Loenpia (belajar) Go Green

Karena untuk bisa benar-benar Go Green itu gampang-gampang susah. Artinya, sebenarnya gampang. Tapi kita sendiri yang suka merasa susah. Atau, bisa jadi susah. Tapi bisa kok dibikin gampang.

Setidaknya itu yang bisa dibagi dalam Kober Lenpia Nopember yang mengambil tema Go Green kali ini. Digelar hari Jumat tanggal 4 kemarin, di rumah Pak DP, Kober Nopember menghadirkan Pak Leo Tatang dari Bike-to-work; Mbak Andiyanti yang aktivis lingkungan; dan Jojo, tukang Loenpia yang aktif kampanye organic life. Yang datang banyak, sekitar 200 orang. Termasuk tamu dari komunitas lain seperti Internet Club, AIESEC UNDIP, dan B2W Semarang. Seperti biasa, selain acara berbagi ilmu, ada acara makan-makan dan bagi-bagi door prize yang mengandung ‘ZONK’…..

***

1.

Pak Leo ini keren sekali. Sejak kecil pecinta olah raga. Dan sejak 6 tahun yang lalu mulai bersepeda ke mana-mana. Saking cintanya pada sepeda, sampai dua buah motor yang dia punya tidak keurus, baik fisik maupun surat-suratnya. Bagi Pak Leo, sepeda adalah kecintaan. Bukan sekedar untuk pergi pulang kerja, apalagi sekedar olah-raga. Trayeknya ngga main-main. Sudah beberapa kali sampai ke Bandung.

Bersepeda bisa menjadi bagian gaya hidup go green. Karena jika kita tidak bisa mengurangi polusi yang diracunkan oleh manusia kepada bumi, paling tidak kita tidak menambahnya. Selain mengurangi jumlah knalpot yang ngebul, bersepeda tentu saja baik untuk kesehatan. Jantung, terutama.

Tapi untuk bisa mau ke mana-mana bersepeda bukanlah hal mudah. Mobilitas manusia jaman sekarang bukan sekedar sak nyuk dua nyuk. Selain jarak dan medan tempuh, waktu juga jadi pertimbangan dalam pemilihan alat transportasi. Bike to work mungkin akan oke untuk jarak dan waktu tempuh yang relatif pendek.

Jika toh belum bisa bike-to-work (misalnya aku…….), ya paling tidak bike to warung, bike to rumah tetangga, instead of naik motor. Sepedanya? Beli dong ah! Hape-nya keren mosok beli sepeda ga kuat…

2.

Jojo juga keren sekali. Pecinta organic life.

Intinya, kesehatan tubuh kita ini tergantung sekali dengan apa yang kita makan. Tidak cukup makan empat sehat lima sempurna, tapi perlu diperhatikan juga bagaimana asal usul makanan itu. Jaman sekarang hidup kita dilingkupi pencemaran. Air yang kita minum, tanaman pertanian, juga hewan ternak.  Semuanya adalah racun yang menjadi sumber berbagai penyakit dalam tubuh kita.

Bayangkan, pestisida apa saja yang disemprotkan untuk mencegah tanaman dimakan hama. Zat kimia apa saja yang disuntikkan pada binatang ternak supaya bisa lekas disembelih dan dikonsumsi. Segala zat yang digunakan untuk mendukung budi daya tanaman dan ternak itu mau tidak mau akan ikut masuk ke dalam tubuh kita, pada saat kita menkonsumsinya.

Hidup organic adalah hidup menjauhkan diri dari segala zat kimia rekayasa untuk pertanian tanaman pangan dan peternakan. Sayur dan buah organic bisa didapatkan di supermarket. Dan, jika mau, kita bisa menanam sendiri di sekitar rumah kita. Sampah sayur bisa dijadikan pupuk, ketimbang dibuang sia-sia.

Obat terbaik adalah makanan; yang sehat – yang bebas racun.

 

3.

Mbak Andiyati asik sekali. Menyampaikan hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk ikut hidup hijau.Hidup hijau tidak melulu menanam pohon. Segala kegiatan sehari-hari bisa kita lakukan untuk mendukung go-green.

Mulailah membawa tas belanja sendiri, mengurangi pemakaian tas kresek. Pergi bersepeda ke tempat kerja (cocok sama pak Leo ini….).

Pernah meninggalkan lampu kamar, komputer, dan kipas angin menyala sendirian? Matikan semua peralatan listrik ketika tidak digunakan. Tinggal pencet tombol: cetet, cetet, cetet.

Pernahkah memperhatikan bahwa kita telah berboros air dengan membuka keran sampai maksimal ketika cuci tangan? Cukup sebesar diameter pensil. Hemat!

Pernahkah memperhatikan sedotan dan tutup plastik pada minuman di gerai makan cepat saji? Kalau mau diminum di tempat, kenapa harus pakai tutup dan sedotan?

Kenapa terus-terusan beli dan buang botol plastik minuman? Ayo bawa tumbler. Bisa dipakai berkali-kali tanpa nyampah.

***

Going green is not that simple, memang. Kuncinya sebenarnya cuma satu: kemauan. Karena jika ada kemauan, pasti akan ada jalan. Kalau ngga ada jalan pasti dicari.

Menjadikan Go Green sebagai gaya hidup, buat kita yang terbiasa abai, tentu bukan hal mudah. Salut pada mereka yang sudah bisa. Buat kita yang belum, pelan-pelan, ayuk.

Jika belum bisa bikin aksi besar, beraksi kecil-kecilan dulu saja lah. Mulai dari diri sendiri. Bisa ah!

 

 

7 thoughts on “Loenpia (belajar) Go Green

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *