Sejarah Reservoir Siranda

Ketika tentara Jepang masih bercokol di Semarang pada bulan-bulan awal setelah proklamasi kemerdekaan, sempat beredar isyu bahwa penampungan air Sirandan (Resevoir Siranda) di wilyah Candi Baru diracun. Tersebarnya berita ini, bermula dari pembantu rumah tangga yang berkerja pada orang Jepang, yang mengatakan kepada para tetangganya, bahwa air yang mengalir hari itu tidak sehat. Pembantu rumah tangga tersebut mengaku mendengar dari tuannya dua hari sebelumnya.

Berita tentang peracunan tandon air Siranda Jalan Wungkal (sekarang Jalan Diponegoro) itu sampai di telinga para pemuda yang sedang mengadakan rapat di Aula Rumah Sakit Purusara (sekarang Rumah Sakit Kariadi). Kepala Laboratorium Rumah Sakit Purusara, sebagai pejabat yang bertanggung jawab terhadap kesehatan Kota Semarang, hati tergerak untuk menyelidikinya. Hasil penelitiannya menyatakan, penampungan air tersebut telah diracun. Meskipun kabar berikutnya tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Dokter Kariadi dan supirnya tewas ditembak di Jalan Pandanaran ketika mengendarai mobil akan menuju ke laboratorium. Beliau ditembak oleh tentara Jepang. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 14 Oktober 1945, dan dianggap sebagai pemicu Pertempuran Lima Hari di Semarang. Ada informasi lain yang menyakini Dokter Kariadi tewas di Reservoir Siranda. Untuk mengenang jasanya nama Dokter Kariadi diabadikan sebagai nama rumah sakit utama di Semarang.

Object:

Siranda Reservoir
Where at:

Jalan Diponegoro (previously Jl. Wungkal).
Highlights:

This reservoir was allegedly poisoned by the Japanese occupants in 1945. dr Kariadi, head of the laboratory of the local hospital, went to check it up. He and his driver were shot dead on the way back from taking the sample, on October 14, 1945, which was considered as the trigger of the Five-day Battle of Semarang. Other sources believed that dr. Kariadi was shot at the Reservoir. To honor him, the provincial hospital in Semarang was named after dr Kariadi.

6 thoughts on “Sejarah Reservoir Siranda

  1. Denny says:

    whew… ternyata-ternyata, jadi inget dulu saya kost di jl.duku daerah pasar kambing. kalau aku makan di warteg daerah situ yang sudut pandang atasnya agak luas tak terhalang bangunan, aku melihat bangunan lama yang cukup unik, dan baru-baru ini aku tau kalo itu reservoir siranda, penasaran banget pingin masuk kalau bisa…

    (btw ada yang mau mengulas sejarah pasar kambing? coz aku masih penasaran kok bisa ada pasar jualan kambing disitu? :-p)

  2. riswan says:

    asa hayng euy ka semarang,ah sugan be boa jodoh ka urang smrng.amiiiiiiiiiiiiiin.riswan by

  3. riswan says:

    asa hayng euy ka semarang,ah sugan be boga jodoh ka urang smrng.amiiiiiiiiiiiiiin.riswan by

  4. princess says:

    wach….wach… ternyata kota semarang tercinta q mengandung buanyak sekali sejarah…
    Suatu saat q akan wat buku tentang…..

    HISTORY IS SEMARANG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *