Karena Loenpia Lebih Enak Dimakan Bersama!

Dampak (nyata) Pemanasan Global di Semarang

29

Sebenernya saya baca judul ini dari koran kompas hari ini, tapi mungkin belum (tidak) masuk yang di versi online tapi ketemu yang disuara merdeka dan kebetulan salah satu yang diinterview teman kantor sendiri yang memang masih berprofesi sebagai petambak.
Ini cuplikan beritanya dari Situs Suara Merdeka

Akibat Abrasi dan Penurunan Tanah
Hampir Separuh Tambak di Semarang Rusak
Semarang, CyberNews. Akibat abrasi, penurunan tanah, dan dampak pemanasan global, sekitar 900 hektare tambak di Semarang rusak atau hilang dalam kurun lima tahun terakhir.

Jika saat ini luas keseluruhan tambak 1.030,21 hektare, areal yang hilang telah mencapai hampir separuhnya.

Kasubdin Kelautan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Semarang Cahyo Saparinto memaparkan data tambak di Semarang yang rusak dari tahun 2002-2004 mencapai 731.303 hektare.

Dia memperkirakan dalam kurun 2004-2007 telah bertambah menjadi kurang-lebih 900 hektare. Areal tambak di pesisir Kota Semarang berada di empat wilayah kecamatan, yakni Genuk, Semarang Utara, Semarang Barat, dan Tugu.

Dari empat kecamatan itu, kerusakan tambak yang paling luas terjadi di Kecamatan Tugu. Kendati demikian Cahyo tidak menyebut berapa luasannya. ”Di Tugu banyak tambak masih menjadi milik petani. Sedangkan di kecamatan lain, seperti Genuk dan Semarang Timur sudah banyak yang dikuasai investor,” kata Cahyo, Senin (25/6).

Dampak Reklamasi
Dampak dari kerusakan itu secara langsung dialami pemilik tambak. Selain kehilangan tanah, mereka juga kehilangan hasil yang bisa diperoleh dari budi daya perikanan di lahan itu. Sulit untuk menghitung rinci besarnya kerugian yang dialami pemilik.

Yang jelas, ujar Cahyo, tiap 1 hektare tambak di kawasan pesisir Semarang rata-rata bisa menghasilkan Rp 25 juta-Rp 40 juta/ tahun. ”Kecenderungan pemilik enggan melaporkan tambaknya yang rusak atau hilang. Mereka khawatir dengan melapor, hak kepemilikan atas tanahnya juga hilang.”

Lebih lanjut Cahyo menjelaskan, abrasi yang merusakkan tambak di Semarang salah satunya dipicu oleh aktivitas reklamasi pantai. Reklamasi berdampak langsung terhadap pola arus gelombang di sekitarnya.

”Selain reklamasi, penurunan tanah dan dampak pemanasan global juga turut memberi saham atas kerusakan tambak. Penurunan tanah bisa akibat eksploitasi air tanah, beban bangunan, serta oleh faktor geologis. Adapun pemanasan global berdampak pada peningkatan tinggi muka air laut.”

Abdul Rofiq (27), petani tambak di Kampung Tapak Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu membenarkan terjadinya abrasi. Dalam pengamatannya, laju abrasi di Tugurejo rata-rata 10 m/ tahun. Jika dihitung keseluruhan tambak yang hilang di wilayah Kecamatan Tugu telah mencapai 150 hektare.

”Di sini sebagian tambak sudah menjadi lautan. Upaya penanaman mangroove tidak banyak membantu,” ujar Rofiq( rukardi/Cn07 )

hmmm…sebenernya cuman pengen ngasih insight aja ke temen-temen kalo kita tidak merubah kebiasaan kita untuk lebih ramah dengan alam dan sumber daya yang kita pakai (termasuk listrik) mungkin kita sendiri bisa mengalami masalah-masalah yang akan muncul.

Karena saya termasukyang punya hobby makan, sapa tau kalo tambak berkurang banyak harga ikan jadi semakin mahal, petambak akan berpindah profesi, sektor pajak penghasilan berkurang dll dll. Ini baru dari tambak aja…

Jadi silahkan kalau mau menunggu sampai masalah itu datang ke idung kita atau memulai perubahan dari kita sendiri. Mengurangi penggunaan plastikpun sebenarnya sudah prilaku untuk lebih ramah dengan sumber daya alam kita, gak usah mikir yang susah-susah deh..
THINK GLOBALY ACT LOCALY .. Salam Lestari

29 Comments
  1. Nev says

    Pertamaxxx

    Ngomong2 soal lingkungan, paling sebel jika sedang naik motor tiba2 seonggok sampah keluar dari mobil mewah tepat di depan mata :((

  2. nabila says

    sebel lagi klo lg naik kapal trus liat ke laut, eh lautnya dihiasi sampah.
    *ikut2 berkeluh kesah*

  3. kian says

    ga sebel2 amat kok…cuma kasihan….

    sedihhhhhhhhh…

  4. cordiaz says

    Mari bersama-sama kita mengurangi penggunaan plastik yang tidak perlu :d/

  5. ikankoi says

    sayang juga kenapa emasnya orang-orang yang 24 karat itu dibuang disungai. itu mungkin kenapa orang indonesia masih tetap miskin…wong emas kuningnya di buang di sungai…..:d

  6. dee says

    😕 gimana ya.. caranya mendaya gunakan dan mendaur ulang sampah-sampah plastik di rumah kita? [sayang banget kalau hanya dibakar]…
    Gimana Mas Adi… any idea…? :)>-

  7. kian aza says

    yup..betul..sampah plastik kan ga bisa didaur ulanh..juga ga isa di takamurakeun…hmm gimana kita buat tas ato dompet kayak punyane mas adi…

    ada pelatihannya ga yaaaa…

  8. mochz says

    Saya setuju think global and act local. Tapi ingat jangan cuma NATO (No Action Talk Only). Kalo cuma komentar saja di Tipi2 banyak.:d

  9. didut2mochs says

    hehe~ setuju 🙂 Makanya mampir di blog saya yah sekali-kali 😀

  10. dhana says

    huff ternyata gak cuman petani tradisionil di gunung gunung aja yg takut kalo laporan ke pemerintah tar hak atas tanahnya ilang , ternyata juga para petambak . benar jg , br terpikir olehku.[-(

  11. william says

    kalo gitu naek sepeda aja…
    gitu aja kok repottt…:)>-

  12. didut2william says

    setuju!!!! :d

  13. escoret says

    wah,serem juga ya dampaknya..!!!!
    kalo tambak2 udah mulai ga ada lahan…..
    siapa tahu ntar terboyo jadi danau….arrrrrgggg…siap2 cari kerja di semarang atas..hehhehe

  14. clara_cla says

    hm…ni masalah serius kaan? pertanyaannya: kenapa ga banyak yang tau?kenapa dikit yang peduli?
    penelitian undip tahun 2005, semarang bakalan tenggelam pada 2010, ni dah 2007, berarti, bentar lagi y….
    rob merupakan salah satu dampak global warming, ditambah letak geografisnya yang seperti kuali,berada dibawah permukaan air laut, makanya dari gombel kita bisa liat laut diatas kita, sejarahnya, semarang itu dulunya laut yang di timbun oleh Belanda…
    balik lagi ke not action talk only, tindakan yang sangat berarti dan guampang banget adl…jangan buang sampah sembarangan n stop penebangan pohon, terutama di daerah atas, yang merupakan daerah serapan air semarang…
    peduli lingkungan yux, mulai dari sekarang juga,dan dari diri sendiri…biar keturunan kita punya kesempatan hidup di semarang (ga tenggelam gt…)
    SEMANGAAATT!!!

  15. kang andhi says
  16. ahink says

    Wasah mbuh lah seng penting ak sebagai warga semut alias semarang utara adalah memikirkan untuk terus “nguruk” jalan dan rumah biar kagak banjir:((:d/

  17. ipe says

    Halo loenpia,

    saya mo nanyak2 nih…
    1. kadang saya bingung tentang ejaan yang benar apakah “loenpia” atau “lumpia”?
    2. Bagi saya loenpia adalah bukti konkret mesranya hubungan lintas etnis/lintas budaya di Indonesia ato semarang khususnya karena bila belajar dari sejarah makanan ini ternyata merupakan paduan cita rasa tionghoa dan jawa, nah bukankah hal ini sangat menarik? ditengah-tengah erosi nasionalisme akhir-akhir ini, saya usul bagaimana jk komunitas loenpia bikin acara yang mengangkat semangat Bhinneka Tunggal Ika dan semangat cinta tanah air? Menyandang dan menggunakan nama “loenpia” sebagai nama komunitas punya konsekuensi/tanggung jawab yang besar lho! serius! karena kata “loenpia” mengandung ruh “kebersamaan”, “persatuan” dari perbedaan yang ada…Loenpia adalah salah satu wujud nyata kearifan lokal masyarakat semarang tempo doeloe… piye jal?

  18. kuya says

    kalow gw seneng bgt org buang sampah sembarangan, coz w bisa nyumpahin tuh orang hew hew hew…
    :d

  19. ace says

    sampah sampahnya kasihin gua aja….
    lumayan bisa dikiloin di pkl.. ….

    HIDUP SEMARANG!!!!!!!

    Tapi panas pak…:d:d/

  20. arifin says

    Indonesia itu orangnya MBULETI…WELUT kecemplung OLI..udah licin tambah licin kena oli.
    emang ga semua, pintar omong (teori),prakteknya SEMELEKETE…
    bayangin itu tanaman yg jelas2penghasil OKSIGEn..ehh malah dibakar,ditebang,buang sampah seenaknya’ UDAH TAU itu uang rakyat diEMBAT juga.Udah tau itu dana REBOISASI ehh dimasuk Saku jg (kasus reboisasi karet diDanau Salak/Kalsel)…udah tau itu DANA u/ pembangunan EEEEdiKORUPsi..MAU DIJADIKAN APA INDONESIA INI…Lepas dari jajahan Belanda,DIJAJAH INDONESIA SENDIRI.Bayangkan Orang ATAs main GUSUR sana gusur sini,Koq malah dibikinkan Rumah malah dihancurin….jadinya Ya.MBAMBOENG lagi di Kolong Jembatan.
    Orang Eropa bikin jalan u/dilewati bersama NO PAY
    Orang INDONESIA Bikin jalan Yg lewat Suruh Bayar..
    sama seperti di kampung(Jl.bogangin I jalur ke SMPN 16 surabaya.Jawa Timur.INDONESIA)
    Rakyat keleleran Dewan Nglencer alias ngluyur bin NGLUTUS.

  21. arifin says

    Di Dunia ini cuma ada 2(dua)karakter: + dan -.
    TUA ITU PASTI DEWASA adalah PILIHAN
    (disadur dari A mild)

    Semua itu RELATIF. Tergantung mau Peduli or Not.
    Udah cari Duit Aja. And NgeDoKtrin Generasi Yang Lebih Baik.Moral dan Karakternya.

    Tinggal Bagaimana Kita PILIH Karakter yang mana ?

  22. AYOE says

    sedih bangeeeeeeeeeeet!!!!!!:(Bumiku sayang Bumiku malang……hikzhikzhikz!!!

  23. pevy says

    [-(
    :((
    sial banget ya jadi bumi udah ditumpangin masih aja dirusak dasar manusia:(

  24. siSy says

    STOP GLOBAL WARMING…………!!!!:d/:)>-
    /:);)

  25. Oktaviani Kharima Gita says

    Aku mau bikin cerita yang berisi pesan tentang menjaga lingkungan.
    Mau ditampilin hari minggu tanggal 2 maret 2008, berupa pertunjukan teater.
    Ada yang mau kasih saran gak?
    Oh iya contoh kasus yang bener-2 real n sampe masuk koran tentang dampak global warming akibat sampah…
    Tlong ya…
    Kasih saran…

  26. caca says

    sampai kpn lingkungan bakal jd korba keganasan sesosok manusia yang klihatan baek, sempurna
    dll
    uhhhhhhhhhhhhhhhhh sebel bngt klo gt
    sekarang saatnya mulai jd sosok manusia yg layak disebut manusia sosok yg patuh ma aturan pembuatnya…………………..allahuakbar

  27. Feri says

    Selamatkan bumi kita dari kerusakan, itu adalah tanggung jawab kita semua. Mari kita mulai dari hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, sediakan lahan hijau di rumah kita masing2, rawatlah mesin kendaraan anda supaya tidak mengeluarkan asap yg bisa memperburuk volusi udara.

  28. hendra says

    mirip yang di pantai indah kapuk gak ya? tapi sepertinya untuk masalah lingkungan hidup, di pantai indah kapuk sepertinya lebih ramah lingkungan. Sudah saatnya reklamasi atau apapun bentuk kegiatan yang berkaitan dengan perubahan lingkungan hidup, dilakukan sesuai AMDAL gak bisa asal bangun saja.

  29. gress says

    punya data luasan tambak per kelurahan di semarang gak, klo ada informasi mintak dong

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Rolex Replica Replica Watches