Karena Loenpia Lebih Enak Dimakan Bersama!

Balada Semarang dan Rob

13

Kalau anda lahir di Semarang, atau pernah tinggal di Semarang atau mungkin hanya sempat mampir di Semarang atau yang paling ekstrim pernah mendengar atau membaca tentang Semarang, satu hal yang tidak asing untuk diketahui adalah kuantitas air yang melimpah dan dari tahun ke tahun memiliki wilayah sebaran yang semakin luas.

Kota Semarang yang merupakan daerah pesisir Utara pulau Jawa dibagi menjadi dua daerah utama yaitu Semarang Bawah yang berada di sebalah Utara dan mempunyai kontur landai yang menurut cerita jaman dahulu terbentuk akibat pendangkalan serta Semarang Atas yang berada di daerah Selatan dan meiliki kontur yang berbukit-bukit.

Semarang Bawah dengan kontur landai dan dengan laut Jawa di sebelah Utara, membuat Semarang tidak bisa dilepaskan dengan air dan pelabuhan sebagai pintu masuk dan keluar produk-produk dari daerah lain yang kemudian menjadi salah satu mesin ekonomi bagi Kota Semarang.

Maraknya pembangunan pesisir sebagai upaya untuk mengakomodasi perkembangan ekonomi, memaksa dilakukannya reklamasi pantai menjadi lahan industri yang kemudian berdampak pada meluasnya sebaran air laut atau rob yang menggenangi Kota Semarang.

Selain itu penggunaan air tanah yang tidak terkontrol yang menyebabkan penurunan ketinggian tanah di Semarang Bawah semakin menambah dampak rob yang saat ini sudah melubรจr kemana-mana.

Pada bulan-bulan sekarang ini, rob dapat dengan mudah ditemui di hampir seluruh daerah pesisir pantai di Semarang. Pelabuhan Tanjung Emas yang merupakan wilayah yang bersebelahan dengan laut merupakan daerah yang cukup parah digenangi oleh rob.

Beberapa tempat di jalan arteri Sukarno Hatta juga sudah menjadi seperti sungai karena digenangi oleh rob yang menyebabkan jalan menjadi rusak dan transportasi menjadi tersendat.

Stasiun Tawang yang menjadi salah satu landmark kota Semarang juga tak luput dari genangan air pasang dan intensitasnya juga sangat sering mengingat lokasinya yang berada di daerah pesisir pantai dan jalan Ronggowarsito yang mengubungkan pelabuhan dengan Kota Lama adalah tempat dimana setiap hari air rob selalu menggenang.

Dari yang saya amati, genangan air pasang sekarang ini semakin meluas dibandingakan dengan beberapa tahun yang lalu. Hal ini saya lihat dari beberapa wilayah yang sebelumnya tidak atau belum pernah tergenang rob, sekarang sudah mulai tergenang.

Pendudukpun sudah mulai dengan rencana-rencana jangka panjangnya yaitu dengan meninggikan daerah pemukiman supaya terhindar dari rob. Tapi hal itu hanya upaya sementara karena ketika sebagian orang kemudian meninggikan daerah pemukinannya, rob akan mencari celah-celah untuk menyusup ke dalam wilayah-wilayah yang masih rendah.

Dengan kondisi yang semakin parah seperti ini, tidak mustahil kalau kemudian Semarang Bawah hanya akan tinggal kenangan dan menjadi kota bawah air. Kalau kemudian air rob yang menggenang adalah air tawar dan bersih, maka tidak akan jadi soal apabila Semarang Bawah menjadi kota air seperti halnya Venesia di Italia, tapi kenyataannya air rob yang menggenang mempunyai kadar garam yang tinggi dan mempunyai bau yang tidak sedap serta sangat kotor karena bercampur dengan berbagai limbah rumah tangga dan industri.

Belum lagi sekarang marak dengan adanya isu pemanasan global yang membuat pemukaan air laut menjadi naik sebagai akibat dari mencairnya es di kutub. Hal ini semakin memperparah dan mempercepat tenggelamnya daratan termasuk Semarang.

Celakanya hampir seluruh aktivitas pemerintahan dan ekonomi Kota Semarang ada di Semarang Bawah. Dan ketika kemudian daratan mulai tergenang, mungkin suatu hari nanti kita hanya bisa bercerita kepada anak cucu kalau di laut pernah berdiri Kota Semarang Bawah yang telah tenggelam seiring dengan perkembangan jaman.

Lalu dimanakah kita ketika tiada lagi daratan di bumi?
Mungkin kita sudah bermigrasi ke planet Mars yang kering dan hidup sulit di sana.
Atau mungkin sebagian dari kita nantinya bermutasi menjadi ikan dan hidup di air dan sebagian lagi musnah karena kelelep ๐Ÿ˜€

Entahlah…

*tidak ada foto karena kamera saya rusak ๐Ÿ˜›

13 Comments
  1. Niff says

    skrinsutnya mana??

  2. mizan says

    Kemarin sempat lewat di daerah Tawang menuju ke Pelabuhan. Sepanjang arteri itu kan dulu penuh dengan perkantoran perusahaan-perusahaan pelayaran dan export-import. Tapi sekarang banyak yang jadi bangunan kantor kosong. Halamannya tergenang rob, paving-block nya penuh dengan lumut (nyaris kepleset). Puarah-lah pokok e….

    Dulu sempat ada wacana menjadikan Semarang kayak Belanda. jadi dibangun dam dari daerah Jepara – Kudus. Sehingga tetap aman dari banjir dan rob, meski Semarang sudah lebih rendah dari permukaan laut. Tp kok sekarang ga ada kabarnya lagi?

    *dowo juga comment ku :)>-

  3. alfin says

    rob????
    aku kuliah kena rob terus

  4. sapi says

    anu, rob nya dijadikan wisata alam saja. Buat trekking atau gak uji nyali…daripada di lawang sewu terus atau nggak cuma ke sampokong, bosen, sekali-sekali yang sensasional, wisatawan sejati tidak takut rob!! :-“

  5. didut says

    sebenernya pusing juga tp kelihatannya pemkot juga tdk mempunyai kebijakan yg pasti buat mengatasi hal ini untuk jangka panjang seperti mungkin membebaskan lahan untuk daerah serapan air

  6. Ahmed dee nejad says

    Pokoknya saya hanya pilih Cagub maupun Cawalikota yang punya program anti rob. [kalau nggak ada ya golput saja]. Kasihan saudara2 kita yg everytime everynight everyday harus berADAPTASI dengan rob.

    Venice of Asia yang tidak lagi mempesona. Dan Asiapun tidak jadi terpesona.

    ๐Ÿ™

  7. syant says

    sori…rob iku apa to? sepengetahuan saya rob itu merampok,hihi. (dodol yah?)

  8. dhani_pras says

    ๐Ÿ™‚
    Adugh kampungq…. ?!
    :((
    :((
    Tambak rejo(Tb. Lorok) g capek2 robnya!!

    Dulu orang Belanda capek capek uruk laut
    Sekarang Qt g capek capek uruk daratan ninggiin tanah!

    2 tahun lagi tanah dan plafon rumah q sudah sampe 2m

  9. sesy says

    @mizan: denger2 g di setujui apbdnya krn terlalu mahal (selentingan dr org dalam katanya kl teralalu mahal korupnya teralalu gampang ketahuan)

    yg parah cm sebulan sekali kok mas, yg gak parah ya sepanjang bulan. he hehe

  10. nonik says

    prihatin banget dengan kondisi Semarang. Aku belum pernah ke sana tapi hampir jadi orang Semarang sih pernah.

  11. nina says

    human vs nature…nature is the winner…

  12. Wellen says

    Masalah rob??? ga usah mumet2… :-” PEMKOT suru aja nguruk endapan di banjir kanal… saya jamin ga bakal rob lagi…:d MOSOK KALI KARO ENDAPANE AKEH ENDAPANE??? SING GENAH WAE!!!:-? OJO NGURUSI PSIS AE… NEK BANJIR MOSOK LAPANGAN NGGO LATIAN PSIS GELEM PINDAH NENG UNGARAN??? YO PO RAK??? :)>-

  13. deo says

    emm, minta tolong dikid bsa ga? butuh artikel soal pemanfaatan air tanah oleh industri besar di semarang…ada yg bsa kasi link atw semacamnya?
    Kalo berkenan, tlng kirim ke theaskingman@yahoo.co.id.
    TQ ^^

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Rolex Replica Replica Watches