Karena Loenpia Lebih Enak Dimakan Bersama!

Loenpia back to nature, goes to Medini

20

Setelah beberapa saat lalu sukses menyelenggarakan Pelatihan Blog, pada tanggal 11-12 Agustus 2007, Loenpia mengadakan rekreasi dengan tema Loenpia back to nature, goes to Medini. Sesuai dengan tema, tujuan rekreasi yaitu ke Medini – Kec. Boja – Kab. Kendal. Perjalanan dimulai Sabtu pagi 11 Agustus 2007 sekitar pukul 09.00 dari kediaman Budi, dengan 2 unit mobil, dan 1 unit sepeda motor. Di mobil pertama, ada Pepeng, Kian, Kholik, Koi, Fian, dan Adi. Di mobil kedua, ada Budi, Ari, Traju, Hars, Ahmed, dan Munif. Sepeda motor dikemudikan oleh Lowo.

di depan rumah budi

Perjalanan tersebut ditempuh melalui jalur Ngaliyan, Mijen, Cangkiran, kemudian masuk ke Boja. Medan yang ditempuh cukup berat, jalan berbatu dan terjal. Namun, bukan Loenpia kalau tidak bisa mencerahkan suasana. Di tengah perjalanan, beberapa kali rombongan mendapat rintangan. Pertama, kendaraan kami melalui jalan yang sedang diaspal, dan rombongan harus berebut jalan agar bisa lewat. Di sela-selanya, tetap mengambil foto diri para jeruk dan apel. Perjalanan diteruskan hingga ke rumah Pak Min-Medini, orang yang dituakan di sekitar perusahaan teh di Medini. Untuk sesaat, rombongan beristirahat dan mengisi perut sebelum melanjutkan ke tujuan akhir. Sayangnya, di sana rombongan tidak dapat bertemu dengan Pak Min-Medini, dan akhirnya diputuskan untuk melanjutkan perjalanan. Medan yang selanjutnya masih berbatu dan lebih terjal. Namun, kelelahan perjalanan seolah terbayar dengan hawa sejuk pegunungan yang dingin dan sejuk, serta pemandangan sekeliling yang memukau, yaitu berhektar-hektar perkebunan teh di bukit-bukit yang mengelilingi jalur yang ditempuh. Saat menengok ke bawah, bisa dilihat pemandangan di bawahnya.

Tiba saat di sebuah pertigaan yang jalannya sama besar, ke arah kiri ada papan yang menunjuk dengan tulisan Perumasan, sedangkan yang ke anan tidak. Setelah sedikit berfikir dan dengan penuh keyakinan, rombongan bergegas ke arah kanan, tidak menghiraukan petunjuk yang ada. Setelah mengelilingi beberapa bukit, tiba rombongan di sisi bukit yang cukup tinggi, sehingga bisa memandang jelas daerah di bawahnya dan bukit-bukit yang lebih rendah yang mengelilingnya. Tak lupa rombongan pun mengabadikannya dengan foto.

Jalanan masih menanjak, berliku, dan berbatu-batu. Selama perjalanan, rombongan tidak menemui pekerja atau petani, barang seorangpun. Namun, pada suatu tanjakan yang cukup terjal, rombongan melihat seorang pengangkut kayu bakar yang tampaknya memberi kode kepada rombongan untuk berbalik. Setelah didekati dan ditanyai, orang tersebut mengatakan bahwa jalan tersebut buntu. Setelah perjalanan lebih dari setengah jam dari pertigaan dengan papan penunjuk jalan tadi, akhirnya rombongan harus bersusah payah untuk membantu memutar mobil di jalan yang sempit tersebut. Hal itu tidak membuat putus asa awak Loenpia. Malah di sepanjang jalan, para jeruk dan apel tidak henti-hentinya memotret pemandangan yang eksotis di tengah-tengah perbukitan.

ndorong mobil

Setelah melampaui pertigaan dengan papan penunjuk arah jalan, rombongan bertemu dengan beberapa pejalan kaki pendaki gunung, baik yang naik maupun menuruni bukit. Tak berapa lama, rombongan tiba di Perumasan, kawasan perumahan penduduk yang jumlahnya tidak terlalu banyak. Rombongan beristirahat dan makan siang di rumah Pak Min-Perumasan. Setelah lelah mulai terobati, rombongan beranjak ke tujuan akhir, yaitu Goa Jepang. Goa tersebut merupakan bukit yang digali membentuk goa pada zaman penjajahan Jepang, dengan banyak ruang di kanan dan kiri lorong sebagai kamar-kamar persembunyian tentara Jepang dalam misinya menjajah Indonesia. Keluar dari goa, rombongan berjalan menuju ke sebuah bukit untuk kembali berfoto-ria di tengah-tengah bukit yang dihiasi hamparan hijau pepohonan teh.

di dalam goa

jalan teh

menunjuk teh

Hari sudah cukup sore, sehingga rombongan memutuskan untuk pulang, untuk beristirahat di cottage yang sudah dipesan di Nglimut. Setelah berpamitan dengan Pak Min-Perumasan, rombongan beranjak menuruni bukit-bukit nan hijau. Perjalanan pulang menjadi semakin memukau ketika lembayung senja mulai menghiasi langit yang hari itu cerah.

Setelah perjalanan sekitar 1 jam, rombongan tiba di resort tempat menginap. Karena weekend, resort cukup penuh pengunjung, tapi tim Loenpia mendapat cottage dengan 2 kamar. Setelah cukup beristirahat dan membersihkan diri, rombongan bergegas makan di rumah makan di sekitar rosort. Ketika sedang menyantap makanan, salah satu jeruk datang, yaitu Jiban dengan salah seorang temannya, Aidin dengan membawa buah tangan sekantong besar kerupuk khas Kendal.

Selesai makan, rombongan kembali ke cottage, dan bersiap untuk memulai beberapa games. Pertama, games domikado. Peserta games dibuat kewalahan untuk berkonsentrasi dalam games tersebut, dan makan kerupuk Kendal sebagai hukumannya. Tak lama kemudian, jumlah kerupuk berkurang banyak. Dan games berganti, yaitu games membuat pesawat yang dipimpin Pepeng. Lebih dahulu peserta dikelompokkan menjadi 4 kelompok yang kemudian tiap kelompoknya membuat sebuah pesawat dari kertas koran. Sejenak peserta disibukkan dengan origami membuat pesawat kertas koran. Tak berapa lama, 4 unit pesawat selesai dibuat. Pemimpin games menunjuk satu per satu kelompok untuk mempresentasikan keunggulan pesawat yang dibuat. Untuk kelompok yang dipimpin Jiban, pesawat yang dibuat adalah pesawat kapal air, sedikit aneh. Pesawat yang dibuat oleh kelompok yang dipimpin Budi, mempunyai keunggulan bisa membentuk huruf V, menurutnya V itu merupakan inisial dari nama pujaan hatinya. Keunggulan pesawat yang dibuat kelompok yang dimpimpin Adi, pesawat tersebut merupakan pesawat yang fleksibel karena bisa berubah bentuk menjadi benda lain. Terakhir, pesawat yang dibuat kelompok Traju, tidak banyak kelebihan yang bisa dipresentasikan, sehingga mereka memutuskan untuk memakan sisa kerupuk sebelum mendapat hukuman. Permainan berlanjut hingga peserta sudah mulai merasa kecapekan dan mengantuk. Akhirnya, diputuskan untuk beristirahat, masing-masing mengambil posisi untuk terlelap. Beberapa ada yang maish mengobrol hingga pagi.

pesawat Loenpia

Pagi pun tiba, lelah belum hilang, tapi rombongan bersemangat untuk berenang, melakukan kegiatan outbound, melihat mini zoo, berenang, dan ada pula yang masih meneruskan tidur. Pada saat mendekati mini zoo, jilbab apel Kian ditarik dan diambil salah satu monyet. selanjutnya yaitu berenang di kolam renang di dalam resort. Air yang dingin membuat beberapa awak Loenpia enggan untuk turun ke kolam, hanya melihat-lihat awak lain yang menceburkan diri di kolam yang berair cukup dingin itu. Selesai berenang, pesanan nasi goreng tiba. Rombongan menyantap dengan lahap. Selesai nasi goreng, jagung bakar pun menyusul.

jagung bakar rasa Loenpia

Sembari menyantap jagung bakar, sebagian awak Loenpia mengikuti games lagi. Pertama, games pegang tangan. Games ini memerlukan kerjasama antar anggota tim. Caranya yaitu satu tim dengan jumlah peserta genap, saling memegang tangan, tangan kanan dengan tangan kanan temannya, tapi tidak boleh dengan teman yang sama. Letak kesulitannya yaitu ketika setelah tangan saling memegang, dan harus melepaskan lilitan agar membentuk sebuah lingkaran. Hal itu tidak mudah, hingga anggota tim saling lilit dengan tangan. games selanjutnya adalah games ping-pang-pong yang dipimpin Adi. Games ini memerlukan konsentrasi dan kecepatan berfikir. Beberapa saat rombongan tertawa melihat Lowo yang beberapa kali tampaknya kurang berkonsentrasi sehingga jawabannya salah.

Hari semakin siang, mobil yang disewa telah tiba, rombongan pun berkemas, dan meninggalkan resort. Perjalanan pulang menuju rumah Budi tidak semulus yang diharapkan. Hampir tiba di tujuan, mobil sewaan yang dinaiki mengalami bocor ban. Sembari menunggu sopir mengganti ban, rombongan menepi dan kembali berfoto-foto. Namun, kurang satu jeruk loenpia yang dengan setia menunggui sopir mobil mengganti ban. Ternyata Lowo bersemangat karena di belakang mobil tertulis NABILLA.

Setibanya di rumah Budi, rombongan melepas lelah hingga pukul 14.00. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke warung soto salah satu kerabat Kian di Tlogosari. Seperti biasa, soto pun lenyap dalam beberapa menit. Dan masing-masing awak Loenpia kembali ke rumah masing-masing dengan membawa pulang ratusan file foto dan kenangan tak terlupakan dari Medini tentunya.

Kisah ke Medini yang lain bisa dibaca di sini, sini, sini, dan di sini.

20 Comments
  1. boku_baka_desu says

    Pertamax!!!
    Medini memang jos… gak nyesel capek2 dan gronjalannya.
    gak nyangka ada tempat sekeren itu di deket2 semarang saja. topppppp :d/

  2. fian says

    **aku jane mau pertama, tapi kok wagu ya :p

    JOSSS tapi lebih jos kalau brangkat lewat jalur jalan kaki, lebih keren bud wakakakkaka

  3. sesy says

    :(( aku gak bisa ikut…………………
    nyebelin banget deh, tp sebelenya jd sedikit terobati liat foto2 n baca ceritanya. ayo bikin lagi acara ky gini biar sesy bisa ikut……………………. (ning aja pas pitulasan ya!!!!!!!!!!!)

  4. ToNie CoSe says

    :d/ potone penunggu medini nya kok ndak ada yach?
    Hiks hiks ternyata seru juga yap 🙁

  5. lowo says

    sialll… baru kali ini ketemu rute “neraka”
    tau gini mending bawa motor trail, tapi motore siapa ya ? kekekek
    overall.. medini joss tenannnnn 😉

    outbound outbounnddd !!!!! *ngumpet di SB*

  6. didut says

    belajar 1 hal dr perjalanan ini..belajar buat jadi lbh narsis hohoho~

  7. escoret says

    Pesawat bikinan jiban yg berlogo”FANNYTRALALA”kalah telak..wakakakkaka

    *moga2 fanny ga baca*

  8. ahmed says

    Telah teruji ketangguhan 2 buah Toyota Kijang LGX (Bensin n Solar ) dan sebuah Honda Astrea Grand di Medan terjal berbatu yang penuh tanjakan. [Harusnya didaftarkan ke MURI juga tuh..] Siapa tahu belum tercatat record-nya.
    Pokoke perjalanan ini wuasyik…. Mak Nyuss…. :)>-

  9. kian says

    Medini oh medini..aq kok bisa2ne ikut kesana..ke Semarang cuma mo ke Medini….ahhhh…ko bisa ya…

    Tapi…Asyikkk bangettt…Penat ilang seketika..apalagi jalan bareng ma anak Loenpia…top deh…

    padahal hari sebelumnya aq demam..hehhe saking asyiknya demam tak terasa..terasane pas sampe jakarta…hehehhe…apa aku pindah semarang ae ya,…ben ga sakit2an mulu..

  10. stey says

    Kenapa aq tak pernah bisa ikut yah??Mbok kalo bikin acara yang aq bisa ikut..hehehehe..besok2 lagi aq ikut yah..undang2 dong..!!!Please…

  11. ari says

    untuk update acara, bisa dilihat di mailing list…
    hampir semua rencana dan kegiatan Loenpia.net di’floor’kan di mailing list Loenpia.net.

  12. Jiban says

    :d/ :d cihuiiiii, meski kalah dalam soal bikin pesawat, yg jelas aku tetep menang soal hati nurani, :)>-
    *berikutnya kita jajah goa kiskendo, curug ginting, curug lawe dan curug sewuu….setujuuu!!!

  13. nabila says

    aq iri………:(
    eh lha koq soal angkotnya itu ternyata dipost jg disini?!

  14. nissadwi says

    keren….aku iri,,,

  15. asep bs says

    beberapa bulan yang lalu saya juga ke sana. saya punya cerita lain. tengok saja url ini http://asepbs.blogspot.com/2007/06/fabulous-tea-walk.html

  16. ikankoi says

    dingin….banget….aku baru kali ini benar-benar merasakan rasa dingin yang amat sangat setelah keluar dari kolam renang…hii…badanku menggigil kedinginan……:d

  17. kian says

    oia..kowe renang to Koi…wehhh coba difoto..pasti dapet deh foto aibmu..wakakakak:d

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Rolex Replica Replica Watches