Loenpia dan Sumpah Pemuda

Kami Poetera dan Poeteri Indonesia,
Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia.
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia,
Mengakoe Berbangsa Jang Satoe, Bangsa Indonesia.
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia,
Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia.

Selamat Hari Sumpah Pemuda!!

Sebagai pemuda (atau lebih tepatnya pemudi) sekaligus blogger Indonesia, sekaligus masih berkaitan dengan hari blogger nasional, saya turut memperingati kedua hari tersebut lewat posting ini.

Hari sumpah pemuda dan hari blogger nasional bukan monopoli blogger muda, karena kata “pemuda” itu sendiri bisa mengacu pada jiwa muda, jadi blogger tua yang berjiwa muda pun tetap boleh bersuara lewat blognya.

Blog dan blogger tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak yang bisa kita perbuat melalui blog. Beruntung sekarang kita tidak perlu angkat senjata dan perang melawan penjajah. Bagaimanapun kita tetap masih berjuang, seperti yang tertulis di buku-buku pelajaran kita dulu, berjuang mengisi kemerdekaan. Sebagai blogger, kita bisa berjuang melalui tulisan yang kita posting di blog. Seperti kata pepatah bule, pen is mightier the sword. Atau karena kita blogger, boleh dikatakan “blog is mightier than the sword“. Wah!

20 thoughts on “Loenpia dan Sumpah Pemuda

  1. AhmedDee says:

    Hmm…
    Kalau menurut saya, Sumpah Pemuda jangan hanya jadi slogan atau peristiwa seremonial belaka tiap tahunnya.
    Mari.. kita yang masih merasa pemuda atau berjiwa muda, mari kita bangkit.
    Negara kita butuh bantuan dari “pemuda-pemuda” untuk menjadi lebih baik.

    Seperti kata pepatah atau sticker yg ditempel di mobil-mobil.
    “We can only build a better country, by building a better us”.

    Miss Grammar please CMIIW.

    😉

  2. Dhika says:

    Hari ini di skula ada mid smstr, aku kira gak upacara tapi tetep upacara ternyata. Wah ya aku masukna tLat.Harusnya jam7 aku baru masuk jam 7 1/4. Dijemur deh, untung hujan.

    SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA, saatnya melakukan kegiatan yang positif.

  3. jiban says:

    kalo yang udah berumur 30 taon keatas, masih bisa ikutan “sumpah pemuda” gak?? ato ikutnya “sumpah tertua” …..emang kategori pemuda itu usia berapa?

  4. wedhouz says:

    kopril hormate koyo wong adzan
    si adi hormate serius banget
    budi hormate koyo jaman revolusi
    har hormate koyo wong ra niat
    koi hormate salah arah
    pepeng hormat po dada-dada
    kian hormate “silau man”

    😛

  5. ikankoi says:

    wih jadi ingat medini, tempatnya belum tercemar. kalau saja para pemuda indonesia belum tercemar…mungkin negara indonesia udah maju sejak dulu…

  6. agus thohir says:

    sumpah pemuda adalah momentum bukan sesuatu yang lebih, lalu bagaimana dengan semarang dengan kota lumpia …
    harusnya mampu menjadi tempat untuk menempa dan membuat momentum sekaliber sumpah pemuda….
    saatnya yang muda yang memimpin
    bagaimana anda apa hanya mengekor…
    buatlah momentum dalam bentuk aksi apapun…
    http://thohir3.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *