Karnaval Dugderan yang Selalu Dirindukan

Bukan sekadar karnaval tapi sudah menjadi kenangan yang selalu dirindukan. Bagimana tidak, karnaval untuk memberitahukan datangnya bulan puasa ini sudah dimulai sejak tahun 1881. Saat itu Semarang di bawah Pemerintah Kanjeng Bupari RMTA Purbaningrat, beliaulah yang pertama kali memberanikan diri untuk menentukan dimulainya hari puasa secara bersama-sama.

Sejarah panjang karnaval dugderan inilah yang membuat saya menyempatkan diri untuk ikut menyaksikannya. Tentu tidak hanya saya, ribuan pasang mata dari anak-anak hingga mereka yang sudah lanjut usia pun rela menerjang panasnya terik mentari siang itu, untuk menyaksikan dan terlibat dalam karnaval legendaris ini.

Dugderan sendiri berasal dari kata dug dan der, dug dari bunyi bedug dan der dari bunyi meriam. Sekarang ini Tradisi Dugderan dilaksanakan di halaman Balaikota, diawali dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Walikota Semarang yang berperan sebagai Adipati. Setalah upacara, dilanjutkan dengan Karnaval yang diikuti oleh Pasukan Merah Putih, Drum band, Pasukan Pakaian Adat “ Bhinneka Tunggal Ika “, Meriam, Warak Ngendog dan berbagai kesenian lainnya.

Tahun 2011 ini, karnaval Dugderan jatuh tepat pada hari Minggu, 31 Juli 2011. Ini tentu sangat melegakan bagi yang ingin menyaksikan terutama bagi yang bekerja kantoran. Karena jika jatuh pada hari kerja tentu akan menjadi kesulitan tersendiri jika ingin menyaksikan iring-iringan karnaval dengan ikonnya berupa warak ngendog.

Jadi sudah berapa kali Anda menyaksikan Karnaval Dugderan?

Foto-foto kemeriahan karnaval dugderan bisa dilihat di album di bawah ini:

 

12 thoughts on “Karnaval Dugderan yang Selalu Dirindukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *