Taman Air Mancur di Semarang

Air mancur (fountain) selain menjadi penanda suatu kawasan juga berfungsi ekologis, sosial, sekaligus estetika. Artikel di bawah ini lebih ditujukan sebagai inventarisasi taman air mancur di Semarang, sedangkan mengenai tatabangunan dan arsitekturnya, rekan kita Sukawi tentu lebih tepat untuk membahasnya.

Lebih dari ketiga fungsi di atas, beberapa kota besar di dunia membangun air mancur yang dilengkapi dengan tatacahaya dan tatasuara yang spektakular, sehingga menjadi obyek wisata yang sangat menarik (dan tentu saja menghasilkan devisa). Bahkan, ada 10 taman air mancur diantaranya menjadi most breathtaking fountains in the world.

Semarang, sebagai salah satu kota besar di Indonesia memiliki beberapa taman air mancur di beberapa lokasi. Meskipun belum sebesar atau secanggih kota-kota lain seperti di Jakarta dan Surabaya, kehadiran air mancur berikut taman di sekelilingnya sangat penting sebagai ruang publik dan paru-paru kota.

Air Mancur di Taman Menteri Supeno

Lokasinya di sebelah Gedung DPRD dan Setwilda Provinsi Jateng. Terdapat patung seorang ibu dengan dua anaknya sehingga banyak orang menyebut lokasi itu Taman KB. Air mancurnya masih sederhana, dengan mengolah sirkulasi air di kolam yang nampaknya jarang sekali diganti airnya. Di lokasi ini juga terdapat kantor Dinas Pertamanan Kota dan area di sekeliling air mancur sering digunakan untuk pameran tanaman hias. Keindahan taman ini lebih bisa dinikmati di siang hari sambil menyantap tahu gimbal dan es teler di seputar lokasi. Pada malam hari, lebih banyak muda-mudi yang bersantai di sana sambil jajan jagung bakar.

Air Mancur Bundaran Jalan Pahlawan

Hanya sekitar seratus meter ke arah timur dari air mancur Taman Menteri Supeno, terdapat air mancur yang di atasnya dibangun videotron “sponsor”. Lokasinya sangat strategis di jalan menuju ke Simpang Lima dan berdekatan dengan perkantoran serta pertokoan besar di pusat kota. Desainnya yang futuristik, menyebabkan bangunan ini menjadi point of interest di kawasan itu. Pada masa pembangunannya dulu sempat mengundang protes banyak kalangan, khususnya mahasiswa. Pada beberapa kesempatan videotron di atas air mancur dimanfaatkan untuk nobar (nonton bareng) acara televisi/video yang menarik (paling sering pertandingan sepakbola).

Air Mancur Tugu Muda

Saat Kota Semarang merayakan ulangtahunnya yang ke-462 (2 Mei 2009), Tugu Muda dipercantik dengan air mancur yang mampu memancarkan air setinggi 30 meter. Pada siang hari, kita bisa menyaksikan munculnya efek pelangi, sedangkan pada malam hari dengan sorotan lampu dari bawah sangat menarik untuk menyaksikan keindahannya. Karena tingginya pancaran air, para pengguna jalan sering terkena tempias dari butir air yang tertiup angin. Saat ini, kawasan Tugu Muda menjadi salah satu “obyek wisata” yang melengkapi keberadaan Lawangsewu dan Museum Manggala Krida Mandala Bhakti yang juga berlokasi di kawasan itu.


Klik di sini
, untuk melihat peta lokasi ketiga air mancur tersebut.

28 thoughts on “Taman Air Mancur di Semarang

  1. ninaz says:

    “…dan Museum Manggala Krida di yang berlokasi di kawasan itu.”

    eh anu..museum yang di dekat tugu muda itu bukannya museum mandala bakti pak? keren itu museumnya…ada koleksi tank2 jaman perangnya lho..

    wah pak dp promosi wartel krida secara terselubung ki…aku yakin itu…hahaha..

  2. Show Die Cun says:

    Nang Weleri tuku kathok.Wah ngeri Thok…Huei Kang ono sing reti rumuse boso Prokem Smarangan rà?Kpn2 diposting ya?

  3. haliaster says:

    itu air mancur apa air muncrat y?
    memandang semarang dr sudut lain.
    kalo utk tugu2nya or arsitektur lain ad gak postingannya

    salam kenal
    dr haliaster
    kl kita memandang Semarang dr sudut hidupan liarnya

  4. noorhasan says:

    Wah..keren-keren mas foto air mancurnya, beberapakali ke Semarang ( karena mantan pacar wong Semarang ) saya kurang perhatiin air mancurnya. Kalau yang deket-deket pasar kembang ( wonosari ) air mancurnya apa ya..? salam kenal..

Berikan komentarmu...