Dugderan

Ada sebuah acara yang sangat menarik sekali untuk masyarakat semarang pada saat menyambut datangnya bulan puasa, yaitu dugderan.Acara dugderan ini diadakan setahun sekali ketika bulan ramadhan akan tiba, dan pertama dugderan ini ada pada masa Bupati Semarang yang pada waktu itu dijabat oleh RMTA Purbaningrat pada tahun 1891 memberanikan diri untuk menentukan mulainya hari puasa. Dan kata dugderan ini sendiri berarti du adalah bunyi beduk dan der adalah bunyi meriam. yang ketika itu pembukaan dari dugderan itu sendiri ditandai dengan bunyi beduk dan meriam.

Kali ini bersama loenpia yang diusung oleh Pepeng, kopril, hars, ari W, mizan mencoba melihat bagaimana kemeriahan dugderan yang kali ini diadakan di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah. Berangkat dari jam 5 sore sehabis kumpul di Javamall kita meluncur ke area dugderan itu berada. sampai disana terlihat berjubel manusia memadati area belakang masjid agung jawa tengah itu. dugderan ini diramekan dengan penjual-penjual yang menjajakan aneka jajanan dan aneka kerajinan gerabah dan pakaian.

Warak ngendok adalah mainan yang menjadi maskot dugderan, dimana warak ngendok itu mainan dari gerabah yang berbentuk badan kuda berkepala naga, dan warak ngendok itu menurut cerita menyimbolkan sebuah perpaduan mitos perpaduan binatan naga dari cina dan buroq dari arab, dimana warak ngendok itu sebuah simbol persatuan antara orang-orang tiohoa dan pribumi yang kebanyakan beragama islam. acara dugderan ini diadakan berlangsung dari sore sampai tengah malam dan pagi harinya diadakan arak-arakan dugderan yang biasanya dari masjid kauman sampai balaikota.

13 thoughts on “Dugderan

  1. h4rs says:

    dugderan emang maknyuss apalagee manisan gula2nya beserta kurmanya… tapi macetnya itu loh yang bikin gak sabaran dan misuh2….!

  2. nano says:

    Selamat berpuasa ya buat semuanya. oya salut buat tulisannya mas kopril dan foto yg kuueereennn abis ehehhehee…..kapan ki acara buka bersama?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *