Garebek Gunungan Sekaten di Jogjakarta

Gang Asri YogyakartaPerjalan keluar kota pertama kali yang dilakukan oleh Toekang Loenpia adalah ke kota Jogjakarta. Berniat sebagai kunjungan balasan ketika CahAndong bertandang ke Semarang beberapa waktu yang lalu. Kunjungan ini sekaligus melihat secara langsung rebutan/Garebek Gunungan Sekaten. Sejumlah Toekang Loenpia yang mendaftar di milis semarangan@googlegroups.com, akhirnya berangkatlah 7 Toekang Loenpia dengan mobil pinjaman Adi yang didahului 1 pasang Toekang Loenpia mengendarai motor. Ritual tahunan sekaten adalah acara Keraton Yogyakarta untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW setiap 12 Robiul Awal Hijriyah. Tahun ini jatuh tanggal 31 Maret 2007 Masehi. Garebek Gunungan Sekaten sendiri merupakan acara penutup serangkaian acara Sekaten. Sekaten merupakan perpaduan dari berbagai acara ritual keagamaan, pasar malam (kurang lebih 1 bulan/35 hari/sepasar menjelang 12 Robi’ul Awal), dan arena hiburan yang berpusat di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta.

Pasukan Pengawal Gunungan Pagi jam 8.30, setelah minum teh manis dan cemilan yg dibawah CahAndong, kami berangkat melalui gang tempat tinggal penduduk. Meski tidak terlalu lebar, hanya sekitar 2 meteran, gang nampak asri dan bersih. Membuat rombongan kami bebas berekspresi (baca: berfoto narsis) sepanjang perjalanan ke halaman Masjid Gedhe Yogyakarta. Konon Masjid Gedhe Yogyakarta merupakan satu-satunya masjid yang dibangun sebelum abad ke-20 liat di sini. Halaman masjid sudah ramai oleh pengunjung dan pedagang. Sambil menunggu datangnya Gunungan Sekaten, kami berpencar untuk mendapatkan sudut pandang foto dan cerita masing-masing. Saya berkeliling mulai dari sebelah selatan kemudian ke sebelah utara. Gunungan Akhirnya nunggu sambil ngadem dipintu utara bersama pedagang kinang dan endoq abang. 🙂 Kerumunan masyarakat yang berada di halaman mesjid berusaha dihalau panitia agar berapa ditempat yg telah ditentukan yaitu bagian selatan dan utara halaman masjid. Jam 11 an masuklah rombongan gunungan diawali oleh pasukan berseragam hitam-hitam. Meskipun panitia sudah memberitau bahwa gunungan dapat diambil ketika penyerahan gunungan ke masjid dan pembacaan doa telah selesai, massa tidak mematuhinya. Gunungan langsung diperebutkan. Perebutan 3 buah gunungan berlangsung singkat, dan tidak menyisakan apapun. Seluruh bagian gunungan habis diperebutkan.

Sekaten Lovers Salah satu rombongan dari Wonosobo yang terdiri dari 7 orang bapak, berencana akan meletakkan kacang panjang yang didapat dari gunungan dipengairan sawahnya dengan harapan pengairannya lancar dan hasil berupa padi berlimpah. Sampai saat ini gunungan sekaten yang diperebutkan dipercaya mampu mendatangkan keberuntungan bagi yang memperolehnya. Selain menyaksikan garebek gunungan secara langsung, ditemani CahAndong (terima kasih untuk kaliyan semua), kami juga mengunjungi tempat-tempat lainnya. Silahkan liat disini.

16 thoughts on “Garebek Gunungan Sekaten di Jogjakarta

  1. sesy says:

    ke jogja lagi yuk………. kan belum ke pantai, belum ke malioboro juga, trus belum ke candi juga.
    buat ari-traju dan yogie-nia gak boleh ke prambanan lho………

  2. diditjogja says:

    hayoh!!! kapan lagi loenpia ke jogja!!
    kapan menelusuri deretan pantai terindah di GunKid?
    kapan ke Kaliurang?
    Kapan muter2 di Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat?
    kapan meramaikan Festival kesenian Yogyakarta?

    kami tunggu..

    wah Jogjakarta untuk wisata, emang gak ada duanya

  3. boku_baka says:

    wah postingannya jaim ki. mana narsisnya?
    hehehehe.. :d
    pokoknya dijadwalkan saja, serbuan ke yogya v.2 beserta 18 triliyun pasukan loenpia :d/

    Narsis disimpen, nanti dikeluarin di milis aja :))

  4. kucinglistrik says:

    harusnya datengnya ga telat tuh kang.. kan bs ngeliat acara dari lebih awal….
    btw eniwei baswei mohon maaf atas pelayanan para kusir andong yg kurang berkenan…. :-”

    korlapnya telat seehh… 🙂 *lirik korlap*

  5. H4rs W4r10r says:

    lowo, nev,ama kopril when2 kita invasi touring ke jogja, mbalez yang nggak bisa ikut ke jogja kemaren :d

    Serbu Jogja, mari jalan-jalan ke Jogja

  6. Dargombes says:

    Wah priben mbok py jal kie, diriku g iso ketemu dalan keluare loh …. ! diriku tersesat mbok priben jal….
    kie gara”ne ngoyak wong wadon ora kepenerankie, niate arep kanggo tenanan e lah malah sing ketemu banci kae…:((

  7. den dipo says:

    ak pernah malu, malam-malam ak jalan di masjid gede kauman jogja, kebetulan ibunda masih “mambu Beteng kraton”, ada rame2, orang banyak menunggu sesuatu, ak tanya ada apa. di jawab ama mbah putri yg ak tdk kenal, oo.. wonten gamelan bade miyos den.. sampean pundi? ak hanya senyum… ….. masak sich kebangeten ak iki… now, i live at jombang.

Berikan komentarmu...