Gereja Blenduk

Gereja Blenduk merupakan salah satu obyek wisata yang paling menarik untuk dilihat di Kota Lama, Semarang . Bangunan ini menarik untuk dilihat karena masih sangat terawat dan masih aktif dipergunakan untuk Gereja GPIB Immanuel selain memang gereja ini adalah gereja kristen tertua di Jawa Tengah.

Gereja Blenduk

Gereja ini dinamakan Blenduk karena mempunyai kubah besar diatasnya. Kubah dalam bahasa Jawa adalah blenduk. Gereja Blenduk dibangun sekitar tahun 1753 dan pada awal berdirinya digunakan sebagai tempat ibadah orang-orang Belanda. Arsitek Gereja Blenduk adalah HPA DE WILDE dan W WESTMAS. Gereja Blenduk sempat di perbaiki pada tahun 1756, 1787 dan 1794. Perombakan pada tahun 1894 membuat bentuk bangunan seperti sekarang ini. Didalam gereja ini masih dapat ditemukan orgel barok yang saya pikir hanya terdapat di beberapa gereja tua di Indonesia dan jumlahnya tidak banyak.
Untuk mencapai Gereja Blenduk cukup mudah. Bila anda tidak tahu Kota Semarang, anda dapat menggunakan angkutan umum (angkot) no C10 Jurusan Banyumanik-Johar. Angkot ini bisa dinaiki dari Terminal Banyumanik di kota atas atau sepanjang jalan-jalan / titik berikut: Tembalang-Ngesrep-Jatingaleh-Kaliwiru-Java Mall-Bangkong-Mataram. Cukup mudah untuk menemukan Gereja Blenduk karena angkot no 10 ini akan melewatinya sebelum sampai di Pasar Johar.
Selamat menikmati keindahan Kota Lama Semarang

Sumber postingan dari Wiki dan situs Pemerintah Kota Semarang.

17 thoughts on “Gereja Blenduk

  1. dhana says:

    napa gitu yg terkenal arsiteknya bukan insinyurnya ya? sungguh kasian wahai kau anak teknik sipil:-?

  2. teresa says:

    wah, keren anglenya…dari dulu kalau lewat kota lama selalu ngiler ambil fotonya, tapi kalau ada waktu ga ada kamera, kalau ada kamera ga ada waktu…:((
    keren…keren….

  3. escoret says:

    Hmm…greja blenduk..!!!
    aku pernah moto bangunan ini…!
    so,aku sodorin ke nyokapku…langsung mau liat bangunan aslinya..!!!!

    *aku jwb..”ga usah”..semarang panas…hehehh

  4. sesy says:

    wah akhirnya kluar juga liputan jenis ini. tapi sory aku ralat dikit. kl naik angkot dari banyumanik gak bisa lewat greja blenduk krn jalurnya muter di bangkong trus langsung ke johar n jembatan n jembatan mberok.
    buat temen2 yang pengen foto2 di dalem ternyata gak bisa, kecuali dengan izin tertentu, tapi kl masuk n liat2 aja gpp.

  5. neEa says:

    ak warga semarang asli sedang menuntut ilmu ( Halah bahasane…:d)di luar kota…
    huhuhu…kangen semarang apalagi greja blenduknya..
    dulu pas SMA aku foto katalog d belakang grj..
    apik ada background greja,,jd bangga ma kota sendiri………hehehe;)

  6. Glory says:

    pngen bgt bisa msuk n ibdah disitu…
    tpi blm smpet”… kapan y???
    Foto” jga yg psti… hehehehe…

  7. Faril says:

    Ralat dikit,gan..
    Nama 2 arsitek yg ada d artikel bukanlah arsitek yg merancang gereja ini.
    Arsitek yg merancang greja Blenduk (termasuk juga banyak bangunan Belanda di kota lama dan daerah Candi Baru Semarang) adalah Thomas Karsten.
    Sedangkan HPA De Wilde dan W. Wesemas adalah arsitek yg merenovasi pada tahun 1894 (penambahan 2menara di bagian depan).
    Mohon segera d ralat artikelnya biar pembaca tidak salah informasi.
    Thnx,smangat,gan!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *