Karena Loenpia Lebih Enak Dimakan Bersama!

Buku Untuk Masa Depan

24

Hari Selasa lalu (20/05/2008) Fian, Dendi, Yudi dan saya berkunjung ke Desa Kajar di Kota Kudus. Perjalanan ini diawali oleh ide Fian yang mau membantu seorang teman yang hendak membuka perpustakaan swadaya yang bernama TABA AINA di desanya.

Perpustakaan Desa Kajar

Setelah di publish di milis dan berhasil mengumpulkan sedikit buku, kami bawa langsung ke Desa Kajar untuk diserahkan langsung ke perpustakaan yang mereka bangun di sana. Berangkat dari Semarang jam 08.00 pagi dari jam 06.00 yang direncanakan. Semua terlambat bangun karena betmen-an semalaman.

Hari itu kita mengendarai mobilnya Dendi. Saya sendiri langsung tertidur begitu pantat saya merasakan empuknya kursi mobil karena baru tidur sekitar jam setengah 4 pagi. Saya terbangun ketika merasakan guncangan yang cukup besar, ternyata kita nyasar di Desa Dempet, Demak. Ternyata gara-gara terkena racun omongan kalau jalan Semarang-Demak itu rusak maka sang navigator Fian & Yudi memutuskan untuk mengambil jalan pintas yang akhirnya malah memblusukkan kita di daerah tak bertuan dengan jalan yang amat parah dengan handicap yang tinggi untuk mobil sedan yang kita naiki. Benar-benar menemukan jalur rusak parah sepanjang kurang lebih hampir 15 KM.

Setelah sekitar 4 jam lebih berkendaraan (dari harusnya 2-3 jam) sampai juga kita di Desa Kajar. Udara Desa Kajar ternyata sangat sejuk karena terletak di daerah yang cukup tinggi seperti daerah puncak. Karena kita sudah terlambat, langsung kita serahkan buku-buku yang kita bawa. Hari itu ada sekitar 2 kardus buku yang kita bawa dari Semarang.

Ternyata anak-anak sangat antusias untuk melihat buku-buku yang kita bawa terutama komik-komiknya. Hati ini berasa sejuk melihat muka-muka gembira dari anak-anak yang menyentuh komik dan majalah yang kami bawa. Perpustakaan ini masih satu-satunya perpustakaan swadaya yang ada di Kota Kudus. Perpustakaan ini dibuat atas inisiatif beberapa remaja yang perhatian dengan langkanya akses terhadap buku untuk remaja di desa mereka.

Rencananya loenpia akan berkunjung berkala untuk mendonasikan buku bekas layak baca atau baru ke Desa Kajar. Untuk siapa saja yang mau mendonasikan bukunya bisa menghubungi Fian di no telp. 024-70441154.

Untuk temen-temen di luar kota Semarang, langsung saja kirim paket buku sumbangan anda ke alamat:

Perpustakaan “TABA AINA”
d/a. Safitri
Desa Kajar, Rt.03/I Dawe Kudus Jawa Tengah 59353
atau dana di nomor rekening BNI Syariah Semarang 0127405812 a.n Safitri

Sebenarnya setelah menyerahkan buku ada sedikit piknik ke Taman Seni Nasional tetapi saya tidak ikut karena ngantuk sekali.

Kami percaya bahwa buku merupakan akses untuk masa depan dan mudah-mudahan sedikit buku dari loenpia bisa membuka akses mereka untuk masa depan yang mereka inginkan.

24 Comments
  1. niningss says

    ikut seneng lihat muka muka mereka yang antusias itu…

    semoga mereka manjadi generasi suka membaca…

    tidak seperti saya… membaca teks film saja..

  2. Niff says

    ke kudus kok ga mampir ke lentog tanjung?
    moga buku sumbangannya bisa berguna… πŸ˜€

  3. hasto says

    klo buku komputer mau ga ning?
    ada tuch stok beberapa buku di rumah πŸ™‚
    btw, ga do tilik nurist?

  4. koprilia says

    bravo loenpia..semoga bisa berkala program ini..!!!!

  5. Mardies says

    Setuju banget soal perpustakaan swadaya di desa. Jadi para murid sekolah nggak hanya baca buku pelajaran plus buku-buku di perpustakaan sekolahnya saja.

  6. maz_ninno says

    eh om2, tante2, aya mo gabungs boleh ngga ?
    caranya gmn.. ?
    aku dah lampirin imelku tuh (but won’t published)
    thx ya..
    -ninno-

  7. maz_ninno says

    eh om2, tante2, aya mo gabungs boleh ngga ?
    caranya gmn.. ?
    aku dah lampirin imelku tuh (but won’t be published)
    thx ya..
    (sorry repost)
    -ninno-

  8. Kesambet says

    Salut…!

  9. luhde says

    hebat perjuangannya. lumpia semarang-nya kalo ke bali ya. *netes* oya, btw kopdar-an ma balibloggercommunity juga dong.

  10. Muhammad Ali says

    Saya dukung semua upaya yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa. Hanya bangsa yang cerdas dan tak malas lah, yang dapat maju. Saya juga sedang merintis bagi terwujudnya rumah baca.
    Lewat forum ini, maaf, saya ingin numpang info. Omong-omong soal loenpia, yang notabene makanan khas Semarang, saya teringat akan kerupuk tengiri, jajanan khas asal Jepara. tak perlu jauh-jauh ke Jepara untuk mendapatkannya. Di pusat oleh-oleh di Jalan Pandanaran Semarang, kita bisa mendapatkannya, yakni di Toko Bonafide dan Toko Strawbery. Di Toko Roti Brillian Simpang Lima, kita juga bisa mendapatkannya. Coba rasakan kelezatannya, terasa sekali ikan tengirinya.

  11. Ari Kurniadi says

    wah saya setuju banget dah! sukses ya buat mas-mas! oh ya, boleh numpang usul ndak? melihat peningkatan jumlah anak-anak jalanan di semarang, bagaimana kalau mereka di buatkan semacam rumah singgah. trus di dalemnya ada perpustakaan kecil. anak2 jalanan itu bisa kita minta tolong untuk merawat buku2 itu serta mengajak teman2 mereka untuk membaca. mungkin untuk pertama adalah membaca komik. untuk anak jalanan yang menjadi perawat perpustakaan ini kita bantu dengan penginapan dan makan setiap pagi siang dan malam. menurut saya alangkah baiknya jika kita menambah lapangan kerja bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman sehingga kita juga dapat dianggap membantu pemerintah untuk bagian edukasi. semoga usul saya dapat di jadikan pertimbangan.

  12. Inov says

    Setuju dengan pendapatnya mas Adi Kurniadi πŸ™‚
    Semarang juga membutuhkan perpustakaan2 kecil

  13. imron says

    Semoga aksi2 semacam ini senantiasa berkesinambungan…OK!

  14. nihdia says

    Nah action gini ini nih yang asyik… sip!

  15. teguh permadi says

    Masalah utama diperpus gratis umum kayanya:
    1. kekurangan jumlah materi baca.
    2. buku hilang gak dikembalikan,atau rusak.
    Ada jalan keluar? mengingat harga buku dinegara ini mssya Allah mahal2nya? Bolehkan difotocopy,dibendel lalu dibagi2kan keperpus2 gratis (dg.ijin penerbitnya kl.bisa)?
    Negara2 yg. sekarang kaya dulu juga membajak buku2 luar,contoh Jepang.Sekarang Cina. Buku sekarang di India luarbiasa murah (jgn ngurusi kwalitas kertas ya, yg.pentingisi dulu). Indonesia aja, yg. kepingin disanjung sbg.neg.penjunjung hak intelektual, tp.kere, mau beli buku gak mampu, muahaaaal.
    Teguh.

  16. Surya ae says

    Saya punya buku bekas. Tapi untuk dijual. Kalo berminat bisa hub saya di 024-91312238. Ada buku-buku hukum.

  17. yani says

    Saya sangat senang dengan suksesnya dibukannya perpustakaan di desa Kajar, Kudus semoga banyak generasi muda lain mengikuti langkah adik-adik. Saya punya adik yang tinggal di desa deket airpanas gonoharjo, dia buka perpustakaan kecil-kecilan di rumah dia untuk anak – anak desa tsb yg dtg tuk baca buku. Saya ingin dapat informasi dimana bisa beli buku anak-anak bekas daerah semarang,tlg drop email ke inay121@yahoo.com. terima kasih.

  18. tassa says

    saya ingin buat semacam sekolah darurat ato sekolah sederhana untuk anak2 jalanan dan anak2 tidak mampu disemarang.nggak perlu dengan fasilitas berlebihan,yg penting bs bermanfaat dan ilmunya bs tersampaikan..tapi saya nggk tau ada komuntias sprti itu ato nggk disemarang..
    kalo ada info,,tolong beri tau saya,, ato klo ada yg sepemikiran dengan sya,,syapa tau kita bisa bkin komunitas baru…hub saya di oktassarindi@ymail.com yaa…makasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.