Gerakan Seribu Buku Menyentuh Kendal

gerakan seribu buku

Loenpia.net adalah salah satu dari komunitas yang mendapat mandat untuk turut membagikan buku dari kegiatan Gerakan Seribu Buku yang diprakarsai oleh BHI. Setelah minggu sebelumnya buku-buku yang terkumpul untuk area dan semarang telah dipilah-pilah dan disortir, maka dimulailah sesi pembagian.

Hari sabtu kemarin (10-01-2009) kamu meluncur. Pasukan yang turut serta adalah saya, Pepeng, Dendi, Munif, dan Teguh. Daerah Kendal adalah salah satu tujuan kami. Kenapa? Karena penulis 4 tahun yang lalu menghabiskan waktu 35 hari di sana dalam rangka kegiatan KKN dari kampus. Target kami adalah SD Pidodowetan 02, terletak di desa Pidodowetan, kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Untuk melewati rute yang lebih mudah dijangkau, kami menempuh jalan memutar melalui daerah Cepiring. Setekah kira-kira sejam lebih perjalanan, akhirnya sampailah kami di sana.

Sarana dan prasarana di sana sangatlah minim. Betapa tidak, di area yang tidak luas dan jumlah kelas yang masih bisa dihitung dengan jari, berdiri bangunan tua yang reot dan hampir roboh, meja kursi yang tua, dan bocor senantiasa. Perpustakaan-nya? waduh boro-boro.. engga ada! Namun semangat belajar masih kuat terpancar dari semangat mereka mengikuti pelajaran ketika saya dulu menjadi guru gadungan di daerah sana. Saya masih ingat betul tiap kali memanggil murid untuk maju ke depan, maka akan terdengar bunyi kecipak.. kecipak.. karena memang lantai perpaduan antara ubin tua dan tanah itu selalu terendam air. 😀

Sepanjang perjalanan, saya tak henti berharap semoga SD itu masih ada, jangan-jangan sudah roboh atau dibubarkan. Ternyata harapan saya terkabul. SD tersebut masih tetap eksis sampai sekarang, walaupun tahun sebelumnya terancam dibubarkan karena kekurangan murid dan dana. Bahkan sekarang sebagian bangunan SD telah diperbaiki dan diberi lantai keramik!! Yeay!!! Jumlah total murid di SD Pidodowetan tahun ini adalah 51 orang, dan tahun ini tidak ada kelas 2-nya 😀

gerakan seribu buku

Di sana kami bertemu hanya dengan penjaga sekolah karena ternyata SD masih libur. Kemudian kami diajak untuk bertemu dengan Bapak Ma’aruf, ketua komite SD tersebut. Melalui bapak Ma’aruf kami disambungkan via telepon dengan Ibu Heri Sukaesih kepala sekolah yang menjabat sekarang (eh btw, sekarang nelpon di sini udah lancaaarr! 4 tahun lalu mesti keliling dulu cari spot yang ada sinyalnya 😀 ). Kepada dua pihak tersebut kami menjelaskan maksud dah tujuan kedatangan kami. Merekapun menyambut dengan antusias dan sangat berterima kasih, walaupun sumbangan buku yang kami bawa tidak seberapa. Akhirnya buku kami serahkan melalui Pak Ma’aruf. Kebetulan sekolah ini juga akan mendirikan perpustakaan dalam waktu dekat, berkat adanya bantuan dari BOS. Jadi nanti buku dari Gerakan Seribu Buku ini akan menjadi salah satu penghuni pertama di perpustakaan SD Pidodowetan 02 ini.

gerakan seribu buku

Yap, misipun selesai. Selanjutnya saya bernostalgia sebentar mengunjungi rumah almarhum Pak Kades tempat saya menumpang hidup dulu semasa KKN. Tak lupa juga sekalian mengunjungi objek wisata setempat yang bernama Pantai Muara Kencan, serta menikmati santapan makan siang di pinggir pantai. Kami ucapkan terima kasih kepada penyumbang dan semua pihak yang telah membantu dalam Gerakan Seribu Buku ini. Semoga kita bisa menyumbang barang setetes pada lautan pendidikan Indonesia sehingga tiap anak bangsa Indonesia ini akan semakin maju dan terbuka wawasannya. Amiiinn.. 🙂

22 thoughts on “Gerakan Seribu Buku Menyentuh Kendal

  1. escoret says:

    2009 kok masih ada ya tempat yg terpencil kyk gitu..???
    aku mau lho di tempatkan di sana…tapi ya itu.harus ada internet dan mesin ATM…mau wes.mau.mau mau….

  2. Zebhi says:

    Siiip… ! 🙂
    Kapan ya komunitas di kotaku bisa mengadakan kegiatan sosial bagi masyarakat ??

    Maju terus. Pertahankan kegiatan seperti ini..

    -keep blogging-

  3. [H]Yudee says:

    waaah … mantaaph bud !!
    kirain kemarin cuman survey … ternyata udah mulai pembagian …. hehehehehe …

    TOP MARKOTOB BUD !!!

  4. Niff says:

    sekolahnya mengingatkan akan film laskar pelanggi
    pantainya cukup asik karena udaranya masih mayan bersih

    mantablah pokoknya!

  5. teguh ™ says:

    fixed…
    yg tidak ada muridnya itu kelas4 .. otomatis kelas 4 ndak ada unt tahun ajaran ini
    dan 51 orang itu jumlah keseluruhan murid, dari kelas 1 sampai kelas 6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *