Pestipal Angkringan 2008

Petipal Angkringan 2008
Kemarin sore akhirnya saya mengunjungi Pestipal Angkringan yang diadakan oleh 2 komunitas kewirausahaan yaitu Jaringan Rumah Usaha dan Komunitas Tangan diAtas (TDA) Semarang.

Berangkat dari Citraland setelah menonton Forbidden Kingdom dan makan siang sekaligus bersurfing ria di Cimed. Dengan diiringi rintik hujan, saya memacu motor dengan santai menuju gedung KADIN JaTeng.

Pestipal Angkringan merupakan sebuah kegiatan untuk semakin menggerakkan kegiatan kewirausahaan terutama di Semarang dan sekitarnya.

Sampai di gedung KADIN sekitar jam setengah 4 sore, ternyata Mizan, Fany dan Novy sudah sampai terlebih dahulu. Setelah melihat-lihat stand yang ada termasuk stand TDA Joglo yang menginap di rumah saya selama di Semarang, saya akhirnya membeli sebuah kaos yang bergambarkan Lawang Sewu. Sepertinya kita harus malu bila kita sudah membeli kaus-kaus khas dari kota lain seperti dari Yogyakarta atau Bali tapi belum pernah membeli kaus dari kota sendiri. Saya lupa nama tokonya tetapi nanti saya update di postingan ini. Toko yang menjual kaus dengan gambar landmark Semarang ini akan di launching tgl 23 April ini di dekat stadion Tri Lomba Juang.

Menenggak segelas teh panas di warung nasi kucing yang tersedia sambil ngobrol dengan teman merupakan sebuah kenikmatan lain yang kita bisa temui di acara ini.

Setelah puas dengan teh panas, wedang ayu dan sate ambal, saya, fany dan Mizan memutuskan untuk mencoba hiu bakar untuk makan malam. Setelah selesai makan malam kita kembali ke lokasi acara untuk mengikuti Forum wedangan yang di pandu oleh iLik Sas. Terus terang saya kurang tahu mengenai beliau tetapi yang saya tahu beliau merupakan founder dari Jaringan Rumah Usaha.

Forum Wedangan kali ini membahas mengenai akses permodalan bagi wirausahawan yang pembicaranya didatangkan dari BI, Mandiri dan Pertamina sebagai salah satu BUMN yang mempunyai kegiatan pengembangan kewirausahaan.

Forum ini menurut saya berjalan dengan cukup menarik dengan gaya Lik Sas yang non formal tetapi informatif dan beberapa informasi yang disampaikan oleh pembicara cukup memberi pencerahan mengenai cara mendapatkan modal pinjaman melalui bank disamping beberapa tips usaha dari beberapa wirausahawan yang hadir. Poin yang cukup penting yang disampaikan oleh pembicara adalah jangan takut untuk bertanya ke bank mengenai cara mendapatkan pinjaman usaha kecil dan mikro karena bank sudah diwajibkan untuk mempunyai program pinjaman bagi usahawan kecil.

Acara sabtu kemarin selesai sekitar jam 09.00 malam dan akan berlanjut sampai malam hari ini.

17 thoughts on “Pestipal Angkringan 2008

  1. mizan says:

    Toko yang jual kaos khas Semarang namanya: “Gampang Sem[b]arangan”. Kok namanya mirip milis Loenpia ya 😀 . Oh ya katanya mereka sebentar lagi mau Grand Opening toko barunya di daerah Mugas.

  2. Avante says:

    Forum Wedangan kali ini membahas mengenai akses permodalan bagi wirausahawan yang pembicaranya didatangkan dari BI, Mandiri dan Pertamina sebagai salah satu BUMN yang mempunyai kegiatan pengembangan kewirausahaan.

    btw “akses”-nya sendiri gimana caranya?

  3. didut says:

    # adam: jadi gini dam, setiap bank itu diwajibkan untuk memberi akses pinjaman untuk pengusaha kecil atau mikro. Jadi sumonggo ke bank untuk mencari informasi mengenai cara mendapat pinjaman tersebut

  4. kian says:

    wuah..bajune mba wie kelunturan background panggung ik..

    dan ternyata munif dan pepeng seperti kembar sekarang..juga dendi *hmm trio enduters*

    *kok malah komen fotone yo*

    semoga acarane bisa rutin diadain..thn depan aku dateng dah

  5. arif says:

    Bagaimana dukungan Pemkot Semarang sendiri dengan para pengusaha mikro yang memiliki angkringan? Apa disediakan tempat khusus untuk mereka?

    Btw, hiu bakarnya enak nggak?

  6. didut says:

    #arief: kalo dukungan pemerintah sy kurang tau krn tdk ada yg diundang tetapi kalau dr BI ya itu mrk mendukung dgn membuat kebijakan untuk mendorong bank untuk membuat program pinjaman bagi pengusaha kecil-menengah

    hiu bakarnya lumayan pak , lumayan enak kekekeke~ 😀

  7. pak lik says:

    weleh..weleh..jadi inget dulu sering tongkrong di angkringan tembalang & depan masjid baiturahman smg ( ga tau sekarang masih ada ga ya..)…
    huhuhuhu.. jadi kepengen pulang neh…. 🙁

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *