Membangun Konten Lokal

Dengan matinya internet di Indonesia akhir tahun lalu, tiba-tiba kita disadarkan.. jika akses ke website di luar negeri terputus, alangkah sengsaranya kita. Tidak bisa melihat email terbaru, tidak bisa mengirim email, tidak bisa ke Friendster, tidak bisa ke Blogspot, dll… Hummm… kita ternyata gak mandiri!! Hampir semuanya tergantung dengan situs luar…

Tapi daripada mengeluh, bukankah lebih baik semuanya (terutama blogger Loenpia) coba-coba bikin konten sendiri yang dapat membantu sesama pengguna di Indonesia? Bikin layanan email.. bikin layanan pertemanan.. atau bikin blog-blog — yang servernya di dalam negeri, atau bikin web dengan konten yang disukai oleh masyarakat internet Indonesia?

Bulan depan, Februari 2007, akan diluncurkan situs Pojok Kita (www.pojokkita.com) yang di-hosting di server dalam negeri. Situs ini membidik remaja sebagai target pengunjungnya. Dengan narasumber yang sudah dikenal masyarakat seperti dr. Iwan (remaja dan seks) dan mas Slam (curhat cinta), diharapkan dapat membantu remaja dalam berbagi permasalahan yang dihadapi. Selain itu, masih ada beberapa konten seperti komputer, motivasi remaja, dan ulasan sinema yang diharapkan dapat mengisi celah kebutuhan masyarakat di Indonesia.

Bagaimana dengan yang lain? 😉

14 thoughts on “Membangun Konten Lokal

  1. dendi says:

    eh btw. jadi menarik nih internet indonesia tahun 2007.. kabarnya tarif internet bakal turun.. trus peristiwa blackout kemarin..
    pastinya bakal banyak yang nyadar dan akhirnya rame-rame bikin konten lokal..
    woohoo..

  2. Yogie says:

    Hehehehe….
    pojokkita.com ya namanya? akhirnya jadi dibuat ya mas.. sip sip.. aku dukung…
    btw, rencana e-learning yang sempat mencuat di milis jadi di jalanin nggak tuh?

    *semoga tidak menjadi tren sesaat*

  3. dendi says:

    to Sesy:

    Kalo server di dalam negeri dengan koneksi IIX (Indonesia Internet Exchange) cukup. sehingga selain lebih cepat, server dalam negeri ini tidak terpengaruh jika terjadi gangguan pada link internet internasional. seperti kejadian gempa di taiwan lalu.
    Kalo server di luar negeri, otomatis tergantung link exchange antar negara.
    Semakin banyaknya orang mengakses konten lokal berpotensi menekan tarif internet di indonesia (katanya), karena selama ini (katanya) mahalnya koneksi internet di Indonesia lantaran lalu lintas data ke luar negeri sangat besar, ini menyebabkan benwit yang kesedot keluar besar pula. Nah, benwit ini harus dibayar.
    Kalo nggak salah sih gitu.. CMIIW
    jadi mulai tahun 2007 harus digalakkan tuh.. gerakan nasional akses lokal.. *halah*
    Gampangnya sih server luar itu terletak diluar negeri, sedangkan server dalam negeri.. ya terletak di dalam negeri.

    bwehehe sok teu banget yak?

  4. Gora says:

    Klo kualitas sih kedepannya (di Loenpia 2.0) kita juga gak bakalan kalah sama situs laen… Tunggu saja launching nya…

  5. udeystar says:

    gpp sech klo dimasukkan dikonten lokal, disamping lbh cpt, jg banyak hal+ buat kita. Tapi,…. tugas berat buat adminnya, coz bakalan banyak user yg mengakses, makin banyak pula konten2 yg perlu difilter.

  6. Budi says:

    Wah menarik sekali nih..tentang konten lokal..mungkin sebelum kejadian gempa di wilayah vietnam yg menggemparkan dunia internet tidak begitu terasa akan butuhnya konten lokal. Nah skrg baru ngrasain klo konten lokal sangat di perlukan…Selamat buat pojokkita.com sbg salah satu konten lokal dan akan banyak bermanfaat bagi netter2 shg bisa berkonsultasi secara “online” ttg segala permasalahan baik ttg IT, Psikologi, Kesehatan, Motivasi,hukum, dll….Oh iya, Nara sumbernya OKE2 lho…..

  7. boku_baka says:

    Oh iya, minimnya konten lokal juga sering dijadikan alasan bagi provider internet mengenai mahalnya internet di Indonesia. Apa benar demikian?

    Selamat buat launchingnya pojokkita. Sekilas berkunjung, boleh juga nih. cuma masih butuh banyak pengembangan. Selamat!

  8. huda says:

    Konten lokal kalo servernya di luar negeri jadinya kan sama aja ya.. Situs2 lokal juga banyak yg pake server di luar negeri. Harus ada gerakan massive nih buat pemindahan konten2 tersebut kembali ke server Indonesia.

    Harusnya pemerintah mengkampanyekan gerakan ini. Masak hostingan Telkom aja muahal. ‘hostingan negeri’ aja mahal apalagi hostingan swasta.

    Btw blogku awal tahun ini juga aku pindah ke dalam negeri. Servernya dueket buanget. Belakang kampusku (seberang RS Dr. Kariadi). Hostingan kecil sih..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *