Mengenal Jejak Rosul dan Mempertahankan Tradisi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW banyak diperingati oleh orang-orang muslim, banyak juga cara mereka memperingatinya, seperti yang terjadi di kecamatan kaliwungu kabupaten Kendal. 3 hari menjelang peringatan Maulid Nabi masyarakat sekitar telah menghiasi rumah-rumah mereka dengan berbagai pernak-pernih lampu atau yang biasa disebut dengan istilah “teng-tengan”, ada yang berbentuk kapal, mobil, boneka, superman, spongebob, dora, ikan, pesawat terbang dan masih banyak lagi bentuk-bentuk yang lainnya.

pesawat2.JPG  ikan1.JPG

 kapal3.JPG  spongbob.JPG

Tak hanya itu saja, setiap sore selama 7 hari sebelum peringatan Maulid Nabi biasanya masyarakat sekitar berkumpul di tengah-tengah kampung sambil membawa beraneka jajanan dan

jajanan.JPG

makanan yang sudah disiapkan dari rumah mereka masing-masing, kemudian mereka saling menukarnya dengan sesama warga istilahnya “weh-wehan”, semakin banyak

makanan yang mereka tukar semakin senang, menurut masyarakat sekitar hal ini mereka lakukan hanya untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang terjadi setahun sekali, puncak acara dari peringatan itu sendiri biasanya masyarakat sekitar mulai membuat makanan-makanan dalam porsi agak besar yang kemudian mereka tukarkan dari rumah ke rumah. Sayang sekali tradisi seperti ini sekarang sudah jarang sekali di temui di tempat lain.

19 thoughts on “Mengenal Jejak Rosul dan Mempertahankan Tradisi

  1. jiban says:

    yaa bigutlah, cuman tradisi ini semakin hampir punah, masih tinggal beberapa kampung aja yang mempertahankan tradisi ini, termasuk kampungku:d

  2. Munif says:

    di kecamatan kaliwungu kabupaten Kendal yang kebetulan masih kotamadya Semarang

    bingung dg kalimat di atas 8-|

  3. Marciano Kastiredjo says:

    kendel eh kendal iku kodya semarang yah?

    salut di zaman yang serba maju ini masih ada yang menjaga/melestarikan tradisi budaya maulud nabi, tapi intinya sih jgn hanya seremonial tok.

    klo ga salah di Pati Selatan ( Sukolilo ) setiap Maulud Nabi juga ada acara Meron, ( rame tiron ).

    salam kenal buat loenpia (komunitas blog semarang)

  4. kian says:

    ciee…di kendal ada spongebob to…

    weh-wehan…asyiknya…silahturahminya makin kuat dong…dgn silahturahmi bisa memperlancar rejeki dan perpanjang umur..lancar jodoh juga…hehehheheh

  5. sapiterbang says:

    “….seperti yang terjadi di kecamatan kaliwungu kabupaten Kendal yang kebetulan masih kotamadya Semarang…” 8-|

    kalimatnya tendensius…. wekekeke :-“

  6. escoret says:

    Ban,kecamatan kaliwungu kabupaten Kendal apakah bahasa dan mata uangnya sama dnegan kota semarang..???
    kok beda bgt gituuuww..!!!!
    nice post kok…..

  7. boku_baka says:

    Eh, ini ndak sama dengan sedekah laut itu Ban?
    Aku pernah ikut jamannya KKN dulu di kendal, bawa sesajen naik perahu menyusuri Kali Bodri sampai ke laut jawa. asyik tenan! :d/

    yuk sedekah laut berikutnya kita ke sana!!

  8. moel says:

    Assalamualaikum wr wb.
    Segala yg berhubungan ttg ibadah diatur, kalau dlm Islam yaitu Al-Quran dan Hadits, kalau suatu perbuatan ibadah yg tdk dilandasi oleh dasar hukumnya maka tdk diterima ibadah tsb………….

  9. mahesa.jenar says:

    rublik jejak rosul mohon ditambahkan artikel2 sejarah perkembanggan agama islam pada masa sahabat2 kholifah Nabi Muhammad Saw setelah sepeninggal nabi yang terakhir

  10. ibas says:

    Saling memberi atau bertukar barang atau pun istilahnya adalah saling memberi hadiah untuk menunjukan rasa kasinh sayang dan menjalin silaturahmi ada contohnya dalam hadist. Tetapi jika saling memberi dilandasi dengan kesombongan apalagi sampai merusak akhlaq dan menyimpang dari Al Qur’an dan Sunah. Itulah yang harus dihindari.

    Karena rosul yang merupakan utusan Allah SWT. selalu mengajak untuk bertaqwa kepada-Nya.

Berikan komentarmu...