Karena Loenpia Lebih Enak Dimakan Bersama!

Oleh-Oleh Dari Papua

17

Papua.
Lihat peta donk. Ya…. betul pulau yg seperti kepala burung dibagian barat. Iya betul… itu Pulau Papua ! Nack… klo sudah pada tau, maka sekarang tolong pandangan kalian turun sedikit dibagian leher dari kepala burung tadi, ya.. itu namanya teluk, teluk yg menjorok kedalam dan menyentuh leher burung. Itulah Teluk Bintuni. Di teluk itu telah diketemukan gas dengan cadangan yang terbuktikan sebesar 14.4 TCF (trillion cubic feet). Sebagian kecil cadangan itu berlokasi di daratan sebelah utara. Sebuah proyek besar-besaran kini sedang dibangun di daerah Teluk Bintuni (mungkin yang paling besar yang sekarang sedang dikerjakan di Indonesia) oleh perusahaan Inggris di bidang minyak dan gas, BP (Beyond Petroleum). Kegiatan yang menyangkut sekitar 6.000 pekerja berpusat di Kecamatan Babo, di daerah selatan dari teluk. Gas alam yang dipompa dari pemboran di dasar teluk, setelah dibersihkan, diproses menjadi cairan. Cairan gas alam ini dikenal sebagai LNG (liquid natural gas) dan diangkut dengan kapal khusus ke pihak pemesan. Kemudian melalui terminal penampung, LNG diproses lagi menjadi gas alam.

Bupati Alfons, Kepala Kabupaten Bintuni. Ini adalah kabupaten baru yang meliputi lokasi proyek LNG Tangguh. Pak Alfons pernah belajar sebagai dokter gigir di Bordeaux, Prancis. Kenapa dia sampai terjun ke bidang pemerintahan di sudut dunia ini mungkin akan diceritakannya di buku memoarnya. Orangnya dinamis dan cepat menanggapi sesuatu permasalahan. Ia paham bahwa penduduk di desa-desa di sebelah utara Teluk Bintuni dilanda ketidakpuasan. Penduduk di sana berpendapat, gas alam ini adalah aset mereka, karena terpendam di bawah tanah mereka. Tapi kenapa pembangunan dipusatkan di daratan sebelah selatan Teluk Bintuni? Kenapa penduduk di sana yang menikmati listrik, air bersih, rumah baru, dan sekolah?Soal ketegangan antara utara – selatan dari Teluk Bintuni agaknya mempunyai latar belakang kesejarahan. Dulu sekali, menurut cerita, suka terjadi saling culik-menculik melintasi teluk yang cukup lebar itu.Sebenarnya tim pembangunan sosial BP sudah bertahun-tahun aktif di desa-desa sebelah utara itu. Dedikasi mereka mengagumkan. Berbagai kegiatan, seperti membantu para ibu dalam mengasuh bayi, kursus baca dan tulis, penyediaan air bersih, perbaikan jalan, melatih bercocok tanam supaya menangkap udang bukan satu-satunya sumber pencarian dan sebagainya ditangani oleh staf Program Pengembangan Sosial BP.

Luas area Proyek LNG Tangguh disini sekitar 3.300 hektare, Kebetulan diPerusahaan tempat aku kerja cuma dapet 2 Proyek terpenting. Yaitu pembangunan sarana transportasi laut berupa dermaga. Ada 2 Dermaga yg saat ini menjadi kerjaan aku sehari-hari. yg Pertama adalah Combo Jetty Head dan LNG Jetty. Kedua dermaga itu sepanjang kira-kira 1 km. pokoknya capeQ dech klo kesananya jalan kaki.

Awal2 aku datang ditanah Papua, diProyek LNG Tangguh ini masih berupa hutan dan bukit-bukit. Camp-camp sudah ada, saranan MCK sudah lengkap. Awalnya terkagum-kagum, ‘gila, ditempat terpencil seperti ini banyak orang dan alat berat dimana, sibuk dengan perkerjaan masing-masig’ seperti berada diarea-X. Area proyek emang diIsolasi, hanya orang khusus adja bisa masuk dan bekerja, ada syarat dan tahapan khusus untuk bisa masuk kesini.

Combo Jetty Head dan LNG Jetty adalah Proyek marine, dimana area kerjannya ada dilaut. Menancapkan [piling] pipa kedasar laut untuk dijadikan pondasi untuk jalan menuju ketengah laut. Kerjaan ini emang mengasyikkan. Faktor Kemanan yg dinomor satukan diproyek ini, dan saya rasa diproyek2 lain jg harus.

Yg pertama dibangun adalah Combo jetty Head. karena seringan kerja dilaut, maka saya pun mau nggak mau harus tinggal dilaut juga. “Eit,…tunggu dulu…jangan salah…..hidup dilaut mengasyikkan lho..” Sehari-harinya tinggal didalam kapal. PentaPerkasa Barge. Kapal ini tidak bermesin, dimodif jadi seperti perumahan mungil. Ada puluhan kamar tidur, ada kamar mandi masal, ada kamar vip, ada ruang makan, ruang rekreasi, ruang server buat akses komunikasi data atopun suara [tlp], ada smallOffice. Lengkap Dech.

Hampir 4-5 bulan tinggal didalam Barge. Klo malam tidurnya nyenyak banget, diombang-ambing ama ombak pas malam hari. wakakakakaakkak….. Klo Pagi, derai ombak sedikit pelan dan goyangan kapal terasa lemah gemulai. Siangnya, pas air laut pasang, itualah bencana bagi orang yg kerja dikantor. jendela2 suka berisik, monitor komputer suka pada jalan2 ditempat [wakakakakak…] klo orang jalan seperti orang mabok, mo jelan kesini, nyampeQnya kesana [hehehehehe] tapi nggak parah2 banget lho…..

Hal yg bikin aku betah diPentaPerakasa adalah karena ada akses untuk pergi kemana saja. Internet. Ya… itulah masa2 bebas untuk Memakai Internet. Dan juga Telpon, karena kerjaan kita nggak boleh lepas dari komunikasi ama kantor pusat dijakarta.
note: beberapa disadur dari SUARA PEMBARUAN DAILY–CATATAN Manokwari & Babo oleh: Sabam Siagian

continue…….

17 Comments
  1. tuna says

    Pertama…
    wah papua jek…dey mana koteka pesenanku yang ukuran XL ya

  2. teresa says

    wah…keren liputannya…
    semua aman-aman aja kan? jangan sampe ikut diculik loh…. 🙂

  3. BunSal says

    kopdar dirumah Udey sore ini jadi?
    koq g ada kabar berita?
    mana Sawunggaling ujan deres….

  4. cah gemblung says

    selamat datang di kota loenpia bro……… 🙂

  5. escoret says

    liputan yg hebat boss..!!!!!
    iya,ga bisa bayangin klo di belantara gt ga ada internet..bisa mati kering deh..!!!!!
    Ojo bosen di loenpia..!!!!
    admin ga segalak klo di milist kok,….!!!!

    thx sabutan dirumahmu..!!!!

    Bungkuzzzz..!!!!

  6. huda says

    Aku dulu pernah juga tinggal di Papua (waktu dulu masih Irian Jaya), tepatnya di Ibukota – Jayapura.

    Rumahku dinas Bapakku yg kami tempati siip lho… di atas bukit langsung memandang laut. Padahal lautnya agak jauh lho… cuma gak kehalang apapun, jadi keliatan. Mungkin seperti di Sitinjau Laut nya Padang.

    Ntar kapan2 fotonya aku tunjukin.. 🙂 aq scan dulu (jaman dulu blm ada foto digital).

  7. diditjogja says

    wuihhhh….kaya pelm aja seru petualangan hidupnya!!
    salam kenal……….

  8. dendi says

    udey!! ayo kopdar di tempatmu lagi… pecel lelenya itu lhoo muantabbbbhh
    hihihi gak nyambung ya?

  9. udeystar says

    wakakakakakak….. cerita berikut adalah …..
    pokoknya thx banget dech buat yg dateng kemaren… pa lagi yg ngbisin jenkolnya !

  10. ina says

    aku pernah ke bintuni …..
    keren abis …..

  11. tyas says

    haloo, salam kenal

    ini niy, aku tertarik sama cerita ini, soalnya lg penelitian soal itu. gmn ya bagi infonya?
    bisa bantu gak??? hehehe…

    makasih y sebelumnya

  12. ari says

    ada data kapal-kapal barang dan penumpang yang beroperasi di teluk bintuni? Khususnya di distrik ARANDAY, Bintuni, babo. kalo bisa minta datanya ya om.. untuk study trims…

  13. BitUrilia says

    Hi, cool site, good writing 😉

  14. mahmud says

    saya dari papua pengen daera Q lebih maju, tapi alangkah baiknya pendidikan di wilayah kami di tambah dengan guru-guru pengajar yang berpotensi baik.

  15. hinjano says

    Tapi jangan salah.. kan sekarang kita sudah bisa pakai bicycle ke jetty hehehehe mantap kan…
    Namun sebelum menggunakan bicycle orang tersebut harus mengikuti training safety bicycle dulu yaaa…..

  16. cepi says

    oom dari sorong ke bintuni naik apa ? dan berapa ongkosnya

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Rolex Replica Replica Watches