TENTANG LOENPIA.NET

Setelah melihat dan membaca tentang loenpia serta setelah tergabung dalam komunitas ini, saya merasa inilah yang saya cari selama ini, saya sudah banyak bergabung dengan kamunitas netter, seperti friendsterindonesia, cancergroup (kare saya berzodiak cancer ), gayeng semarang, dll. Tapi tahu ga kalo rata2 group itu ada iklannya investasilah, arisanlah, mlm, bahkan ada yang nyebarin gambar dan video porno. Wah bikin males banget. Beda dengan loenpia, dalam beberapa hari bergabung ini aku belulm pernah mendapati iklan yang berorientasi profit dan semoga kedepannya benar2 tidak ada iklan seperti itu. Sepertinya loenpia adalah komunitas yang just for fun (itu menurut pendapat aku lho).
Tapi ada satu yang mengganjal dalam benak saya, ini berdasarkan hasil yang saya lihat, ada satu pertanyaan yang ada dalam pikiran saya. Mau dibawa kemana komunitas ini ? Terlalu berat ga opini ini, tapi ini jangan dianggap terlalu serius ya, di buat santai aja.
Mau dibawa kemana komunitas ini, di bawa ke suatu tempat (jakarta, pasar, mall, all), di bawa ke arah mana ? atau akan tetap begini sampai akhir masa, KUD (Kongkow2, Udut2, Dobol-dobolan). Adakah suatu tujuan, adakah suatu misi, visi, atau mungkin next plan. Itu semua saya pikir tergantung kita semua. Ya ga..
Kalo boleh usul nih, bagaimana kalo loenpia.net ini punya rencana/ rancangan ke depan yang mungkin akan dicapai. Saya usul bagaimana kalo kelak loenpia mempunyai sebuah majalah online ato bahkan koran online, sapa tau ada yang pasang iklan kan dapat doku, lumayan untuk kas loenpia, yang nantinya bisa digunakan untuk menunjang kegiatan loenpia.
Bagaimana juga kalo mau gabung loenpia harus memunuhi syarat yang harus dipenuhi, seperti bersedia untuk tidak milis iklan berorientasi profit, karena kalo tidak, sapa tahu kedepannya ada orang yang bergabung tapi berniat ‘iklan’ di komunitas ini

12 thoughts on “TENTANG LOENPIA.NET

  1. boku_baka says:

    Huehehe.. Ikan Koi, jgn kuatir kalau masalah spam2 ya, disini banyak admin yang cepat tanggap, ada yogie pleki yang siap nyokot, ada pepeng yang siap pasang gundul..eh pasang badan, ada saya yang siap smekdon, ada fany juga. dkk..

    Makasih masukannya. Kalau soal kedepannya, Koi mungkin bisa lihat sejarah kegiatan Loenpia di blog maupun arsip milis, banyak kok kegiatan kita. yah seperti itulah Loenpia.

    BTW : Lain kali kalau yang seperti ini tulis saja di milis ya, jangan di blog umum. OK!

  2. Fany says:

    yaa… ada saya yang akan ngomel2.. uehuehuehe… ;))

    saya (atau kami?) memang ngerti keinginan anggota baru spt disebut di atas, ttg ke depannya gimana.
    sebelum2nya jg ada kok yg nanya gt. tapi itu semua gak mudah. coba ikutin dulu selama bbrp bulan ke depan, dan mgkn kamu bakalan mengerti 😉

    ada sedikit perbedaan antara komunitas dan organisasi.
    organisasi, wajib punya planning yg jelas sebelum melangkah, ada struktur organisasi, pergantian kepengurusan, ada aturan yg tegas untuk anggotanya, dsb.
    komunitas, terbentuk dari individu2 berdasarkan minat (salah satunya) yg sama. berjalan setelah individu2 tsb ‘berkumpul’. itulah komunitas, sebagai wadah individu dengan minat (atau latar belakang dsb) yg sama. jadi gak salah kalo komunitas itu AWALnya cuma punya tagline atau dasar yg sama tok. sambil jalan itulah bakalan ketauan bagaimana selanjutnya. ya memang bisa juga dibuat planningnya dari awal, tapi tentu tidak ‘sematang’ organisasi.

    kalo buat loenpia sendiri, dasarnya kan komunitas blogger. jadi pokoknya anggotanya ngeblog. sambil ngeblog itulah kita sharing ilmu ke sesama anggota, trus ngajar2 di pelatihan, dsb.. 🙂

    CMIIW.

    duh kok panjang ya… capek… silakan kalo ada yg mo nerusin 😛 Semoga memebri pencerahan 😉

  3. Fany says:

    Tambahan lagi,
    apalagi komunitas online kayak gini, anggotanya tersebar dimana-mana (gak hanya di Semarang lho)..

    kalo udah terbiasa join sama organisasi yg ‘serius’, lalu join ke komunitas yang lebih ke social networking, memang berasa agak njegleg *hmm apa ya kata lainnya 😛

    Tapi coba bergabung dengan komunitas (milis, forum dsb) yg laen.. saya rasa gak akan jauh beda dari Loenpia. Eh tp ini pengalaman saya sih, setidaknya saya join lebih dari 3 komunitas (ada yg bukan blog).

    Yang lebih dikedepankan di komunitas itu ya social networkingnya… Mgkn dalam jangka waktu pendek ini gak ngefek.. Tapi siapa tau nanti akan membutuhkan sesuatu dan temen2 ini bisa membantu…

    *udah ahh…zZzz…*

  4. masfiq says:

    Menurutku lebih baik tetap dalam format informal. Bisa jadi tempat untuk melepas kepenatan karena rutinitas sehari-hari yang sering bikin sumpek.

    Kalo soal serius, saat ngadain suatu kegiatan pastilah tiap member loenpia.net yang terlibat akan berfikir-bersikap-bertindak serius alias profesional. Contohnya, Mas Pepeng.. 🙂 Sueer.. ini cuma contoh lho,..

    Jadi emang nggak perlu pasal-pasal yang mengatur, dsb. Iuran juga sebaiknya tetap dengan dasar sukarela. Kecuali untuk kegiatan tertentu.

    Struktur organisasi emang perlu, biar semua tahu bahwa ada yang bertanggungjawab dan nggak bingung kalo mau menghubungi komunitas kita.
    Selama ini khan siapa pun bisa jadi komandan kegiatan. Nggak harus si Bandar Loenpia yang turun tangan. Pokoke luwes aja-lah..

    Aku lebih pilih Loenpia.Net nggak usah dibawa kemana-mana. Andai para blogger se-Indonesia dan sekitarnya jadi member Loenpia.Net, biar aja kita tetap pake label “komunitas blogger Semarang”. Karena itulah komunitas ini disebut “loenpia”, bukan “gudeg”, “gado-gado”, dll.

    Kali aja ada yang punya pendapat laen? Monggo,…

    from shikoku with love and peace,

    masfiq

    http://www.AsianNetBisnis.blogspot.com

  5. jhiban says:

    betul apa yang dikatakan temen2 ku diatas, *padahal durung mbaca koment..kikikikik 😀
    pokoknya itu intinya, dulu aku sempet berpikiran sama ama panjengan mas setelah ikutan kopdar sana-sini ternyata … biarkan loenpianet mengalir seperti mata air yang turun dari gunung menyambangi semua yang dilewatinya…*sok puitis sambil lirik jeruk dendi:D

  6. udeystar says:

    Tuch…kan…. mbak fanny udah ngomel2 tuch….:D :)) klo aku mah ngikut adja dech soal mo kemananya… aku orangnya nyantai kok… sarannya yach klo bisa bawa donk nama Semarang terkenal didunia NETter. Tunjukin juga klo NETter2 semarang itu jago2 poenya, jadi berkumunitas, bersosial, ber-ber-ber laennya.
    Setuju ama mas fig__nggak usah dibawa kemana loenpianya. cukup tunjukin adja pada mereka klo loenpia itu semarang punya.

  7. Yogie says:

    Hmm… ikutan komen…
    iya, sama yang dikatakan sama mas Budi, mbak Fany, Masfiq, dll. Kita disini adalah sebuah komunitas yang terbentuk dikarenakan hobi dan kesenangan yang sama. Yaitu nge-blog.

    Untuk rencana selanjutnya adalah bagaimana mempopulerkan blog di Semarang, dan memberikan pencerahan bahwa blog tidak sekedar diary online. Nah itu adalah salah satu tugas member Loenpia.Net yang notabene satu2-nya komunitas blog terbesar di Semarang. (gimana kabar tetangga sebelah?)

    Untuk masalah spam, kita memang nggak menerima apapun yang berbau SPAM berikut variannya. Akan ditumpas habis beserta penyebarnya.

    Ada yang mau ngelanjutin?

  8. tetangga sebelah says:

    hhehe.. walau saya ndak belum gabung ke loenpia, walau saya kenal sama beberapa rekan-rekan Loenpia, saya sangat salut ama komunitas yang satu ini.
    jujur aja, dari pentolan-pentolan Loenpia ini kami banyak belajar, dan kami lahir dari ide salah satu dedengkot loenpia juga..

    meamng ndak berat untuk mengurusi, mengkoordinasi, orang banyak. apalagi di dunia maya. hal yang wajar terjadi bila ada beda pendapat, dsb. tetapi justru di situlan keuinkan komunitas. walau ada persamaan yang mendasar (yang tentunya menjadi dasar dibentuknya komunitas itu), tentu ada perbedaan yang menjadi warna bagi komunitas itu sendiri.

    suatu komunitas sebesar Loenpia, tentu sangat susah mengurusi segala sesuatu. tetapi dengan loyalitas dan toleransi dari anggotanya, saya yakin Loenpia bisa bertahan..

    tapi kalo menurut saya, Loenpia tentu harus punya visi. kalo saya lihat selama ini, “visi” Loenpia udah cukup bagus. menyatukan blogger (dari, yg tinggal, berassal dari) semarang. ini sudah bisa disebut visi lo..

    soal misi? temen-temen Loenpia lain tentu lebih tau..

    keep moving, Loenpia!

  9. tetangga sebelah says:

    weh.. tadi saya sudah ndobos-ndobos pating pecothot, tetapi mak jegagik ndak bisa komen karea ada spam code pake CAPTCHA (saya pake Lynx)

    ya sudah..

    Intinya gini:

    mengkoordinir banyak orang, itu ndak gampang. apalagi menghandel sebegini banyak orang yang belum tentu semuanya pernah ketemu, itu juga bukan urusan gampang..

    tentang visi dan misi, saya rasa perlu dipikirkan oleh petinggi Loenpia, bukan apa-apa, takutnya nanti komunitas ini semakin ndak terarah dan akhirnya “kolaps”..

    visi dan misi saya kria perlu, apalagi bagi komunitas sebesar Loenpia. suapaya komunitas ini punya arah dan pegangan. kalo untuk sekarang mungkin belum perlu, tapi untuk ke depannya perlu dipikirkan juga.

    ndak perlu yang muluk-muluk lah.. meskipun saya cuma tetangga sebelah, tapi saya bisa melihat bahwa Loenpia ini punya visi untuk menyambung silaturahmi (saya menghindari kata menyatukan) para blogger (yang berasal, tinggal di) Semarang.

    kegiatan Loenpia pun hebat-hebat. dan saya yakin, Loenpia tetep bisa bertahan. usia 1 tahun masih belum ada apa-apanya..

    dan terakhir, tolong kami ini yang notabene adikmu dibimbing dan dibantu, supaya kita bisa melaksanakan cita-cita kita membentuk aliansi Joglosemar.. halah..

    😀

    maju terus Loenpia!!

  10. tetangga sebelah says:

    walah.. komen saya masuk 2 kali ik..

    maap ya buat moderator.. tak kira komen saya yg pertam tadi ndak masuk, je.. tiwas ganti browser gara-gara ana CAPTCHA-ne..

    nuwun sewu nggih..

  11. pepeng says:

    halah…di loenpia tdk boleh berjualan..kecuali tribal..kekkekekek…
    pie yoo..????
    kita depak orng2 yg berjualan,apalg di milist….hehheheh…
    bos, di lempar di milist aja….keren kie..!!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *