Mengenal Tradisi Musim Panas di Jepang

Sebenarnya saya bermaksud untuk posting berita ini beberapa saat lalu, tetapi karena kesibukan pekerjaan saya maka posting ini jadi sedikit terlambat.

Musim panas di Jepang berlangsung dari bulan Juni hingga Agustus. Di mana-mana masyarakat mengadakan matsuri (festival) musim panas. Festival musim panas disebut Tanabata.

Setiap wilayah di Jepang merayakan Tanabata dengan ciri khas masing-masing. Tetapi pada dasarnya adalah untuk merayakan pertemuan Putri Shokujo/Orihime (personifikasi bintang Vega) dengan Pangeran Kengyu/Hikoboshi (personifikasi bintang Altair) pada malam tanggal 7 Juli. Sedangkan festival Tanabata yang diadakan di daerah pertanian lebih dimaksudkan untuk pensucian diri dalam rangka untuk persiapan menjelang festival Obon.

Menjelang festival Tanabata, tiap orang menyiapkan hiasan tanzaku yang digantungkan pada dahan pohon bambu. Tanzaku adalah guntingan kertas 5 warna (merah, biru, kuning, putih dan kuning muda) yang berisi tulisan puisi pendek. Namun biasanya orang menuliskan permohonan atau cita-cita dengan harapan dapat dikabulkan oleh dewa yang akan turun dari langit. Dulu, kaum wanita khususnya remaja puteri berdoa agar mereka diberi ketrampilan seni kerajinan tangan seperti Puteri Orihime. Selain tanzaku ada pula untaian pita-pita untuk melambangkan benang tenun Puteri Orihime, yang digantungkan pada bola kertas. Festival Tanabata yang terbesar di Jepang adalah Sendai Tanabata pada tanggal 6 Agustus.

Liburan musim panas termasuk liburan panjang. Sekolah-sekolah libur mulai tanggal 22 Juli hingga 31 Agustus. Selama liburan musim panas, sekolah mengadakan acara berenang di kolam sekolah selama 2 minggu bagi tiap kelas yang dilakukan secara bergilir. Pada liburan musim panas, kolam renang umum dibanjiri pengunjung. Demikian pula area perkemahan, pantai dan pegunungan. Termasuk gunung Fuji/FujiSan/Fujiyama yang selalu dipenuhi para pendaki setiap musim panas tiba. Kebetulan saya juga pernah sampai ke puncaknya. Sampai 2 kali malah..

Puncak liburan musim panas adalah sekitar minggu kedua bulan Agustus dimana kantor-kantor memberikan cuti Obon bagi tiap pegawai. Ada yang hanya 4 hari, tapi ada juga yang sampai 2 minggu.

Obon berasal dari bahasa India kuno yaitu Uranbana yang berarti penderitaan yang tak tertahankan dari seseorang di alam baka akibat digantung terbalik. Menurut kepercayaan agama Buddha, bila kita membayangkan nenek moyang atau keluarga/kerabat kita yang sudah meninggal menderita seperti itu, maka kita wajib untuk berdoa agar mereka diberi keringanan atas penderitaannya.

Saat  Obon, berbagai acara diadakan seperti Bon-odori (tarian Obon), Hanabi-taikai (pesta kembang api) dll.

Secara resmi, Obon diperingati pada tanggal 13 hingga 16 Agustus. Seperti di Indonesia, orang-orang pulang kampung untuk menengok orang tua, keluarga atau kerabat sehingga terjadi “Obon-rush”, dimana jalan-jalan macet, kereta listrik, bus, pesawat penuh penumpang. Tapi akhir-akhir ini orang Jepang mulai suka merayakan Obon dengan pergi berlibur ke luar negeri.

Menurut sejarah, Obon mulai dirayakan pada tahun 606 di kalangan keluarga Kaisar Tenno. Namun mulai jaman HeianKamakuraEdo, Obon dirayakan secara meluas di kalangan masyarakat umum. Saat itu orang-orang mengunjungi sanak saudara atau kerabat dengan membawa bingkisan. Mirip dengan yang dilakukan orang Indonesia, khususnya di daerah pedesaan saat Lebaran. Perilaku ini disebut Bonrei yang berarti ucapan terima kasih kepada leluhur atau orang yang dihormati. Saat ini bonrei lebih dikenal dengan o-chuugen (bingkisan pertengahan tahun). Biasanya menjelang Obon orang Jepang mengirim o-chuugen kepada kerabat maupun atasan mereka.

Demikian selintas tentang tradisi dan budaya Jepang saat musim panas. Ternyata ada kemiripan dengan tradisi dan budaya masyarakat kita, yaitu Lebaran.

Agustus hampir usai, berarti sebentar lagi “penderitaan” saya segera berakhir. Udara musim panas sangat menyiksa sehingga saat bekerja pun harus menyalakan kipas angin maupun AC portable. Kadang sampai beberapa buah sekaligus. Dan di apartemen, tidur nyenyak tanpa menyalakan AC seperti sebuah “hil yang mustahal” alias nggak mungkiiin..! 🙂

Bulan depan, September, mulai datang musim gugur yang suejuuk,.. Mungkin ada hal-hal menarik yang bisa saya posting. Atas kerelaannya membaca posting ini, saya ucapkan matur tengkyu bertubi-tubi,..

Salam sukses-sesukses-suksesnya,

M.Taufiq Aryanto

http://www.AsianNetBisnis.blogspot.com

 

 

19 thoughts on “Mengenal Tradisi Musim Panas di Jepang

  1. masfiq says:

    Bud, jujur saja saya nggak tau cara insert image/foto di posting-an. Wah,.. keliatan oon ya? Saya biasa pake Blogger/blogspot.com.
    Kasih bocorannya ya,.. Onegaishimasu..

  2. masfiq says:

    Yang ada gambar saya terpaksa gak dipasang. Soale foto diambil pas pulang kerja, jadi wajah saya masih keliatan berantakan..:((

  3. erlanda noretta says:

    wahha.hahaa……..
    bisa tolong carikan info selengkapnya tentang OBON g?penting neh………………….

  4. Erny says:

    Huehuehue…ikut baca…buat referensi nech. Kalo ada blog soal kyk gini lagi kasihtau yaks. Menarik2. Arigato Gozaimasu..

  5. Nori-chan says:

    :):):):):):)

    Hajimemashite
    watashi no namae wa nori desu..
    tengkyu atas info’na. mohon ditampilkan tentang musim2 lain dong.

    doumo

  6. maharany says:

    wahhh mas kalo bisa tolong jelasin lagi dunk tentang obon yang lebih detail, soalnya rany perlu banget tu buat bahan skripsi…plissss…:d:((

  7. nanae_cHan says:

    :)salam kenal!!
    sa sih informasi ttg 4 musim di Jpn, plus festival,flora ‘n fauna nya tak?? onegai shimasu :)>-

  8. masfiq says:

    Waduhh,… kapan-kapan aja ya?
    Secara singkat sih, Di tiap musim (semi-panas-gugur-dingin) hampir selalu ada matsuri/ festival.
    Festival paling heboh yaitu : Gion Matsuri (Kyoto), Tenjin Matsuri (Osaka), Matsuri di Tokyo (lupa namanya..hi..hi..)dan Nebuta Matsuri (Aomori).
    Flora : jelas Sakura dong… Selain itu Ume (plum) dan Momo (peach) juga lumayan terkenal.
    Fauna : Beruang sering masuk ke wilayah perkampungan saat musim panen Kaki (buah kesemek)dan selalu aja ada korban serangan beruang
    tiap tahun .

  9. maruli says:

    Hajimemashite:)
    Maruli desu.
    Boleh tau lebih lanjut info gunung fuji, seperti sejarah pembentukannya, vegetasi, fauna-nya ato letak geografis dan geologisnya?
    Saya butuh untuk referensi skripsi saya.
    Doumo.

  10. amel says:

    top……………………..abizzzzzzzzzzzzzz
    namun kurang lengkap!!!!!!!!!!!!!!!:o>:d<:-s:-s:d:(%-(:-s:)):d/8-|:-w

  11. Adinata san says:

    Moshi2….!
    Watashi no namae wa adinata desu. Watashiwa bali jing desu.
    Mahap klu ada slah tulis.
    Aq pngen ke jepang nich….
    Tp di jepang ada tukang sate ga yah…? 😛

  12. lub...............a............a........... says:

    ko di Indonesia gga ad iuh ??????

  13. Alpian Aja says:

    Oy yg baguzsan dikit lah ane berhrap ente bikin yg bagusan lagi biar agan dapet DP nya dari ane tergantung enteb dapetin nya sebguz apa ..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *