Info dot info

Ketika saya mencari materi referensi untuk keperluan thesis saya, saya menjumpai ‘hal menarik’ yang sepertinya perlu saya tulis di sini. Dengan menggunakan google dan dengan mempersempit opsi pencariannya, saya menemukan beberapa alamat website yang ‘melayani’ jasa penjualan dan penyusunan skripsi. Sebenarnya beberapa waktu yang lalu saya juga pernah menemukan tidak dengan sengaja (kasusnya sama, melalui google). Tapi waktu itu hanya ada satu, yaitu skripsiku.com. Pagi ini saya menjumpai ada 3. Tentunya saya yakin bisa lebih dari itu jumlahnya, jika saya menggunakan keyword yang lain. Website itu di antaranya: skripsiekonomi.com, skripsife.com. Di website-website tersebut, terpampang jelas judul-judul skripsi yang bisa dipesan, baik dalam format hard-copy maupun soft-copy, plus biaya dan metode pembayarannya. Saya tidak tahu, mereka mendapatkan file-file skripsi dari mana. Tapi saya sangat yakin bahwa pemilik skripsi-skripsi tersebut tidak menyangka bahwa skripsinya ‘dijual’, dan pemilik skripsi tidak dimintai ijin untuk menjualnya.

Saya pribadi sangat menyesalkan dengan hal tersebut. Saya mungkin salah satu yang termasuk ke dalam kelompok yang menganggap bahwa informasi seharusnya bebas dan dapat dengan mudah diperoleh (seperti halnya udara), terutama dalam beberapa jenis informasi (dalam hal ini informasi akademik dan intelektual). Karena, saya yakin sekarang –bahkan mungkin dari dulu– semua orang sangat membutuhkan informasi. (Sebenarnya tadi saya berpikir untuk menulis, apakaha informasi itu perlu dikontol atau tidak,.. nanti deh saya lanjutkan di bagian lain).

Khusus untuk kasus ‘website skripsi’ ini, seharusnya ini tidak terjadi, atau setidaknya dapat dikurangi, seandainya setiap institusi pendidikan (sekolah, perguruan tinggi) mengelola dengan baik asset pendidikan dan intelectual property tersebut. Dalam kasus tadi, saya yakin ada orang dalam yang teledor sehingga file-file skripsi tersebut bisa bocor keluar. Mungkin sebagian ada yang didapatkannya di pasar loak, tapi saya yakin sebagian besar tidak demikian, karena mereka juga menawarkan softcopy-nya (kecuali softcopy yang mereka maksud adalah file yang didapat dari hasil scan).

Beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah memiliki website yang mereka namakan sebagai DL/digital library (lebih dari 40). Di dalamnya dapat diperoleh informasi (secara singkat) tentang skripsi atau thesis yang biasanya berupa abstraknya saja. Sayangnya untuk mendapatkan file yang lengkap, tidak begitu saja dapat di download, tapi harus menjadi member (Why? Why?). Dan apesnya lagi, sepertinya website mereka tidak lagi di maintain. Karena keterbatasan waktu saya (sebenarnya malas sih kalau harus jauh2 datang), saya mengontak pengelola website tersebut untuk menanyakan lebih jauh bagaimana untuk mendapatkan softcopynya. Tapi sampai sekarang tidak ada jawabannya.

Akhirnya dengan berbekalkan kebutuhan dan keisengan saya, saya berhasil menemukan sebuah virtual directory, yang didalamnya berisi __SEMUA__ file thesis (yang rupanya adminnya lupa menutupnya, tapi berbulan2 sampai sekarang belum ditutup?) sehingga saya dapat mendownloadnya dengan ‘semena-mena’. Heheh engga sih, saya mendownloadnya seperlunya. Kalau saya mau dan tidak menjadi saya lagi, sekarang mungkin sudah ada thesisku.com, thesis-indo.com atau apalah namanya yang menjual ribuan thesis tersebut… (saya mungkin bisa kaya duit, tapi saya ngga mau miskin moral dan idealisme — silaken you kataken saya sok suci atau apalah namanya,..heheh).

Mengenai tidak dimaintainnya DL tersebut, saya yakin salah satu penyebabnya adalah _DUIT_DUIT_ dan _MONYET_ eh _MONEY_. Saya sepertinya jadi bego menghitung, sebetulnya duit saya yang dipotong oleh pemerintah (dari gaji saya, bahkan eek dan tidur saya) itu kemana? Jangankan mengurus pendidikan, lha wong mengurus jalan saja sepertinya tidak bisa (atau tidak ada nawaitu – niatannya ya?). Saya tidak bermaksud menyalahkan dan menjadikan pemerintah sebagai black wedhous, tapi idealnya memang demikian. Tapi sepertinya ideal dan idealisme menjadi suatu mimpi yang buruk di negeri ini. Sad but true (lagi dan lagi)

6 thoughts on “Info dot info

  1. djoko bodo says:

    [-(
    Kasihan deh lu, baru bikin skripsi aja udah bobol sana bobol sini, … Kalau model gini jadi pegawai pemerintah ya kira-kira dapat dibayangkan gimana karakternya, … tapi untungnya sudah dapat menjawab pertanyaannya sendiri kenapa katanya pemerintah gak bisa ngurus jalan dsb-nya.
    Bung, kalau mau pinter, harus berani berpikir, berani berbuat dan berani bertanggung jawab.
    Berani berkaca melihat muka sendiri yang bopeng.

  2. gue says:

    boleh tau situsnya? soalnya gue juga kebelet nih, habis obrak abrik google 🙁

  3. iychaa says:

    yaela…np emg nya?
    qan ada kemudahan, np ga di gunain..
    walau kita pinter tp klo ada yg praktis and jls qan gpp..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *