Gule Bustaman yg ‘menendang di lidah’

Keinginan mencicipi atau mencoba sesuatu yang baru merupakan hal yang lumrah bagi semua orang, apalagi itu makanan yang khas dari suatu daerah. Berawal dari melihat tayangan jalan-jalan dan wisata kuliner di salah satu stasiun tivi swasta, akhirnya timbul keinginanku untuk mencicipi makanan yang khas Semarang yang ditayangkan di episode wisata kuliner di Semarang itu. Gule Bustaman nama makanan khas Semarang yang kata om Bondan ma’ nyuuus itu.

gule ma' nyuss

Gule bustaman, berbeda dengan gule-gule biasanya, gule Bustaman tidak ada ‘balungannya’ isinya hanya daging, lidah,kikil,sedikit lemak dan hati/jantung kambing disajikan dengan kuah kental khas yang bumbunya resep khas dari (negrinya Tuan Takur) India sono. Memang betul kata om bondan, setelah dikasih sedikit kecap, sambal dan perasan jeruk nipis gule Bustaman rasanya ‘menendang di lidah’. Kuah yang kental dan komposisi bumbu yang tepat, mendukung kelezatan Gule Bustaman, apalagi dimakan dengan nasi putih yang masih panas, pokoknya ma’ nyuus lah. Harganyapun cukup murah, dengan Rp. 10.000,- anda sudah bisa meraskan nikmatnya Gule Bustaman sampe kekenyangan.

ni tempatnya

Untuk warga semarang atau para tukang loenpia yang ingin merasakan lidahnya ditendang-tendang oleh nikmatnya Gule Bustaman, anda bisa datang ke warung-warung Gule Bustaman yang banyak tersebar di daerah kota lama (pusatnya di Pekojan), atau yang gampang dan kemarin aku datangi yaitu di gang sebelah gereja Bleduk. Menurut penjual Gule Bustaman, warungnya buka tiap hari dari jam 8 pagi sampe jam 3 sore dan hebatnya selalu habis seluruh dagangannya. Konsumennyapun beragam, mulai dari warga sekitar, pegawai kantoran sekitar kota lama, atau bahkan orang dari daerah lain yang ingin mencicipi kelezatan makanan khas Semarang itu. Monggo warga Semarang mencicipi makanan khas daerahnya sendiri, orang dari daerah lain saja sudah banyak yang datang khusus untuk merasakan Gule Bustaman itu.

Bagi pemerintah kota Semarang yang sedang mengembar-gemborkan ‘Semarang Pesona Asia’ (SPA), jika potensi wisata kuliner di Semarang lebih diperhatikan dan digarap dengan profesional mungkin itu bisa mendukung kesuksesan dari SPA. Sentra jajanan/makanan khas Semarang, kenapa tidak???!

16 thoughts on “Gule Bustaman yg ‘menendang di lidah’

  1. BunSal says:

    Iya.
    Kenapa siy pada suka ngusir lalat pake obat nyamuk bakar?
    Asapnya kan jadi pada nempel dimakanan.

    {yg memblack-list warteg langganan gara2 pake obatnyamuk bakar}

  2. Cordiaz says:

    “Sentra jajanan/makanan khas Semarang, kenapa tidak???!” stuju banget nih… Kalo ada orang luar kota/luar negeri ke SMG, langsung aja ajak ke sentra jajanan, langsung pada mak nyoosss… Horizon poto pertamanya miring ik… untung gulenya gak tumpah… hahahaha…

  3. traju says:

    obat nyamuknya tu iklan, spaammmm2!huehuehue. ayoo kapan2 loenpia kulineran bareng…
    ms. cordiaz:Horizon poto pertamanya miring ik…>>teknik fotografi terbaru mas*ngarang*

  4. martin says:

    lidah, kuping n kikilnya uempuk tenan.
    memang ruar biasa kok gule belakang gereja blenduk itu.

    Ada lagi yg sedikit ekonomis, yg di depan pasar ikan hias jurnatan. Cuma nggak sampe jam 1 siang biasanya udah habis.

  5. buchori muslim says:

    gule bustaman tiada tandinganya karena d proses tanpa menggunakn santan. plus 17 rempah…..bila anda merasa/pernah k semarang rugi kalau belum rasain dahsatnya rasa gule bustaman. asli anak bustaman jualan d jl. pedamaran kws johar smg…………. yg bikin sendiri bisa beli bummbu nya d gule bustaman mas halim……..70123851

Berikan komentarmu...