Loenpia Menanam Mangrove

Selasa, 14 November kemarin tiba-tiba saja banyak tukang loenpia yang berubah profesi jad tukang tandur. Bukan, bukan karena pangsa pasar loenpia yang turun, melainkan hari itu Loenpia.net ikut berpartisipasi dalam acara penanaman bakau (mangrove) yang diadakan oleh Bapedal (Badan Pengendalian Dampak Lingkungan) Semarang dan para Nelayan setempat. Keterlibatan Loenpia ini takbisa dihindarkan dari tanggung jawab salah seorang oknum tulang loenpia, Adi.

Berkumpul di Taman Lele sekitar pukul 8.30, pada kesempatan ini kita mendapat teman baru yaitu Rosi dan Aryo, serta Jessica dan Ellen dari Belanda. Perjalanan dilanjutkan menuju arah utara ke daerah Tapak Tugurejo. Jalan yang semakin lama semakin jelek membuat tukang loenpia melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sampai akhirnya dijemput menggunakan perahu. Perjalanan menggunakan perahu ini sendiri merupakan salah satu bagian yang paling menyenangkan dari acara ini, menyusuri sungai dan beratapkan kanopi hutan bakau.

kanopi bakau

turun kapal

Acara dimulai dengan terlebih dulu diadakan briefing oleh Mas Rofik, agar tukang loenpia ini bener bener menanam bibit mangrove, bukannya malah merusaknya. Bibit bakau yang hendak ditanam sudah ditempatkan dalam polybag. Untuk menanamnya, tanah digali dengan kedalaman kira-kira 20-30 cm, kemudian bakau dipisahkan dari polybag dengan hati-hati jangan sampai akarnya rusak. Jarak tanam antar bibit adalah sekitar 50cm. Setelah bakau ditanam, kemudian ruas bambu ditancapkan untuk melindunginya dari gelombang. Kalau penjelasan ini kurang jelas, bisa dilihat gambarnya saja di sini. Jenis bibit bakau yang ditanam di sini adalah jenis bakau yang tahan panas, nama latinnya Rhyzophora Mucronata. Sedangkan ada jenis lain yang untuk daerah teduh dengan nama latin Rhyzophora Apiculata. Kalau nggak salah dengarf lho ya, mohon koreksinya kalau ada kesalahan. 🙂

Kegiatan mananam mangrove mulai dilakukan, berbekal pengetahuan dadakan tersebut, satu demi satu bibit mangrove ditanam oleh tukang loenpia dan para nelayan setempat. Cukup melelelahkan juga acara ini, tapi kita sih enjoy saja. Kapan lagi bisa dapat kesempatan bersenang-senang sambil ikut sedikit berperan dalam lingkungan bukan? Walaupun acara ini memaksa kita untuk tidak dapat banyak menyentuh kamera (kita berlumpur semua), tetapi tetap saja, disempat-sempatin foto-fotonya. :d

nanam mangrove

loenpia was here
Loenpia was here : Loenpia telah menjamah Pulau Tiram 🙂

Acara selesai sekitar tengah hari dengan, sebelumnya diselingi istirahat barang sejenak sambil menikmati makanan yang dibawa oleh pihak Bapedal. Menjelang pukul 1 kami bertolak kembali menuju basecamp, di rumah salah seorang penduduk. Acara dilanjutkan kembali, namun kali ini bukan untuk menyelamatkan lingkungan, tapi menyelamatkan perut :d. Warung Bakso Dunia di jalan menuju Ngalian jadi tujuan selanjutnya, itung2 mengganti energi yang dikerahkan sejak pagi ini lah. hehehe…

24 thoughts on “Loenpia Menanam Mangrove

  1. BunSal says:

    waaa, dahjadi Toekang Loenpia niy…
    thanks ya para Bandar….:)

    tuduhan sesat, eh, sesaat, para oknum Loenpia g pede ma bhs Belandane…
    coz, mudeng’e bhs Loenpia doink…aka penjahat kamera 😉
    dadi yo, bule Belandane ra bakal nyedak to yo…

  2. boku_baka says:

    huwaa…!! maaf2 segera dikoreksi.
    maklum udah malem nulisnya,
    disela2 merasakan senut2 di kaki, sebel nyari obat merah gak nemu… (*alasan ala kadarnya*)

    update : udah dibenerin, yang masih salah refresh aja browsernya, kalau masih salah juga, jual saja monitornya :d

  3. ono says:

    semakin banyak aktifitas loenpia maka esok khan memetik hasilnya. Sekali lagi sukses buat the team loenpia.
    Memang bener sih… rugi kalau tidak ikut “kata sesy” dan beruntung bisa mengenal teman2x loenpia.

  4. jhiban says:

    🙂 :d 😕 wah enak tenan rek dah lama gak naek getek, gimana klo pas kopdar kita undang londo2 nya kita undang tp yg jemput aku aja ya…biar gak mubazir..:-w:)>-

  5. fiand says:

    dibalik acara ini pada tidak nyadar kalau malam setelah acara ada yang “berperang” memperebutkan identitas si londo :-“

  6. aat says:

    sukses bwt nanamnya..

    sya tahun 2007 hampir mau nanam di pulau tiram, tp karena tidak adanya kejelasan kepemilikan lahan untuk konservasi akhirnya kami wktu itu memindahkan lokasi ke mangkang kulon..
    salam mangrove!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *