Seminar Cyber Crime dan Cyber Porn

Tanggal 6 dan 7 Juni 2007 lalu, Loenpia mendapat undangan dari Depkominfo (melalui Mas Feha), untuk menghadiri acara seminar di Hotel Graha Santika (sekarang disebut Santika Premiere). Empat orang wakil dari Loenpia datang ke acara tersebut (Fany, Cordiaz, Ahmed, Munif).

Gbr: Loenpia at Seminar Cyber CrimeAcara seminar “Cyber Crime dan Cyber Porn dalam Perspektif Hukum Teknologi dan Hukum Pidana” tersebut diselenggarakan oleh BPHN (Badan Pembinaan Hukum Nasional) bekerjasama dengan pasca sarjana Magister Ilmu Hukum Undip dan Kanwil Depkumham Jateng, dalam rangka sosialisasi serta untuk mendapat masukan seputar RUU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) yang sedang digodok.

Seminar tersebut ternyata cukup besar, dilihat dari para pembicara dan peserta yang datang dari berbagai kota di Jawa (Jakarta, Surabaya, Magelang, Kudus, dll). Di deretan pembicara ada nama-nama seperti Prof Barda Nawawi, Dr. Sony Zulhuda (Malaysia), Bapak Setiadi (POLRI), Prof Ahmad Ramli (Kepala BPHN), Ir Cahyana (Dirjen Aplikasi telematika Depkominfo), IBR Supancana, Drs Yasraf Amir, dan juga… Roy Suryo 😛 Keynote speakernya adalah MenkumHAM RI, Bapak Andi Mattalatta.

Meski seminar itu kami tahu sebagai sosialisasi RUU ITE, tapi kami heran juga mengapa di seminar tersebut tidak dibagikan draft RUU ITE. Padahal draft tersebut tentunya penting juga diketahui isinya oleh publik, setidaknya peserta seminar yang hadir. Mungkin ini masukan untuk penyelenggara, ya.. 🙂 Di web depkominfo bisa didownload, tapi itu kami ketahui setelah acara selesai… [Download Draft RUU ITE di sini].

Seminar tersebut isinya lebih banyak ke penjelasan mengenai hukum, cyber crime, dan cyber porn, juga contoh kasus-kasus yang pernah terjadi serta penanganannya yang antara lain seperti contoh penjelasan di bawah.

Disampaikan ‘kasus klasik’, update tanpa hak situs tabulasi data Komisi Pemilihan Umum memanfaatkan bug lawas SQL injections oleh Dani Firmansyah. Meskipun kasus dapat diungkap dan tersangka telah dijatuhi 6 bulan 21 hari, digunakan adalah UU Telekomunikasi No. 36 Tahun 1999, pasal 50, yang menyakatan bahwa situs KPU merupakan jaringan telekomunikasi khusus. Meskipun saksi ahli (I Made Wiryana) tidak menggolongkan situs KPU sebagai jaringan telekomunikasi khusus. Setelah UU ITE berlaku kegiatan sejenis mungkin akan terjerat oleh Pasal 27 ayat 1 dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak satu milyar.

Contoh kasus lain, seperti di beberapa negara pornografi (cybersex) dan pornoaksi (cyberporn) dimasukan dalam kategori ilegal atau legal terbatas. Namun seluruh negara yang telah mempunyai UU cybercrime/cyberporn sepakat tidak melegalkan prostitusi anak. Indonesia sebagai salah satu tujuan turis mancanegara, ternyata juga menjadi sasaran paedophilia. Layanan pemuas paedophilia via Internet juga tersedia, misalnya dulu ada kasus dengan menghubungi email tertentu Indonesia sendiri termasuk negara yang menentang pornografi dan pornoaksi (Pasal 26 RUU ITE).

Bagi yang ingin mengetahui hasil seminar (notulen/summary) tersebut, bisa download di sini.

Tulisan lain tentang acara ini:

21 thoughts on “Seminar Cyber Crime dan Cyber Porn

  1. Nev says:

    kesan saya mengikuti seminar:
    pakar hukum ga mudeng IT
    dan pakar IT [tokoh kita itu] jg ngga mudeng IT apalagi hukum….
    jadi bisa jadi blog akan terancam setelah adanya UU Cyber nanti!

    so kita butuh membuat LBHC [Lembaga Bantuan Hukum Cyber]

    *summon kopril, dhana, dan tiwik

  2. nabila says:

    ooh ini ya,,
    pas di baiturrahman ketemu mbak fany,,trus aq diajak ikut seminar.
    Hmm,,,
    *memutuskan untuk mengamati tanpa memberi komentar*

  3. rara says:

    waaaa giliran semarang nih diundang ma pihak depkominfo… sip sip…
    feha gitu loh.. jalan2 molok! 😀 😀

    btw, ga ngasih surat cinta ke om roy?
    Hi Roy!(tm)

  4. Yogie says:

    Wah, bentar lagi kalo mau order barang dari luar negeri bakalan rada susah nih.. Konsep bagus, mudah-mudahan pelaksanaan juga bagus.. :-“

  5. str says:

    Nev says: “kesan saya mengikuti seminar:
    pakar hukum ga mudeng IT
    dan pakar IT [tokoh kita itu] jg ngga mudeng IT apalagi hukum….
    jadi bisa jadi blog akan terancam setelah adanya UU Cyber nanti!

    so kita butuh membuat LBHC [Lembaga Bantuan Hukum Cyber]”

    Bah! :-t

    Emang banyak tokoh Indonesia itu adalah the wrong man in the wrong place at the wrong time! ~X(~X(

  6. dee says:

    Sekarang khan Undang-undang nya belum jadi.. Puas-puasin saja deh berbebas ria di dunia Cyber…
    :d/

  7. dhana says:

    kupikir pikir juga aneh , mo ngapain ngundang ngundang kita kalo gak dijelasin RUU nya , malah dibahas perbandingan hukumnya , tu khan konsumsi akademisi . harusna mereka menampung aspirasi para pengguna IT yg ada di daerah.

    o ya ,, berkaitan ma ruu ntu , berarti tar ada bagian khusus dari kepolisian yg nanganin kejahatan cyber , berarti siap siap buat para hacker tuk direkrut kepolisian buat jadi cyber cop! jadi monggo rame rame hacking , carding dan sebagainya

  8. traju says:

    :-w:-w hukum, undang-undang, peraturan sudah banyak di buat, di bidang apapun di Indonesia, tapi penegakkannya mana??!!
    om Roy, kenal traju ga om??:d

  9. Galih says:

    Waaghh.. iyaa bener juga, hukum sering digodogh sanah sinih.. percuma kalo penegak nya loyo…

    Ntar klo dah ketangkep penjahat Cyber nyah.. ya udah gampang… bayar penegak hukum.. bebas again deeh.. (bagi hasil wae mending)

    Yang sedih ntar kalo dah ada cyber porn, beuh.. mlongo deh kalo online…

  10. budi says:

    hallo yang merasa alumnus politeknik negeri semarang.buruan gabung ,ma aku disini,ya.tlong kabar2i kalau ada lowongan pekerjaan buatku.trims.budi,polines,01,jurusan mesin.prodi konversi energi. 🙂

  11. budi says:

    lucu ya katanya semarang pesona asia.kok buanyak wts yang keliaran dijalan2 to.apa ndak malu2in pak.mohon kawasan jl.imam bonjol ditertibkan.hotel klas melati.kudus ma poncol ditutup aja.buanyak dijadikan ajang prostitusi,pak.kalau ada razia kok sering bocor.pak.oknum satpol pp.kong kalikong ama wts kom.malemini ada razia hati2 ya.kapan bisa sukses kalau razia begini terus.dukung selalu senarang pesona asia.:d

  12. anna says:

    ada yg tahu gimana cari info untuk tahu progress akademik mahasiswa? krn gue gak stay di smg n gue punya adik kul di sana, gue pengin punya info komplit n terpercaya soal progress adik gue. Ya kalo nanya langsung ke ybs langsung pasti dibilangin yg ok ok aja kan. by phone ke kampus kayaknya gak bakal dpt jawaban yg komplit dech. so somebody help me ya…

  13. makati says:

    menurut gue hukum di Indonesia tuch terlalu kolot, udah gitu gak terlihat dampak penegakannya juga. Jadi gimana nich bangsa kita ?

  14. via says:

    menurut gue hukum di indonesia tidak adil.bagaimana cara kita membuat hukum di indonesia aman,dan rakyat sejahtera??????????????????????????????????????????????

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *