..
    kangen ro suasanane nek sore,
    kangen ro semrawute dalan pas cah sekolah mangkat ro bali sekolah,
    kangen ro simpang 5 pas malam minggu ro minggu esuk…..
    banjir,rob,tugu muda,lawang sewu,gereja blenduk,tanjung mas,tanah mas(pa kabar?)………

  21. ratna ariani says

    Saya langsung jatuh cinta sama semarang, kota nya asri dan meneduhkan hati. Just keep it that way. Jangan dirusak yang sudah asri, bahkan kalau perlu diperhijau lagi, terutama kawasan pusat kotanya ya.
    Thanks infonya, tapi kok gak ada petanya ya? berkali-kali datang ke semarang gak mudengmudeng.

  22. ninie says

    aku dari malaysia ingin bangat tahu pasal culture orang 0 orang di semarang …klu sapa2 sudi boleh enggak cerita in aku pasal culture disitu,,,

  23. firefly says

    pengin k semaranx lagee…….!!!!

    wuih… enx bgtz dsna…

  24. yadi says

    Dah 20 th aku meninggalkanmu krn jln hidup yg mengatur, sesekali aku berkunjung ke kampungku, ingin rasanya masa tuaku habis di semarang atas nan indah

  25. Animusparagnos says

    Merasakan pahit dan manisnya tinggal di Semarang bawah, ditinggikan bermeter-meter pun sepertinya Semarang kembali menjadi kolam….. Tetap pertahankan Semarang bawah, peninggalan sejarahnya bernilai besar bagi Indonesia.

  26. Ika says

    Aku anak Semarang sudah 5 tahun ini tinggal dan kerja di New York, walaupun begitu aku tetap kangen Semarang. Rasanya seperti suadah aku tinggalkan selama seratus tahun. Aku berharap masa tuaku nanti di Semarang

  27. dito says

    semarang kuthane dewe . . :p

    lahir dan besar d semarang membuatku semakin cinta dgn mu.
    walaupun uda pnah tgal di jakarta dan tangerang, jg pnah d surabaya n jogja. .
    ak merasa semarang is still the uniqe one . .

    hawane,,sumuke,,cah2e,,sego kucinge,,trek2 an e,,macet’e kalibanteng,,sejuknya gombel n srondol,,tugu muda n cah2 nongkrong’e seng poto2,,lighting’e kueren pas malem,,knangan simpang lima,,stm pembangunan sekolahku:p,,
    i always love u

  28. ian says

    semarang is amazing for me
    very unique city
    kangen sama semarang
    masih di KL sekarang
    kapan ya bisa balik ke semarang lagi

  29. Tedjo says

    Menurutku Kota Semarang lebih tepat dibagi 3 : Semarang, Candi dan Banyumanik.. bukankah masing2 ada pembatasnya : Semarang dan Candi dibatasi Tanah Putih, Siranda dan Gajah Mungkur. Sedangkan Candi dan Banyumanik dibatasi Gombel…

  30. sasmita says

    saya bangga dengan kotan semarang

  31. Dwi suranti says

    mau nanya barangkali ada yang tahu, kalau untuk perumahan greenwood estates itu termasuk tanah gerak nggak ya, nuwun

  32. BambangSriBudiarto says

    Seharusnya batas dari PLN jl. Pemuda tarik garis lurus dari kendal s/d demak utara hingga ke laut jawa, kota semarang di gali untuk dijadikan laut dan pantai. Agar tidak ada rob lagi.Semarang pasti akan menjadi kota terindah, aman, bersih….no 1 di dunia.. “wis to” pokoke siiiip..!

  33. penny auctions says

    Aku anak Semarang sudah 5 tahun ini tinggal dan kerja di New York, walaupun begitu aku tetap kangen Semarang. Rasanya seperti suadah aku tinggalkan selama seratus tahun. Aku berharap masa tuaku nanti di Semarang

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Rolex Replica Replica Watches