14 thoughts on “Lomba Logo Semarang

  1. moci_rasa_kacangijo says:

    jadi serba salah memposisikan diri ya.
    bukannya lebih baik semarang dijadikan kota industri saja
    soale kalo soal tourism semarang sepertinya agak-agak payah. Pemahaman orang kalo pake kata Beauty kan yang disasar sektor tourism nya, bukan begitu?
    eh btw, ngapain juga aku komen di artikel ini ya?

  2. resse says:

    dimana2 org punya pola pikir dan sudut pandang yg berbeda. lalu knapa kita hanya ikut2an berjalan ditempat, mempermasalahkan sesuatu yg ga ada untung ruginya bagi kita.

  3. sesy says:

    buat resse: yach gpp tho ya, itung itung ngarmein comment gitu
    mas dendi bukannya dari dulu semarang kota industri ya mpe panasnya bukan main gini.

  4. ramlan says:

    Saya ikutan comment aja, dan saya tidak terlalu punya kepentingan, lha iya wong saya urang bandung euy!
    saya pikir ide “the Beauty of Asia” sah-sah aja dan saya percaya ide ini dicetuskan oleh orang yang cukup faham dengan persolan semarang.
    jadi buat saya mah, nu penting saya mo ikut ngeramein lomba logo. siapa tau menang jadi bisa jalan-jalan ke semarang, sanes kitu kasep?

  5. midi says:

    moga-moga aja dengan rencana pembuatan logo baru nanti, bisa megubah kota semarang jadi lebih cuantik, udara tambah suejuk, sandang pangan murah, masyarakatnya tambah ramah tamah, dll dll nyang positip.
    hidup logo baru !!!

  6. Gunadi says:

    Menurut saya, semarang sbgi beauty of asia.. sebenarnya sdh langkah awal yang bagus. Hanya saja, menurut saya akan ‘the best’ kalau menjadi ‘The Beauty of Indonesia’. Alasan saya, kalau dilihat dari segi turisme, mungkin akan jauh lebih tersedot ke DIY ataupun Solo, jika tidakpun akan ada persaingan diantaranya. Kenapa menurut saya lebih cocok ‘Beauty of Indonesia’ karena menurut saya Semarang lebih cocok diposisikan sebagai kota Usaha/Industri, dan mulai memposisikan sebagai kota ‘the next metropolitan’. Bagaimana memposisikan Semarang lebih baik dari pada kota lain di tanah air ini.. dari segi peluang usaha, sistem pendidikan yang lebih baik, sistem kesejahteraan masyarakat yang lebih baik, sistem infrastrukture yang lebih baik, dsb. Saya yakin kalau semua lebih baik.. investor asing maupun local, dan masyarakat umum akan berbondong-bondong memperkuat posisi semarang. Dan bila hal ini terjadi, saya yakin kota semarang adalah kota favorit untuk ekonomi dan hidup. Setelah kita berhasil membuat posisi tersebut secara kekuatan ekonomi, hal lain seperti turism, mungkin makanannya, propertinya misalnya akan berkembang sendirinya. Sebagai contoh, mungkin dahulu orang Amerika dulu makan sushi saja aneh.. tetapi setelah perekonomian jepang semakin kuat.. sushi lebih terima, bahkan mendunia. Siapa tahu nanti juga para wisatawan ke semarang hanya untuk melihat/jajan lumpia atau sekedar menikmati bandeng presto.

    Yang saya lihat sekarang, Semarang semakin sepi. Malah ada kesan bahwa Semarang sebagai kota para pensiunan (dalam segala arti). Semarang menjadi kota yang teduh, sepi, dan terlihat banyak orang tua disana. Sedangkan saya melihat tidak banyak orang muda usia produktif. Mungkin saya salah menilai, cuman kadang itulah gambaran yang membuat saya sedih. Plus, yang lebih terlihat menyedihkan adalah banyak lulusan SMA yang belajar disekolah lain, mereka terus menetap di kota lain (seperti Jakarta n Surabaya). Saya yakin kalau begitu banyak peluang di Semarang karena kekuatan ekonominya, migrasi seperti ini tidak akan terjadi. Saya pikir bekerja di kota kelahiran dan hidup disana juga akan lebih menyenangkan. Apalagi bisa berkumpul dengan sanak keluarga, dan tetap mempertahankan identitas sbgi WONG SEMARANG.

    Mohon maaf bila komentar saya dangkal, dan tidak bermaksud mencari sensasi. Hanya pengen ikut komentar. Mohon maaf dan terima kasih. :)>-

  7. Jalak Bali says:

    Hi all,
    “Peran logo dari sudut pandang marketing”…..
    Kira – kira ada yang bisa kasih masukan ga ya ???
    thx b4
    :d/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *