Karena Loenpia Lebih Enak Dimakan Bersama!

Bus Rapid Transit (BRT)

28

Akhirnya setelah beberapa lama terhalang sistem transportasi yang baru (baca: BRT) di Semarang ini mulai beroperasi. BRT mulai beroperasi pada tanggal 18 September 2009. Beberapa teman dari loenpia mencoba BRT ini dengan menggunakan rute Simpang Lima – Mangkang dan kembali ke Simpang Lima.


Pembelian tiket masih menggunakan sistem manual dan cukup mengeluarkan uang Rp.3.500 menggunakan BRT ini untuk semua jarak.


Yang saya perhatikan pertamakali adalah kursinya. Walau tidak terlalu lembut tetapi kursi BRT yang bisa dilipat ini cukup nyaman untuk diduduki selama masa perjalanan.


Ruangan didalam bispun cukup nyaman dan supir memutarkan lagu-lagu yang cukup baru, sehingga penumpang cukup terhibur. Saya pikir BRT lebih cepat untuk mencapai tujuan disamping moda transportasi yang lain di Semarang. Karena selain hanya berhenti pada halte-halte yang ditentukan, BRT melewati halte-halte yang kosong atau tidak ada calon penumpangnya sehingga seakan-akan menggunakan bis tanpa henti.

Sayangnya walau moda transportasi ini benar-benar baru tetapi ada beberapa titik halte yang kelihatan sudah rusak, misalnya pada halte antara Mangkang dan Krapyak.



Kami memilih rute Simpang Lima – Mangkang bukan tanpa sebab, karena rute ini melewati beberapa landmark Semarang seperti Pusat oleh-oleh Pandanaran -Tugu Muda dan Gedung Balaikota.

Perjalanan Simpang Lima-Terminal Mangkang yang cukup jauh itupun kami tempuh tidak kurang dari 40 menit. Suatu perjalanan yang cukup cepat, selain karena nyaman sehingga penumpang tidak merasa jenuh berada didalam BRT. Saya sendiri dalam perjalanan kembali sampai di halte Ada, Majapahit. Dari Simpang Lima sampai halte Ada, Majapahit hanya menghabiskan waktu sekitar 20-25 menit. Sangat cepat karena biasanya kita akan menghabiskan setidaknya 45 menit dengan moda transportasi yang lain.

Koridor I Mangkang-Penggaron saat ini dilayani oleh 20 bis dan akan dibuka koridor II yaitu Banyumanik-Terboyo. Wah kalau benar terjadi, saya yang tinggal dikota ataspun akan semakin nyaman dalam menggunakan moda transportasi ini. (didut)

28 Comments
  1. dendi says

    hUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    PINGIN NAEK BLTTTTTTT!!!

  2. wongsableng says

    wah aku mung ketok tangan, iso dilebokke kuis tebak gambar tangan siapa

  3. fahmie says

    Wah sayang kemaren gak jadi berangkat ngikut,,,hu uh uh uh

  4. irfan says

    Kok, kaya bis biasa yah?

  5. Niff says

    besok nyoba ah…

  6. Nurkholis says

    Ya, sukurlah kalau udah pada nyoba.
    mudah2an semarang makin maju.

  7. Huda says

    wah..aq koq belum nyoba ya ??
    heheeee…kayaknya enak nih !!

  8. rista says

    kalau dibuka koridor II yaitu Banyumanik-Terboyo boleh tau gak rute nya lwt mana ajah??? klu bisa rute nya lewat mataram ajah… krn jarang bus yg lewat rute itu… trims.. b4..

  9. dito says

    walaupun gag seperti busway jakarta yg pnah saya naiki.
    but it’s ok lah.

  10. hakimaza says

    sayang.. masih sama dengan bus DAMRI lainnya, bayarnya di atas bis.. dan kadang antar-BRT jaraknya terlalu dekat.. sehingga kadang kejar2an (kejar setoran?)…
    ditambah lagi… ada aksi ‘thawaf’ di simpang5 1 kali, di tugu muda 1 kali.

  11. kota semarang says

    lah…. rek teru2 jakarta ae…. semoga terawat ga kaya damri ysng semakin tua

  12. patrawijaya says

    wah belum pernah nyoba… jurusan simpanglima-kedungmundu kapan ya adanya?

  13. Sriyono Asli Semarang says

    Belum pernah coba juga…

  14. marlina says

    Lum pernah naik sih, tapi kapan-kapan pengen nyoba dunk..kalo sempat..

  15. dedy kurnia says

    BRT membutuhkan biaya besar untuk operasional. Siapa yang akan membayar? Jika penumpang yang rutin menggunakan BRT HANYA SEDIKIT, maka dipastikan dana yang terkumpul tidak mampu menutup biaya operasional.
    Masyarakat pengguna kendaraan pribadi SULIT beralih ke BRT. Time is money. Pelesiran kadang-2 aja ya. Awas penyakit menular dalam ruang bis siap menerkam !!!

  16. Nunung says

    Saya baru 3 bln tinggal di semarang,kantor saya di simpang lima, saya tinggal di majapahit, tiap hari menggunakan BRT, sekarang trendnya lebih memilih BRT karna nyaman dan tepat waktu dibanding daihatsu ato bus kota lainnya.

    bravo deh BRT, tambah rutenya jangan mangkang penggaron saja

  17. Bambang Kristanto says

    Kalau mau ke mBandungan apa bisa ya?….sapa tau bisa…hahahaha…:D. Maklum sudah banyak yang lupa jalannya…Thank you.

  18. darminto says

    Kapan nih aku bisa nyobain BRT, abis tempat kerja ama rumah tidak trayek BRT lebih memilih naek motor.

  19. anita'c says

    Wah, syg sX.. RuTe’a cm smrang kota.. C0b4 ad yg naek2 gnung d sm9 psti seru, gak perlu naek minas.. Hehehe

  20. nea says

    . ua… belum sempedt naeg brt ig..

  21. lincux says

    brt slalu di hatiku

    love you brt

  22. lincux says

    kgn ni naex bis brt
    kapan yaw ??

  23. lincux says

    aloow driver2 BRT,pramugara n pramugari BRT,MIss YOu All

  24. Rifqi F Hakim says

    pada BRT ini terdapat tulisan saatnya semarang setara , yang dimaksud dengan ini , apakah semarang setara dengan kota-kota metropolitan , kota jakarta ? surabaya ? dan lainnya ? apakah sudah setara ? jawab nya SUDAH

    jakarta banjir , semarang juga banjir. kan setara tuuhh WKKWKWKWKWKWK

  25. lincux says

    emmmmm kgn sm tmen2 yg ada di brt,,,

  26. Sinauw says

    enak sih lmyan alat transportasi ini, tapi nungguin di haltenya agak lama.

  27. ajib says

    akn lebih joss kalo jalur koridor II tidak hanya sampai banyu manik, tapi juga ungaran ato bandungan.

  28. winar says

    jadi alternatif anggkutan masal kot semarang..

Leave A Reply

Your email address will not be published.