A Road to Gerakan 1000 Buku

Sebenarnya, program ini sudah direncanakan pada bulan-bulan sebelumnya. Dan dari pengumpulannya juga sudah mulai jalan, sampai akhirnya ada pembahasan lebih lanjut mengenai target untuk penyebaran buku yang telah terkumpul. Dan kesempatan ini dijadikan ajang kopdar makan-makan di Oits resto.

at Oits

Dan baru kali ini, kopdar lumayan serius dan cukup berbobot, selain kedatangan toekang loenpia berbobot juga, budiyono, ari w dan dendi.

Salah satu topik yang diangkat adalah tindak lanjut kegiatan 1000 buku yang sudah setengah jalan, dan buku yang sudah terkirim ke mabes Loenpia di Semarang. Dan akhirnya diputuskan untuk diadakan pertemuan kembali untuk mensortir buku yang terkumpul di rumahnya Didut.

Hari penyortiran telah tiba, dan saat itu yang datang baru Hari, Hars, Pepeng, dan saya sendiri. Dan karena ga mau mengolor waktu lagi, maka kita mulai dulu penyortiran buku tadi. heran ...

Banyak sekali sih kejadian yang lucu-lucu sewaktu penyortiran buku. Si juragan tribal mesum sampai bertanya-tanya yg ga penting “kok yaa ada sih majalah kayak gini, kan di internet banyak?? “.

Dan aku juga heran, namanya kan buku sumbangan, ternyata gak tanggung-tanggung, masih baru pun disumbangkan. Benar-benar yang namanya keikhlasan dan ketulusan untuk berbagi gak nanggung-nanggung.

kerja paling kerasss ...

Selang beberapa jam kemudian, baru datanglah bala bantuan dari mulai si Kingkong, Budiyono dan adik tak dianggap.

Begitu datang, masih juga pada bertanya-tanya, dari ini mo dikategorikan seperti apa, dan di pisah seperti apa. Sampai akhirnya si Didut menjelaskan secara rinci, baru pertanyaan itu terjawab dengan sukses. Sedangkan Ari W, hmmm .. extra kerja neh … hehehehe

Di tengah-tengah penyortiran buku, datanglah si niningss dengan keadaan seperti biasa, heboh sendirinya. Dan si monstress ini juga datang, langsung nagih leptopnya Hars, untuk menggarap kalender loenpia yang masih taraf desain dan mentah sekali.

Waktu menjelang siang, dan akhirnya semua konsentrasi untuk menyelesaikan penyortiran buku. Pendataan dari Hars mulai dirapikan, dan buku-buku yang telah tersortir dimasukkan ke dalam boks sesuai kategori dan daerah penerimanya.

kerja keras ..

Sampai akhirnya, semua selesai dan bahagia. Dan melanjutkan ke acara makan siang, entah kemana karena saya sendiri ga ikutan.. hiks..hiks.

Hari KartonoDan hari itu, temen-temen sepakat toekang loenpia of the day adalah si Hari Kartono. Dan berikut skrinsutnya …

Atas segala kegigihannya dan ketangkasannya untuk memilah-milah buku dewasa dan anak-anak, serta tidak kacang (kakean cangkem – red).

Dan tak lupa, kami atas nama Loenpia.net mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas sumbangan buku yang telah kami terima. Dan semoga buku ini bermanfaat dan berguna bagi kita semua. Hanya Tuhan Yang Maha Esa yang bisa membalas kebaikkan kalian semua. Amiiin

27 thoughts on “A Road to Gerakan 1000 Buku

  1. escoret says:

    […] Si juragan tribal mesum sampai bertanya-tanya yg ga penting “kok yaa ada sih majalah kayak gini, kan di internet banyak?? “.[..]

    wakakkaka….

    gemblung

  2. boku_baka says:

    sekali lagi terima kasih buat semua yang udah nyumbang..
    oh hiya beberapa buku kami kilokan untuk beli gorengan..
    eh nggak jadi ding.. :d :d :d

  3. vie says:

    sipppp. top dah
    semoga sumbangannya berguna buat yang membutuhkan
    yes…..
    liat budi nggo kaos loen
    *lega pas

  4. widhi says:

    huhuhuuuu… bukune akeh tenan,,
    *teringat buku2 q yang mo ikut disumbangin tapi hilang dan lenyap di gudang kosan lama*

  5. Zebhi says:

    Hehee. Seru juga ya..

    Bisa menjadi contoh yang baik bagi komunitas yang lainnya..

    Sukses untuk semuanya..

    -~Salam buat semua Blogger Semarang dari Blogger NGawi~-

  6. Aji says:

    Kalau kami mau kerjasama soal program 1000 buku gimana?
    Kami kan ada agenda KKN di wilayah Jepara untuk membuat Perpustakaan Desa, kami masih kekurangan buku.
    Kalau iya apa ada nomor yang bisa dihubungi?

  7. dp says:

    Comment telat. Sekedar mengingatkan, next time jangan lupa tanggal kejadian dicantumkan. Kopdar Oit’s Resto ini berlangsung hari Jumat, 2 Januari 2009. Sedangkan sortir buku di rumah Didut, Minggu 4 Januari 2009.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *