Semawis Semarang

Untuk kawasan yang menampilkan wisata kuliner, Kota semarang mempunyai salah satu kawasan kuliner yang wajib untuk dikunjungi. Kawasan kuliner ini dikenal dengan nama SEMAWIS (Semarang Untuk Pariwisata). Semawis dibuka sejak tanggal 15 Juli 2005 dan dibuka setiap hari Jum’at – Minggu. Semawis terletak di Gang Warung kawasan pecinan yang ditutup bagi kendaraan pada malam harinya. Kita dapat dengan mudah menemukan aneka jenis makanan khas Semarang begitu kita memasuki kawasan semawis. Kawasan semawis tidak terlalu besar dan bisa dihabiskan dengan hanya berjalan kaki sekitar 20-30 menit tetapi semawis padat dengan aneka jenis makanan khas semarang seperti pisang plenet atau lumpia. Karena letaknya yang ditengah kawasan pecinan maka semawis dikelilingi oleh bangunan-bangunan lama yang menambah suasana eksotis semawis.

Cara Mencapai
Untuk mencapai kawasan semawis yang paling mudah melalui kawasan simpang lima. Dari simpang lima menggunakan kendaraan melalui jalan Gajah Mada dan di perempatan lampu merah Depok (yang ada Toko sepatu Bata) belok ke kanan dan semawis dapat ditemukan di ujung jalan setelah gerbang pecinan yang terlihat sangat besar dan mencolok.

Jajanan
Untuk jajanan terhidang makanan yang terhitung ringan sampai yang berat seperti pisang plenet sampai steam boat. Untuk yang muslim disarankan untuk bertanya kepada penjual setiap kali anda ingin membeli makanan di semawis karena di semawis terhidang makanan yang terbilang tidak halal buat kaum muslim, tetapi jangan takut karena masih banyak makanan-makanan yang halal juga.
Untuk yang non muslim kawasan pecinan bisa jadi surga kuliner karena banyaknya makanan yang bisa dipilih, dari sate babi sampai nasi campur ala Jakarta.
Untuk penutup, pengunjung bisa menikmati aneka jenis es dari kios “Es Marem”, “Es Puter Cong Lik” atau Es cao (es campur) yang terkenal di pojokan Gang Lombok.

Informasi pendukung didapatkan dari kompas dan wikipedia

For areas with culinary tourism, Semarang has a must visit culinary area. This culinary area is known as SEMAWIS (Semarang Untuk Pariwisata). Semawis has been in operation since July 15, 2005 and is open Friday-Sunday. It is located on Gang Warung, Chinatown area which is closed for motor vehicles in the evenings. We can easily find various kinds of unique food from Semarang once we enter the precinct.
Semawis is not too big, and can be explored on foot for around 20-30 minutes, but it is packed with various kinds of food such as “pisang planet” or “lumpia”. Because it is located in the middle of the Chinatown, Semawis is surrounded by old exotic buildings that enhance the ambience.
How to get there
To reach Semawis, the easiest way is via Simpang Lima. From Simpang Lima with motor vehicles through Jalan Gajah Mada and on Depok intersection (Bata Shoe shop), we can turn right and Semawis will be at the end of the street after the grant and colorful Chinatown gate.
Culinary delights
For the goodies, there are light to main course meals, such as “pisang plenet” up to steam boat. For Moslems, we recommend you to always check with the vendor each time you want to try something, because in Semawis there is also non-halal food for Moslems, but don’t you worry because there are food items that are halal for Moslems.
For non Moslems, the Chinatown can be a culinary haven because of the variety of food offered, from pork satay to “nasi campur ala Jakarta”. For the desert, visitors can enjoy various ice treats from “Es Marem”, “Es Puter Cong Lik” kiosks or the famous “es cao” on the corner of Gang Lombok.

24 thoughts on “Semawis Semarang

  1. retno says:

    dulu saya sering ke semarang, nengok keluarga. taunya cuma daerah simpang lima :p
    ayo posting lg kuliner semarang, banyak bgt kan. lumpia semarang, soto bangkong…

  2. ali says:

    wah belum pernah kesini nih, jaman pas disemarang dulu tempat iki durung ono. Mas admin bisa ditambah juga info pendidikan di semarang juga tuh.

  3. nano says:

    Aku pgn kesana tapi kok masih meragukan makanan disana katanya da yang pake minyak ‘pig’, bener ga sih?

  4. niningss says:

    halah bil, kan bisa dilihat mana yang halal mana yang bukan.. saya suka semawis..

  5. Pingback: Semarangan.loenpia.net » BLPT Techno Expo 2008

  6. Pingback: Loenpia dot net | Komunitas Blogger Semarang » Blog Archive » Rekap stand loenpia di BLPT Techno Expo 2008

  7. Pingback: Rekap stand loenpia di BLPT Techno Expo 2008 « desri blog’s

  8. susilo m says:

    Wah, ini dia makanan khas Semarang, kok sekarang didominasi oleh “bandeng presto” dan “wingko babad” eh “wingko Semarang” endi ? kok ora ketok. Padahal sih akeh jajanan kuliner khas Semarang.

    Kalau di Jakarta ada makanan khas bernama “kerak telor”, kalau di Semarang namanya “………”, Hayo siapa tahu?

    Salam,

    SM

  9. pieter says:

    HURRICANE XCS 3
    Speed Maker and Fuel Saver
    Pernahkah anda hitung pengeluaran bahan bakar mobil anda?
    Harga Pertamax Rp 5900,00
    Harga Premium Rp 4500,00
    Selisih Rp 1400,00 x 40 liter(rata2 per sekali isi) = Rp 56.000,00
    Setiap anda mengisi 40 liter Premium, Anda sudah menghemat Rp 56.000,00
    Jika dalam waktu 1 bulan Anda mengisi minimal 6 kali, maka Anda sudah menghemat
    Rp 336.000,00/bulan
    Bayangkan dalam waktu 1 tahun menjadi Rp 4.032.000,00
    HURRICANE bergaransi pasang 5 tahun, jadi selama 5 tahun kedepan anda sudah berhemat
    Rp 20.160.000,00
    Bayangkan hanya dengan Premium tetapi mobil anda berperforma maximal seperti Pertamax
    Bandingkanlah dan Pertimbangkanlah, apabila tidak bermanfaat untuk Anda jangan pernah hubungi kami
    Apakah hanya itu saja impact dari HURRICANE XCS 3 …………..

    info lebih lanjut hubungi 0818-0593-2302 / 0857-4009-5898 / (024) 6714079

  10. farell says:

    Semarang top banget, tapi jadi sedih dan jengkel banget melihat para pelancong, diserbu para gelandangan dan pengemis, saat berada di kawasan jalan pandanaran, terutama di depan Pands ampe Bandeng & Lumpia Yuwana (dekat perempatan lampu merah), gimana nih aparat yg berwenang ? katanya Semarang Pesona asia ?

  11. semarang says:

    jadi inget ma haryanto halim
    pernah dulu pas acara kirab dari pecinan ke gedung batu jalannnnnn….cape..deh…tp dikasih kaos+celemek hehehe

Berikan komentarmu...