Aku Seorang Perfeksionis yang Egois

Karena blum ada penampakanQ, ini sdikit oleh muka disatu pojokan pantai Senggigi, salah satu kawasan wisata terkenal dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat :

Dah serem ma judulnya? Sama! 😛

Tapi, setelah 31 tahun lewati hidup, begitulah adanya aku.

Sisi sosialku lebih sebagai sesuatu yang memang sudah harus, standar dan wajar. Aslinya? ya yang diatas itu..

Tapi tunggu, jika berpikir 3 tahun kebelakang ini, sepertinya aku tidak boleh sepede ini mengaku-ngaku berpribadi seperti diatas.

Lets see [langsung nge-Gug niy–bukan Gug ple-Q loh (nglirik Nia :P)] ..

Lihat sdikit pengertian Perfeksionis yang ini..dan bandingkan dengan ini.

Untuk aku sendiri, perfeksionisku cenderung yang:

Kalau melakukan sesuatu, saya cenderung ingin total sampai selesai. Jangan ada sedikit pun kesalahan. Sampai perfeksionisnya, pekerjaan lain suka terbengkalai kalau saya sedang berkonsentrasi pada sebuah pekerjaan.

Seorang perfeksionis bisa menjadi baik jika dia melakukan hal-hal yang bermanfaat, dan dia bekerja sepenuh hati untuk menyelesaikan pekerjaan itu sebaik mungkin.

Seorang perfeksionis mungkin perlu ditemani oleh seorang partner yang lebih moderat, sehingga mereka bisa saling mengisi dan melengkapi. [ini aku quote dari link ke2 diatas]

Kembali ke3 tahunku kebelakang, setelah menikah, bekerja dan harus selalu terpisah dengan Salwaa, perlahan aku bermetamorfosa. Sangat banyak pengertian-pengertian, penyelarasan-penyelarasan dan semua sudah sangat jauh dari kesan seorang perfeksionis. Aku jadi terbiasa serba menerima, serba mengerti dan serba memahami.

Oia, tinggalkan dulu sisi ke-istrian-ku yah.

Biar g kalah ma Tukang-Tukang Loenpia yang lain, boleh sdikit bernostalgila ma kampus Fekipq diLombok sana yak.

Walo g tuntas selesaikan Strata 1-Q, 9 tahun menuntut ilmu di FKIP Universitas Mataram[Unram] cukup membekaliku dengan ilmu berkehidupan dan bersosialisasi.

Join di MAPALA FKIP persis di semester kedua perkuliahan, kemudian Sekretaris Umum UKM Pers Kampus Unram disemester 4, juga awe-awe Puncak Rinjani yang tak tertampik, sukses mengulur waktu studiku hingga benar-benar terpaksa pindah ke kampus swasta, pun tetap tanpa sanggup menyelesaikannya..Ha ha, benar-benar tidak perfeksionis yak..

Jump ke egois…aku egois karna maksa bersuamikan seorang Semarangan, dus memaksaku jauh dari keluarga besar, plus menjauhkan Salwaa [padahal Salwaa cucu pertama dikeluargaku]…

Ugh..dah pusink..jadi, aku akhiri sdikit profilku dengan ke-egoisan yah..

smoga aku tidak lagi seorang perfeksionis yg sombong, apalagi egois..

Salam Hangat-Sawunggaling Raya No 11-Banyumanik, Semarang

3 thoughts on “Aku Seorang Perfeksionis yang Egois

  1. BunSal says:

    Amin ya Ju…

    Bener, walo sesama PA-ers, ojo ngetutke ra lulus’e yoo…

    Salam Lestari juga…
    [masih nunggu Salwaa gedean dikit buat ‘munggah’ Ungaran :D]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *